Idol Or Mafia Elite Member

Idol Or Mafia Elite Member
Ternyata dia


__ADS_3

" APA!!,," Arif yang sedari tadi menguping pembicaraan anak buah Joon Woo.


Sontak mereka semua menoleh ke arah Arif.


" Mampus elu Liy ketauan sama orangnya" goda Samuel.


" Lah kan emang gue enggak sengaja" bela diri sendiri


Episode selanjutnya…


"Kurang ajar!! pantas badan saya bau nya tidak sedap. Kau harus tanggung jawab cepat bersihkan baju saya!!" pria itu lari ke arah gerombolan Jhonatan dkk sembari tangannya yang masih di ikat.


Kan tetapi Arif tidak dapat menerobos di karenakan di hadang oleh Jhonatan dan Samuel.


" Lepaskan saya anak berandal" Arif terus memberontak, kalau saja tangannya tidak di ikat. Di pastikan orang yang berada di hadapannya akan tumbang. Namun itu hanya angan saja.


" Wait… saya tadi tidak sengaja om" Liliy mencoba membuka celah di antara Reyhan dan Destiya.


" Apa kau bilang tidak sengaja!!.Jelas jelas kau menendang tubuh saya sampai tiga kali dan itu di sebut tidak sengaja. Atau di rumah tidak di ajarkan sopan santun sama keluarga mu" sentak Arif.


Liliy sempat terdiam sesaat sembari memandang wajah Arif.Dengan otak yang terus berputar untuk memikirkan sebuah ide yang sangat menguntungkan untuk satu pihak.Hingga akhirnya otak Liliy telah menemukan ide.


"Tidak usah di bersihkan om nanti hilang sendiri bau nya" ujar Liliy dengan nada santai. "(tapi di ganti dengan bau yang lebih menyegarkan)" batin Liliy.


Jhonatan dan Samuel masih menghadang Arif.


" Mana ada bau nya hilang sendiri.Atau emang dasarnya kau anak pemalas jadi di suruh membersihkan ada aja alasan" menampilkan senyum mengejek ke arah Liliy.


Lagi lagi Liliy tidak terpancing omongan pria yang berada di hadapannya.


" Ok, saya terima cibiran anda.Tapi anda akan menyesal telah mengucapkan kata kata hinaan ke pada saya , dan jangan salahkan saya kalau…"


Belum sempat meneruskan ucapannya , Liliy terlebih dahulu memanggil anak buahnya.


Prok… prok…prok…


Anak buah nya yang berjumlah dua orang masing masing membawa satu karung.


" Kalian taruh di samping kursi itu" Liliy menunjuk kursi yang masih di duduki oleh Joon Woo.


" Baik nona" dua orang pun langsung menaruh karung, tepat di samping Joon Woo.


" Apa isi di dalam karung itu?" tutur Joon Woo.


Anak buah Liliy membisikkan ke Joon Woo" alat permainan tuan. Salah satunya berisi alat kesayangan tuan".


"Hmm… baik lah kau boleh pergi" menyuruh anak buah Liliy kembali ke asalnya.

__ADS_1


( Bagus juga ide Liliy ) batin Joon Woo sembari memandang Liliy dari jarak jauh.


Liliy sadar ada yang memandangi nya , seketika ia menoleh ke arah samping kiri. Bertepatan itu pula Joon Woo masih memandang ke arah Liliy. Liliy langsung mengedipkan sebelah mata.


" Hah…punya anak buah enggak ada yang benar" ucapnya sembari memijit pangkal hidung.


...**...


" Hay!! be*eba* lepasin saya" Arif terus memberontak di atas kursi yang sudah di ikat oleh Reyhan menggunakan tali.


Reyhan langsung membungkam mulut Arif menggunakan sapu tangan" sstt…berisik banget sih tinggal nurut apa susahnya"


Drett… drett… bunyi ponsel berdering.


" Suara hp siapa tuh?" tanya Jhonatan.


Semua orang langsung celingak-celinguk mencari keberadaan hp yang sempat berbunyi.


Drett… drett…


Dan lagi suara bunyi ponsel terdengar.


" Jhonatan coba kau cari hp si Arif" titah Joon Woo.


Selang beberapa menit Jhonatan menemukan hp milik Arif di saku celananya. Jhonatan langsung menyerahkan ke Joon Woo " ini tuan hp nya".


Dan kebetulan hp Arif berdering lagi tepat di genggam Joon Woo. Tanpa berlama lama Joon Woo langsung menggeser tombol warna hijau tak lupa memencet tombol loud speaker agar semua orang mendengar ucapan si penelepon.


