Idol Or Mafia Elite Member

Idol Or Mafia Elite Member
Membangunkan singa yang tertidur.


__ADS_3

Joon Woo menangkap gerak gerik aneh dari Liliy." Kamu kenapa Liy?" .


Seketika semua orang memandang ke arah Liliy.


" Perut ku sakit , di sini ada toilet" yang sedari tadi memegangi perutnya.


" Itu di dekat meja kecil " Joon Woo menunjukan arah kamar mandi.


Episode selanjutnya…


Tepat hari ini Jhonatan dkk melakukan syuting Vidio untuk debut nya. Para staf di sibukkan dengan tugasnya masing-masing. Syuting Vidio di lakukan tiga tempat.


Liliy dan Destiya berada di ruang make up khusus cewek , sedangkan Jhonatan dan lainnya di ruangan khusus cowok.


Situasi ruang make up cewek.


"Liy , elu lapar apa enggak ?" Destiya yang masih di make up tiba-tiba perutnya lapar.


" Gue juga Des" ucap Liliy.


"kalian lapar ya?" tanya salah satu staf yang berada tak jauh dari mereka.


" Iya kak , apa boleh kita makan sambil di make up in ?" tanya Liliy.


" Boleh siapa yang melarang. Kalau enggak makan yang ada saya di marahin sama atasan" ucap salah satu staf.


" Maaf kak saya mau tanya lagi , apakah di sini ada makanan halal?" tanya Liliy yang masih di make up in oleh MUA.


" Apakah kamu beragama Islam?" tanya MUA.


" Iya kak dia beragama Islam jadi dia tidak bisa makan yang mengandung alkohol dan daging babi " ujar Destiya.


" Maafkan saya yang tidak tau kalau anda tidak di perboleh makanan alkohol dan daging babi. Saya akan menggantikan dengan makanan yang halal. Apakah teman kamu yang cowok ada yang beragama Islam seperti anda?" tanya salah satu staf wanita.


"Ada tiga orang yang beragama Islam" jawab Liliy.


" Baiklah saya akan membawakan makanan halal untuk anda dan juga teman anda" sang staf wanita meninggalkan ruangan make up untuk membawakan makanan halal.


Mereka berdua segera menyelesaikan make up dan mengganti baju khusus hari ini , tapi bagian bibir belum di kasih lip tint di karenakan akan makan. Kan sayang kalau udah di kasih lip tint terus di buat makan yang ada bisa rusak tatanan.


Sang staf wanita memasuki ruangan make up sambil membawa pesanan Liliy. Liliy melihat staf wanita kesusahan membawa makanan , ia inisiatif membantu agar tidak kewalahan.


" Terima kasih kak , maaf ngerepotin" ucapan terimakasih sambil membukukan badan ke staf wanita tersebut.


Akhirnya mereka berdua makan bersama dengan suasana santai tanpa terburu-buru.

__ADS_1


Situasi ruang make up cowok.


Para cowok sudah di make up. Mereka tinggal menunggu baju yang khusus hari ini.


Bernard melihat di sebrang meja terdapat jejeran makanan dan minuman yang menggugah selera makan.


Bernard menepuk pundak Samuel yang berada di dekatnya" Sam kita makan yuk , kayaknya tuh makanan enak kelihatannya".


" Halal enggak tuh?" tanya Samuel.


" Bentar gue cek dulu" Bernard melangkahkan kakinya menuju meja.


Bernard mengecek satu persatu ternyata tidak ada makanan yang halal , di situ full makanan haram. Bernard kembali ke arah Samuel.


" Enggak ada yang halal Sam" ucap Bernard.


Jhonatan menghampiri Bernard dan Samuel.


" Ada masalah apa Ber? dari tadi gue perhatiin ribut melulu" ucap Jhonatan.


" Jho gue minta tolong dong kabari pihak konsumsi bawakan makanan yang halal dua orang " ucap Samuel.


Baru aja di bicarakan ternyata kedatang staf wanita dari ruang sebelah. Staf wanita membawakan makanan halal dengan dua porsi.


" Panjang umur tuh cewek baru aja di omongin ternyata ia membawakan makanan halal" ucap Reyhan.


" Terima kasih " ucap Samuel .


*


Ruang CEO.


Joon Woo sedang mengecek data yang berada di laptopnya sejak kemarin sore sampai hari ini. Terlihat dari raut wajah yang begitu lelah di tambah ada masalah di cabang markas negara S. Ia mengusap wajah kasarnya menggunakan tangan.


Lain halnya dengan Sekretarisnya , ia sangat amat sibuk ia merangkap semua tugas di Agensi X sampai masalah di markas. Dan dia akan menjadi manajer untuk grup Jhonatan dkk. Tugas yang di pikul Arsen sangatlah banyak , melebihi Joon Woo.


