
" Walaupun sifat dan perilaku dengan kakak sangat jauh. Ketahuilah bahwa di dalam hati ku yang paling dalam aku sangat menyayangi ayah dan ibu. Kau lah sumber kekuatan ku di saat aku terjatuh dan terpuruk. Kalian dengan sabar menghadapi sifat ku yang kaku, terimakasih sudah membesarkan aku dengan sejuta kasih sayang yang entah kapan aku bisa membalas nya. Di saat aku terpuruk ke hilangkan kakak kalian lah memberi kekuatan dan secara suka rela menyalurkan tangan dan juga memberikan senyum yang sangat hangat ke pada ku. Terimakasih ayah kau lah pahlawan ku sedari kecil sampai sekarang dan ibu sebagai sumber kekuatan " Joon Woo memeluk erat ayah nya dan menumpahkan semua keluh kesah nya yang ia tahan selama ini.
Episode selanjutnya…
POV Joon Woo
Di dalam dekapan ayah ku. Seolah memori tentang kakak ku terus berputar di dalam kepala, hingga aku sulit membuka kedua kelopak mata ku.
Saat aku mulai terpejam wajah kakak tiba tiba melintas di depan mata ku. Senyum , canda tawa dan ocehan kakak sewaktu aku memiliki salah terlihat sangat jelas. Kalaupun ada dua pilihan pilih jabatan atau keluarga, tanpa berpikir aku akan memilih keluarga. Ya aku sangat sangat merindukan kakak laki laki ku yang terpaut umur tujuh tahun. Beliau sangat jarang membentak ku kalau aku punya salah. Beliau hanya memberi nasehat yang amat mudah di pahami oleh anak kecil yang berumur tiga belas tahun.
Kakak boleh minta uang jajan.
Kakak jangan kasih tau ibu dan ayah ya janji.
Kakak bisa kerjakan tugas sekolah ku, aku tidak paham dengan pelajaran ini.
Tutur kata nya sangat mirip dengan kakek ku dia pun sangat jarang marah atau membentak seseorang kalau mempunyai salah ia memilih memberi tau di tempat lain hanya berdua tidak di tempat umum agar tidak membuat mental orang down.
POV Joon Woo off
...**...
Di saat aku bersama ayah ku di luar. Di balik korden terdapat seorang wanita setengah baya, dan ternyata ibu mendengarkan obrolan kami dari awal sampai akhir. Aku tidak mengetahui kalau ibu mengintip kami dari balik korden.
Di sela sela mendengarkan obrolan kami, ibu sempat meneteskan air mata. Sekuat hati seorang ibu akan kalah setelah mendengarkan ucapan dari anak nya dari lubuk hati yang paling dalam. Ibu pernah memaksa ku untuk tersenyum , ramah dengan orang sekitar namun aku tak kunjung berubah hingga saat ini. Entah sampai kapan aku bisa berubah.
...**...
Pagi hari nya semua sudah kumpul di meja makan. Di sana sudah ada orang tua Joon Woo , Arsen , Adit , Joon Woo dan juga Jhonatan dkk. Mereka semua sarapan bersama tanpa ada obrolan. Mereka fokus dengan makanan yang berada di depan nya hanya suara dentingan sendok garpu yang saling beradu.
Setelah sesi sarapan nya telah usai, baru lah mereka membuka obrolan.
" Nak, ayah sama ibu akan pulang ke mansion sehabis sarapan pagi ini " ucap ayah Joon Woo setelah menengguk tandas air yang berada di dalam gelas.
" Bareng kita aja om. Kan kita mau pulang " sambung Destiya sambil mengunyah telur rebus.
" Benarkah " tanya ibu Joon Woo kepada anak nya.
__ADS_1
" Benar , saya sudah menyiapkan helikopter dua untuk keberangkatan pagi ini " kini yang menjawab justru Arsen.
" Berapa lama kita akan menunggu kedatangan helikopter bang? " tanya Jhonatan.
" Mungkin sekitar dua puluh menit "
Dan benar saja, selang beberapa menit ke datangan dua buah helikopter dengan suara yang begitu bising di telinga serta angin yang begitu kencang.
Mereka semua telah rapi dan siap untuk pulang ke rumah masing masing tapi tidak dengan Jhonatan dkk mereka memilih menumpang di mansion Joon Woo. Di depan sudah banyak Mafioso yang berjejer rapi di samping kanan kiri untuk menyambut tuan muda dan tuan besar sampai di depan helikopter.