📞 :" Bagaimana Rif? kau sudah berhasil menyingkirkan mereka"


Sontak Arif langsung membelalakkan kedua bola mata tak lupa seluruh tubuh gemetaran.


Joon Woo langsung menangkap perubahan dari si pelaku.


📞 : " Halo Rif , kau dengar ucapan ku?" tanya si penelepon.


Lagi lagi lidah Arif terasa kelu seolah-olah tidak mempunyai tenaga.


Tanpa menutup panggilan telepon , Joon Woo langsung melempar ponsel milik Arif ke salah satu dinding dekat dengan ventilasi udara.


Crashh…


Seketika hp Arif pecah tak berbentuk. Si pelempar menampilkan senyum tipisnya dan tak merasa bersalah.


" Mau teriak silahkan , tapi setelah itu lidah kau saya potong" melirik ke arah Arif.


Liliy melangkahkan kaki nya menuju serpihan hp. Siapa tau Liliy menemukan memory card yang di dalam nya ada data yang begitu penting , itung itung mendapatkan titik terang.

__ADS_1


Setelah mendapatkan memory card Liliy bergegas memasukan ke dalam laptop yang sudah ia persiapkan.


Tak sengaja Liliy membuka album yang isi nya ada foto seorang wanita yang sedang mengandung lima bulan.


( Oh udah punya bini kirain masih bujang ) batin Liliy sembari memperhatikan foto foto yang berada di dalam album , tak hanya itu dia menyimpan foto hasil USG calon anak nya. Di balik sifat bengis nya ternyata hati nya hello Kitty. Tapi sayang kelakuannya membuat para musuh geram.


" Elu ngapain dari tadi gue perhatiin senyum senyum aja" kini Destiya sudah berada di samping Liliy yang entah dari mana asalnya.


" Gue enggak sengaja lihat isi album foto. Ternyata si Arif udah punya bini, elu tau enggak bini nya behh… cakep cuy" mengacungkan dua jempol ke arah wajah Destiya.


" Masa sih , minggir gue mau lihat" ucap Destiya.


Destiya melihat foto dari awal sampai akhir isi nya foto bini nya. Tapi foto yang paling akhir terlihat orang sedang berpelukan dengan mesra di duga wanita simpanan si Arif , dari wajah masih terbilang masih muda.


" Wah ternyata dia tipe playboy ku kira tipe setia sama satu pasangan. Gue kasihan sama bini nya punya suami kelakuan bejat. Ih amit amit dah" ucap Destiya sembari mengusap kedua lengannya.


" Tuan Joon Woo sini " bisik Liliy agar bos nya mendekat ke arah Liliy dan Destiya.


" Ada apa?" Joon Woo tepat di belakang Destiya.


" Des coba kau tunjukkin foto yang tadi " Liliy memerintah Destiya untuk memperlihatkan foto yang barusan mereka lihat.


Joon Woo langsung mendekat ke arah laptop sembari senyum mengejek.


" Kau unduh foto ini dan ini " menunjukkan foto istri sah dan foto pelakor.


" Baik tuan " ucap Liliy.


( Lihat saja kau hari ini , akan saya kasih surprise ) batin Joon Woo sambil jalan ke arah Arif yang sedang pingsan.


" Tuan?!" panggil Destiya.


Joon Woo membalikkan badan " Apa?".


" Istri sah nya buat tuan aja. Kasihan dianggurin " setelah mengucapkan kata tersebut , Destiya langsung ngacir cari perlindungan agar tak mendapatkan ceramah dari Joon Woo.


" Hahahaha… gue setuju sama pendapat mu Des Mayan body nya masih yahud " bukan Liliy kalau tidak menambahkan bumbu bumbu pergibahan.


Joon Woo tak menghiraukan ucapan mereka berdua anggap radio rusak.


" Ciye tuan terpesona pada pandangan pertama uhuyy…" lagi lagi Liliy menggoda tuannya sembari mengetik sesuatu di laptopnya.


"Diam kalian berdua , kalau kalian masih mengoceh yang tidak benar. Mulai hari ini saya turunkan gaji khusus buat Liliy dan Destiya" Joon Woo mulai mengeluarkan ultimatum.


Liliy langsung kicep dan melanjutkan tugas nya , sedangkan Destiya masih ngedumel " yah… enggak asik". Gumam Destiya masih bisa terdengar jelas oleh Jhonatan , Samuel , Reyhan dan Bernard.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2