Idol Or Mafia Elite Member

Idol Or Mafia Elite Member
kesialan


__ADS_3

Jhonatan bergegas lari ke arah bangku belakang guna memastikan ucapan kakaknya benar atau tidak.


Srekk… korden yang berada di kaca mobil bagian belakang di buka sedikit hanya sekedar memantau.


Dan benar saja di belakang mobil Joon Woo terdapat motor ninja hitam yang terus mengikuti. Untung nya mobil Joon Woo tidak terlalu besar jadi bisa terlihat ada mata mata atau tidak.


Episode selanjutnya…


Jhonatan langsung balik badan " guys gawat ada yang ngikutin kita dari belakang. Persiapan diri kalian jangan lupa pakai penutup wajah " dari kepala sampai leher tertutup rapat oleh kain dan yang tersisa hanya bagian mata.


( Ck , baru aja datang langsung masa harus perang sih ) gerutu Liliy.


Jhonatan dkk sudah siap kalau terjadi apa apa , mereka membawa senjata api dan ada juga membawa alat panahan.


Liliy mengeluarkan alat pelacak di dalam tas. Liliy terus mengotak ngatik sampai menemukan titik musuh itu berada , dan benar saja posisi musuh tepat di belakang mobil mereka saat ini.


Sebisa mungkin Liliy berfikir tenang dan tidak gegabah. Ia menelepon anak buah nya yang berada di markas.


📞 : " Halo gue ada tugas buat kalian "


📞 : " Tugas apa bos? "


📞 : " Sambungan telpon jangan kau putus, gue akan kirim tugas kalian ke hp mu"


Liliy memfoto hasil pantauan yang berasal dari alat pelacak nya yang ia bawa selalu.


📞 : " Sudah gue kirim. Pantau terus jangan sampai lengah , gue sama yang lain menuju ke markas. Kalau ada sinyal yang berbahaya hubungi gue secepatnya"


📞 : " Ok bos "


Tut… panggilan terputus.


Destiya menghampiri Liliy " bagaimana Liy masih aman atau sebaliknya?".


" Gue belum memastikan ini bahaya atau tidak " ungkap Liliy.


Destiya mengangguk mengerti.


" Bang Jho , kau sudah menghubungi Joon Woo. Seperti nya mobil kita akan di hadang. Di dalam pengamatan alat lacak menunjukkan di depan ada perempatan di situ si mata mata beraksi. Kemungkinan ada 10 orang masing masing membawa senjata api" jelas Liliy.


" Gue udah menginformasikan ke Joon Woo berserta anak buah gue. Dari hasil rapat dadakan dari Joon Woo kita akan pindah mobil dengan cara melompat tepat mobil ini sedang berjalan di atas kecepatan. Jadi persiapkan barang bawaan yang penting , jangan lupa masker nya jangan di buka sampai masalah ini selesai" ucap Jhonatan.


5 Menit kemudian ada 2 mobil yang ukuran nya besar setara bus mini. 2 mobil tersebut melaju dengan cepat , yang satu nya di tugaskan mengalihkan perhatian ke si mata mata , yang satu nya di tugaskan mengangkut 6 anak buah Joon Woo.


Tin…tin…tin…

__ADS_1


Mobil besar warna putih kini tepat di sebelah kiri mobil yang mereka tumpangi. Jhonatan memberi aba aba kepada rekannya.


Sreek… pintu mobil terbuka wusshh…. angin tertiup sangat kencang.


Kedua mobil sama sama pintu nya terbuka dan jarak yang tidak begitu panjang setara tinggi tiang listrik.


" Ayo cepat waktu nya tidak banyak" perintah Jhonatan.


Hap…


Hap…


Hap…


Mereka telah pindah ke mobil satu nya , mobil yang tadi tidak ada penumpang hanya 1 orang sebagai supir.


Sreek… Jhonatan menutup pintu mobil.


" Kalian semua aman kan?" Jhonatan mengecek rekannya siapa tau ada yang cidera waktu lompat.