Sebelum meninggalkan markas nya , Joon Woo membalikan badan nya menghadap para Mafioso nya.
" Terimakasih atas kerja keras kalian, mulai saat ini kalian boleh kerja sambilan yang kalian inginkan " ucap nya sembari membungkukkan badan nya sembilan puluh derajat.
Dan para Mafioso lainnya mengikuti gerakkan tuan muda " terimakasih banyak tuan muda "
Setelah memberikan ucapan terimakasih baru lah mereka naik ke helikopter.
...**...
" Haah… sampai juga " keluh Adit sembari memegangi pinggang nya.
" Kalian semua langsung ke ruangan biasa nya. Kita bahas masalah sampai tuntas "
Jhonatan dkk langsung lari masuk ke dalam.
Hos…hos… tangan Liliy salah satu memegang dinding yang satu nya memegang dada, ia tengah mengatur nafas setelah berlarian dari halaman depan sampai lantai tiga.
" Buset dah tiap hari di suruh lari lari " sahut Reyhan mengusap peluh keringat di kening nya.
" Ck,, mana lift lagi eror , di tambah enggak ada eskalator. Dari lantai satu ke lantai tiga harus lari lari melewati anak tangga. Nasib nasib… " sambung Bernard.
Mereka semua langsung meraih kursi masing masing dan segera mengistirahatkan badan.
" Kenapa pintu tidak di tutup " suara Joon Woo kembali terdengar sampai ke telinga anak buahnya yang tengah istirahat.
" Bangun!! " Joon Woo menggebrak meja karna ada orang yang tidur di meja diskusi.
__ADS_1
Orang yang tengah tertidur sebentar langsung menarik tubuh nya dan menyandarkan punggung nya ke punggung kursi dengan mata yang sulit di buka.
" Liliy!! apa kamu sudah menyiapkan file , laptop dan flashdisk "
Liliy yang tengah mengantuk langsung membuka mata selebar lebar nya dan rasa kantuk seketika sirna setelah mendengar ucapan Joon Woo yang bagaikan petir menyambar.
Liliy tengah menampilkan cengirannya sembari menggaruk kepal nya " Hehe… belum "
Joon Woo mengusap wajah kasar nya kemudian meraih kursi yang berada di hadapannya.
Reyhan dan Jhonatan berinisiatif mengambil barang yang di perintah oleh Joon Woo " biar kami saja yang mengambil "
Sesaat kemudian…
" Ini barang nya " menyodorkan laptop dan flashdisk ke hadapan Liliy.
Tak butuh waktu lama Liliy mampu meretas situs web yang berada di media sosial mengenai Vidio dan artikel tentang grup Black Diamond. Setelah di selidiki ternyata terdapat puluhan artikel yang tidak benar.
Dengan cekatan Liliy mampu masuk ke dalam akun akun orang yang menyebar hoax dengan kata lain mengehack. Di situ Liliy dapat leluasa menghapus Vidio yang telah di upload dan tak lupa ia menambahkan virus ke akun tersebut.
Tujuan nya agar tidak bisa menggunakan akun tersebut selama tiga bulan, itung itung membuat orang itu jera. Liliy membutuhkan waktu dua jam untung nya di bantu oleh Joon Woo kalau tidak mungkin bisa membutuhkan waktu berjam jam.
Setelah beres menghapus artikel dan Vidio , langkah selanjutnya mengupload artikel yang sebenar nya tentang grup Black Diamond dan mengunggah artikel minta maaf dari Black Diamond sendiri.
Tak butuh waktu lama artikel yang Liliy upload berhasil menyita perhatian para netizen dan fans nya, berbagai macam komentar telah memenuhi kolom komentar. Sebelum meninggalkan web tersebut , Liliy sudah menghapus jejak agar tidak di ketahui oleh orang lain.
" Yee… dah beres semoga grup kita tetap berjaya" ujar Liliy ketika sudah selesai menjalankan misi nya.
...Tamat…...
Terimakasih atas dukungan dari teman teman. Maaf kalau author ada salah kata dalam penulisan dan jalan cerita.
Dan terimakasih telah menyisihkan waktu nya untuk membaca karya author yang masih newbie ini hehe...😁 jangan lupa baca karya author lain nya yang berjudul Ambil saja suamiku.
Dan jangan lupa tinggalkan jejak like , komen dan subscribe agar author semangat membuat cerita selanjutnya…
Bye sampai ketemu di cerita selanjutnya 👋😉.
__ADS_1