
" Gue enggak dengar ya! dan elu ngapain ikut-ikut segala sana pergi gue mau sendirian disini " timpal Reyhan.
Samuel tak habis pikir kelakuan Reyhan yang sekarang.
Ting … bunyi pesan masuk dari hp Samuel. Samuel cepat-cepat membuka dan ternyata pesan dari Jhonatan.
( temani Reyhan tanya pelan-pelan ada apa dengan dirinya dan jangan terpancing emosi mungkin dia ada masalah, ingat pesan gue ) isi pesan dari Jhonatan.
Episode sebelumnya…
Kini kedua nya duduk santai di gazebo tanpa kata terucap dari bibir masing-masing. 15 Menit berlalu hanya sekedar duduk manis dan hanyut dalam pikiran masing-masing.
Sampai suara Samuel mengagetkan Reyhan yang dari tadi melamun.
" Kita di sini ngapain Rey ? dari tadi bengong melulu kalau cuman pindah duduk dong mendingan kita main basket" ucap samuel.
Reyhan menatap sekilas wajah Samuel dan kembali ke posisi semula menghadap ke depan.
" Gue enggak ada masalah Sam , cuman badan gue sedikit capek" jawab Reyhan.
" Yakin cuman itu aja Rey? enggak ada yang lain kan"
" Terus tadi elo lihat Liliy sama Joon Woo muka mu sedikit masam"
" Dan hubungan elu sama Liliy apa Rey?" tanya Samuel.
" Hubungan gue sama Liliy sebatas adek udah gue anggap Liliy seperti adek gue yang udah meninggal Sam dan muka gue biasa aja ngelihat Liliy sama Joon Woo , mungkin cuman perasaan mu aja kali sam" tutur Reyhan.
" Yakin cuman sebatas adek kakak Rey?" Samuel terus menggali informasi sedetail mungkin.
" Of course" ucap Reyhan.
Samuel merasa belum puas atas penjelasan Reyhan. Walaupun ia sesekali melihat mata Rey yang di dalamnya ada sesuatu kebohongan tak sinkron sama ucapannya.
" Ayo Sam kita ke ruang gym " ajak Reyhan.
" Ngapain sih ke situ di sini aja mumpung udaranya segar" jawab Samuel
" Mau main petak umpet" jawab Reyhan dengan nada ketus.
" Hahahaha… sensi benget sih Lo Rey gue hanya bercanda, ya udah kuy kita nge-gym biar hatimu senang" Samuel yang udah terlanjur bersemangat tiba-tiba terdengar suara dari arah Utara.
"Hay kalian! ternyata di sini" teriak seorang gadis cantik.
Kedua remaja pria menoleh ke arah sumber suara. Reyhan sempat menoleh sebentar setelah itu buang muka.
" Hey! hey! jangan lari liy nanti kesandung" ucap samuel sambil teriak.
Bruk!,, " aw" rintih Liliy.
__ADS_1
Liliy tersandung bongkahan batu yang tidak ia lihat.
" Kan udah di bilangin Samuel jangan lari dungu sih elu , sini mas periksa kaki elu" ucap Reyhan.
Kedua orang menghampiri Liliy yang sudah duduk di atas rerumputan.
Reyhan tak tega melihat Liliy kesakitan , sekalipun di gigit semut , nyamuk maupun serangga lainnya Reyhan akan marah. Betapa pedulinya Reyhan kepada Liliy , Reyhan seolah-olah ia melihat adek nya di dalam tubuh Liliy.
" Waduh dek lutut mu berdarah sini biar mas gendong" Reyhan jongkok di depan Liliy supaya Liliy tidak kesusahan berjalan.
Samuel inisiatif melepas sandal yang melekat di kaki liliy biar tidak mengenai baju Reyhan. Karna sandal yang di pakai Liliy sudah berlumuran tanah bercampur dedaunan.
" Makasih sam" ucap Liliy
" Hmm… tadi elu kesini ngapain lari sih jalan juga bisa kayak anak kecil minta mainan " ledek Samuel.
"Ck " cibir liliy . Mendengar ledekan Samuel seketika Liliy cemberut bibir nya maju 1 cm seperti bebek. Betul kata Bernard bibir Liliy seperti bebek.
" Oh iya gue lupa mau ngabarin kalian" ucap Liliy.
" Apa? " ucap mereka serempak.
" Ngumpul di ruang bawah tanah kita kan belum rundingan buat nanti malam" ucap Liliy.