Semua menggelengkan kepala. Di rasa sudah aman baru lah Jhonatan menghubungi Joon Woo.


📞 : " Tuan semua selamat tanpa ada yang cidera "


📞 : " Baik tuan"


Huftt… menyandarkan punggungnya di jok mobil.


...**...


Di sisi lain Pria yang tadi mengenakan masker warna hitam kini kehilangan jejak. Yang tadi nya ada satu mobil menghadang kini sudah melaju entah kemana.


Sang pria berdecak sebal, umpan yang tadi di depan mata kini entah kemana perginya.


" Sial!! " umpatnya " gara gara mobil yang enggak tau diri jadi kehilangan jejak" . pria itu terus melaju motor nya.


5 Meter kemudian mobil yang di tumpangi Jhonatan dkk telah di depan mata. Si pria bermasker hitam langsung tancap gas , ia langsung menyelip ke arah kanan dan berhenti tepat di depan mobil itu.


Bim!!…bim!!…bim!!…


Si pria bermasker hitam turun dari motor tanpa membuka kaca helm. Ia terus menggedor jendela kaca mobil dengan gedoran yang sangat keras.


" Buka kacanya!! " ancam si pria.


Sopir yang berada di dalam masih enggan membuka. Yang berada di luar di buat geram karna yang berada di dalam tak ada jawaban atau respon.

__ADS_1


Tok… tok…


Masih sama tak ada respon , tanpa berlama lama jendela kaca bagian belakang sopir di pecah menggunakan alat car safety hammer.


Craang!!…


Kaca berhamburan di jalan raya dan sebagian masuk ke dalam.


Si pria mengerutkan alisnya lantara di dalam mobil tidak ada orang , hanya sang sopir yang berada di dalam.


" Hey kamu!! " sang sopir turun dari mobil.


" Kamu siapa? berani beraninya pecahkan jendela kaca mobil saya" mendorong bahu pria yang berada di hadapannya.


" Bukan urusan anda" menunjukan sang sopir mengunakan jari telunjuknya disertai dengan nada tinggi.


" Loh loh kok anda yang marah justru yang marah saya bukan anda. Datang datang dengan cara enggak sopan di ajak ngobrol santai eh , anda malah marah marah enggak jelas" sembari bersidekap dada.


" Cih jangan sok polos anda" sambil mengeluarkan senyum mengejek " kau bawa kemana penumpang di sini?" tanya si pria.


Sang sopir harus pintar memainkan ekspresi wajah agar tak di ketahui oleh lawan bicara. Dan saat ini sang sopir menggunakan ekspresi wajah datar " saya tidak mengerti maksud anda".


Si pria mulai tersulut emosi " jangan sok bodoh deh mulai mengepalkan tangannya.


" Yang bodoh saya atau anda. Sudah ada bukti di mobil tidak ada siapa-siapa , main tuduh aja".


" Halah pasti kau yang pindahkan semua ke tempat mobil yang lainnya"


Bugh!!…


Sang sopir tersungkur di jalan raya sampai di sudut bibir nya mengeluarkan darah. Sang sopir bangkit dengan perlahan sembari mengusap luka nya menggunakan punggung tangan.


Bugh!!…


Memukul bagian perut sampai terjungkal ke belakang.


Aaarrggh… pria tersebut memegang perut nya yang sakit yang di sebabkan oleh pukulan keras.


Tin… tin…tin… bunyi klakson yang berasal dari berbagai mobil. Posisi mobil berada di tengah jalan yang mengakibatkan kemacetan panjang.


" Woy!! minggir ini jalan raya umum bukan punya nenek mu. Sana kalau mau berantem di ring tinju" aksi protes masyarakat pengguna jalan raya umum.


Sang sopir langsung masuk ke dalam mobil tanpa memperdulikan pria gila itu.


Si pria memakai helm sama juga langsung menghampiri motor nya dan melanjutkan perjalanan, di tengah perjalan pria memukul stang motor " sialan gue kehilangan jejak".

__ADS_1


__ADS_2