
Hallo apa kabar kalian! semoga baik-baik saja kalian semua,oh iya author ada hot news nih mau tau enggak hehe...bahwa author punya novel baru. Novel ini tentunya berbeda dengan novel yang sebelumnya, novel kali ini bergenre romantis, misteri, dan cinta beda usia. Novel ini bercerita tentang seorang ceo yang tak kunjung menikah dengan seizin tuhan dipertemukan dengan seorang wanita yang bernama Chae Hyun, misteri kehidupan dua insan ini lambat laun akan terbongkar. Selain menjadi ceo kosmetik kita sebut saja namanya Nam-Joon, menjadi ketua mafia. Akan author perjelas sinopsis nya ini dia;
Sinopsis:
Sangat tidak nyaman, apalagi sudah ketemu dengan sanak saudara pasti makin tambah Pertanyaan yang tidak penting. Dengan pertanyaan kapan nikah? kapan punya pacar dua pertanyaan yang selalu dihindari Nam-Joon. Tak main main bisnis yang ditekuni oleh Nam-Joon berupa bisnis brand kosmetik yang terbesar di negaranya. Di balik sifat ramah dan murah senyum, Nam-Joon dikenal dengan sebutan tatapan iblis yang begitu mengerikan. Seorang ketua mafia yang sangat bengis dalam melumpuhkan rival nya. Prinsip yang dipegang sampai sekarang, kalau tidak ada yang menyenggol nya ia tidak memberontak ataupun beradu fisik. Tapi ketika ada yang mengusik ketenangan maka Nam-Joon akan bereaksi. Suatu ketika bertemu dengan seorang wanita yang bernama Chae Hyun. Bisakah dua orang ini akan bersatu di dalam atap yang sama? atau mendapatkan fakta lainnya....
Bagaimana menarik bukan sinopsis nya hehehe....oh iya sampai lupa author, dari tadi belum author kasih tau judul nya maaf ya. Nah ini dia judul novel yang baru:
Nah sekarang sudah tidak bingung mencari judul novel yang baru, yuk segera meluncur ke novel selanjutnya jangan lupa tingggalkan jejak like, komen serta klik tombol favorit agar tidak ketinggalan update selanjutnya. Author tunggu kehadiran semua nya see you....
Bocoran bab pertama duduk berdua:
Chae Hyun seorang wanita pekerja keras yang bekerja di sebuah rumah makan.Hari hari nya selalu bekerja di sini tanpa ada kata lelah.Baru berusia dua puluh tahun,Chae Hyun harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan adek nya.Tinggal di sebuah apartemen yang sangat sederhana membuat tekad kerja sangat kuat.Chae Hyun tidak mau kehidupan adiknya sama seperti nya,cukup dia saja yang merasakan pahit dunia ini.
Usia dua puluh tahun yang seharusnya bersenang senang dengan teman sebayanya dan bersekolah.Chae Hyun memilih bekerja untuk mengumpulkan pundi pundi uang.dia bertekad untuk membahagiakan adeknya,tidak peduli dengan kondisi dan perasaan saat saat ini.
__ADS_1
Pukul 6 pagi,Chae Hyun bersiap siap pergi bekerja. Sebelum beranjak pergi, dia harus berkutat di dapur terlebih dahulu.Untuk mempersiapkan makanan untuk dirinya dan adeknya.Rasa lelah ini terbayarkan ketika melihat raut wajah senang adeknya.Di tinggal pergi oleh kedua orang tua dan tidak memiliki sanak saudara.Sedih rasanya tidak punya keluarga lengkap,hanya adek nya lah yang tersisa.Adeknya bagaikan perhiasan berharga dalam hidup Chae Hyun.Obat yang paling ampuh dari sekian ribu atau ratusan obat.
"Dek...adek,ayo makan.Sudah kakak masakan makanan kesukaan mu"panggil Chae Hyun yang masih berkutat di dapur.
"Iya kak..."adek laki lakinya langsung bergegas ke dapur untuk membantu kakaknya membersihkan atau menyiapkan sarapan pagi.
"Tidak usah kamu bantu,biar kakak yang melakukan.Kamu tunggu di kursi saja"Chae Hyun tidak enak hati melihat adeknya ikut membantu dirinya di dapur.Walau adeknya bisa memasak sendiri,Chae Hyun tetap tidak mau kalau baju seragam terkena noda masakan.Cukup baju kerjanya saja yang terkena noda masakan.
"Tetapi kak..."adek laki laki nya sudah telanjur memegang spatula yang masih di dalam wajan.
"Udah,kamu duduk saja di sana.Nanti baju mu kotor"Chae Hyun mengarahkan adeknya untuk duduk di kursi yang tak jauh dari tempat memasak.
"Terserah yang penting kamu senang"sahut Chae Hyun sembari membawa lauk untuk di makan buat sarapan pagi.
Di sela sela kegiatan makan,Chung-Hee membuka suara"kak besok ada kegiatan sekolah di luar..."
"Lalu?..."sambung Chae Hyun yang baru saja memasukan sendok ke mulut.
__ADS_1
"Aku tidak mau ikut..."mengambil ikan goreng menggunakan sumpit.
"Mengapa tidak ikut.Itukan kegiatan sekolah"meletakan sendok seraya menatap mata adeknya.
Chung-Hee menunduk dengan tangan kanan masih memegang sumpit.Sedikit lama Chung-Hee menunduk sampai Chae Hyun menimpali"masalah biaya tenang saja kakak ada uang,kamu mau minta apa biar kakak ambilkan"baru memundurkan kursi.Adeknya melarang dengan kepala menggeleng.
"Tidak,maksud ku.Bukan itu masalahnya"
"Lantas apa yang membuatmu bimbang,ada masalah apa di sekolah.Coba ceritakan ke kakak"Chae Hyun kembali menarik kursi setelah sempat mendorong nya.
"Chung-Hee tidak mau kakak sendirian di rumah.Bukan masalah uang tetapi Chung-Hee tidak tega meninggalkan kakak sendiri di rumah.Lalu siapa yang memasakan kakak ketika kakak pulang kerja"
Chae Hyun menggeser kursi yang dia duduki"jangan khawatir kan kakak.Kakak kan berani di rumah sendirian,berangkat lah dek.Itu kan kegiatan sekolah mu.Katanya mau sekolah di universitas yang kamu inginkan.Ikuti semua kegiatan sekolah,kamu masih muda dek.Kesempatan mu masih banyak"mengelus kelapa adeknya.
"tetapi kak..."
"Kakak berani kok,kalau ada apa apa pasti kakak akan menghubungi sahabat kakak.Kamu tidak berangkat sekolah"melihat ke arah jam dinding.
__ADS_1
"Chung-Hee berangkat dahulu"bangkit lalu berpamitan pada kakaknya.
Setelah mengantar adeknya sampai di depan apartemen,lanjut Chae Hyun bergegas berangkat ke tempat kerja nya yang jarak nya lumayan jauh untuk di tempuh berjalan kaki.Dalam perjalanan menuju tempat kerja,Chae Hyun selalu berpapasan dengan sekumpulan anak sekolah yang berjalan menuju sekolah.Chae Hyun sempat berhenti sejenak seraya kedua mata nya mengikuti arah segerombolan anak sekolah.Tatapan Chae Hyun kepada segerombolan anak sekolah sangat kosong seolah ada sesuatu yang dia pendam.