" Ooo… kirain apa"
Mereka bertiga telah sampai di ruang klinik mini , eits bukan sembarang klinik biasa melainkan klinik yang perlengkapan medis paling lengkap melebihi rumah sakit. Hanya saja dokter dan suster tidak di sediakan di dalam mansion.
" Sam tolong ambilkan betadine ,kain kasa dan plaster tanpa pad di rak bagian tengah" ucap Reyhan.
Samuel langsung mencarikan yang di butuh kan Rey.
" Nih yang elu butuh" ucap Samuel.
" Thanks Sam". Rey langsung mengoleskan obat ke luka ,ya meskipun enggak terlalu dalam luka nya tapi namanya luka segera di obati kalau di biarkan bisa jadi terkena infeksi / bakteri.
" Aw…perih" keluh Liliy.
Seketika Rey meniupkan luka yang berada di lutut sebelah kanan.
" Sorry dek" ucap Rey sambil menutupkan lukanya dengan plaster tanpa pad warna putih bening.
Liliy terus memperhatikan wajah Reyhan dari dekat.
" Nah udah selesai coba gerakkan lutut mu" perintah Reyhan.
Dari pada membuang waktu Liliy langsung turun dari bad pasien melangkah meninggalkan mereka berdua. Sebelum meninggalkan berdua Liliy membalikkan badannya menghadap mereka.
"Makasih mas udah enakan, ayok udah waktunya keburu telat" sekilas Liliy melihat jam tangan yang sudah menunjukan pukul 5 sore"
__ADS_1
Mereka bertiga segera ruangan ke lantai bawah tanah dekat aula.
****
" Kalian semua sudah siap?! " tanya Joon Woo kepada semua anak buah
" Sudah tuan" jawab serentak anak buah Joon Woo.
Tepat pukul 9 malam Joon Woo berserta anak buah berjumlah 100 orang tak ketinggalan 6 anggota Elit nya turut serta dalam penyerangan cabang markas yang berada di negara S. Dan masing-masing 6 anggota Elit mempunyai anak buah berjumlah 5 orang yang kemampuan bela diri di atas rata-rata.
" Kalian sudah membawa senjata utama , senjata cadangan , pelindung badan serta sarung tangan" tanya Joon Woo sebagai ketua Mafia Black King ia memastikan anak buah nya selamat sebisa mungkin tidak ada korban yang berjatuhan.
" Sudah tuan " jawab serentak semua anak buah.
" Sebelum berangkat kita berdoa dulu agar selamat berangkat lengkap pulang harus lengkap"
" Berdoa mulai " Joon Woo memimpin doa bersama .
" Selesai , kita berangkat sekarang " perintah Joon Woo
Sebagian mengendarai motor dan sebagian mengendarai mobil. Sebagian sudah ada yang berangkat duluan menyebar ke titik yang sudah di tentukan oleh tuannya dan sebagian masih tertinggal bersamaan mobil Joon Woo beserta 6 anggota elitnya.
Mobil pertama di isi oleh Joon Woo bersama Jhonatan yang di kendarai langsung oleh Jhonatan.
Mobil kedua di isi Liliy dan Destiya di kendarai langsung oleh Destiya.
Yang terakhir mobil di isi Reyhan , Samuel dan Bernard di kendarai langsung sama Reyhan.
Dan di belakang mobil Reyhan terdapat sebagian anak buah Joon Woo berpakaian santai layaknya anak tongkrongan agar tidak di ketahui oleh musuh.
"Kalian semua sudah memasang alat earpiece dengan model terbaru" ucap Liliy menggunakan HT.
" Sudah" perwakilan dari Joon Woo.
" Di bagian luar earpiece terdapat alat pelacak dan langsung terhubung ke tab yang saya pegang" ucap Liliy masih menggunakan HT.
" Ok liy" sekarang perwakilan Samuel.
*
Jalan yang di tempuh kini mulai mendekat ke titik tempat penyerangan , jalan menuju markas rusak parah dan terdapat pepohonan yang cukup besar dan berdempetan. Butuh waktu hampir 20 menit.
Sebelum mendekat ke area penyerangan terdapat serangan tiba-tiba dan tergolong masalah kecil.
Namun tetap waspada jangan sampai terlena.
Dor!!…
Peluru mencoba menembus kaca mobil tapi sayang nya setiap kaca mobil di lapisi kaca anti peluru dan retak.
__ADS_1
Bersambung ……