" Kapan nih tugasnya kelar , gue pengen tidur sebentar. Jangan kan untuk tidur , makan aja sering terlambat dan untungnya ia rajin olahraga di ruangan nya khususnya di dalam kamar tidur. Ia sebisa mungkin menjaga bentuk tubuhnya agar tetap fit" Arsen yang tugasnya hampir selesai ia memutuskan untuk tidur sejenak di sofa agar otaknya bisa dingin.


Belum ada 10 menit ia tidur terdengar telpon yang berada di meja kerja berbunyi , dengan langkah gontai menuju meja kerjanya.


" Arsen kamu kemari cepat! " terdengar suara Joon Woo membuat kepala Arsen nyut-nyutan.


" Baik tuan " Arsen segera menutup telpon dan segera menuju ruangan Joon Woo.


Tok…tok ceklek.

__ADS_1


Arsen membuka pintu ruangan CEO " permisi Tuan ada yang bisa saya bantu".


"Kumpulkan semua petinggi yang berada di dalam gedung ini , ada yang tidak beres masalah keuangan" perintah Joon Woo.


" Baik tuan akan saya umumkan" ucap Arsen.


" Rapatnya di ruangan saya" ujar Joon Woo.


Arsen segera keluar dari ruang CEO dan berjalan menuju ruangannya. Ia segera menghubungi semua petinggi yang bekerja di Agensi X. Tanpa menunggu lama semua petinggi telah memasuki ruangan CEO.


Raut wajah para petinggi begitu tegang setelah melihat wajah sang CEO yang sedang menahan amarah.


" Arsen hidupkan Lcd proyektor " perintah Joon Woo.


" Baik " Arsen segera melaksanakan perintah Tuannya.


Joon Woo segera menyambungkan laptopnya ke LCd proyektor.


Di dalam Lcd proyektor terdapat data-data yang cukup mencurigakan terutama keuangan yang selisihnya sangat jauh.


Manajer keuangan terlihat gelisah setelah melihat rekapan yang berada di layar depan.


Joon Woo menatap orang-orang yang berada di depannya dengan tajam serta rahang nya yang begitu tegang menahan amarah.


Joon Woo bangkit dari kursinya berjalan ke depan sambil memasukan tangannya di saku celana. Dan berkata " siapa yang coba-coba bermain api di belakang saya!! " teriak Joon Woo.


Sontak semua petinggi yang berada di situ di buat tegang serta wajah pucat. Semua tak ada yang berani berbicara , semua menundukkan kepalanya.


"Saya tau anda mencoba korupsi keuangan Agensi saya dengan cara licik dan rapi , untung nya saya dapat mengetahui siapa pelaku yang berada di balik layar" sindiran keras untuk si pelaku.


Joon Woo bersandar di dekat mejanya sambil memperhatikan manajer keuangan berserta antek-antek nya.


" Tidak ada yang mengaku , baik terpaksa saya akan memblacklist nama kalian agar tidak ada yang mau memperkerjakan lagi di mana pun itu. Dalam hitungan ke tiga tidak ada yang mengaku, nama kalian secara otomatis masuk di dalam buku hitam saya " ujar Joon Woo.


" Arsen catat nama yang saya sebut dan tarik semua fasilitas yang mereka punya tanpa terkecuali " perintah Joon Woo.


Sang pelaku di buat ketar ketir setelah mendengarkan ancaman dari Joon Woo.


" Arifin Muhammad berkerja di bagian manajer keuangan , catat nama itu Arsen" ucap Joon Woo.


" Jangan Tuan , jangan memasukan nama saya di buku hitam anda Tuan. Saya mohon" sang pelaku lari ke arah Joon Woo sambil memohon agar namanya tidak di catat . Ia memohon dengan cara bersimpuh di kaki Joon Woo.


Joon Woo menendang kaki nya dengan kuat agar sang pelaku dapat melepaskan genggaman tangannya yang kotor itu dari tubuh Joon Woo.


Tak hanya Arifin yang memohon dua rekannya juga terlibat dari masalah ini. Ia sama-sama memohon langsung di hadapan Joon Woo dan para petinggi lainnya. Mereka tidak mempedulikan cemooh dari mulut para petinggi lainnya.

__ADS_1


"Untuk kalian bertiga bagi saya tidak ada kata maaf dan ampun dari mulut kalian , saya sudah memantau Kalian dari dua Tahun yang lalu , tapi kalian bertiga tidak sadar malah menjadi-jadi. Kalian mengambil uang Agensi untuk kepentingan pribadi sungguh biadab kelakuan anda. Saya rugi 5 Milyar !!" amarah Joon Woo yang tidak bisa ia tahan dan untungnya ruangnya di lengkapi alat kedap suara jadi orang lain tidak mendengarkan obrolan mereka.


Bersambung…


__ADS_2