Idol Or Mafia Elite Member

Idol Or Mafia Elite Member
Bikin Vlog


__ADS_3

Beberapa menit kemudian pesanan mereka datang , mereka makan bersama di penthouse Joon Woo.


Makanan sudah tertata rapi di atas meja dan penampilannya yang begitu menggiurkan.


" Hmm… bau nya kayak nya enak nih " Liliy langsung mencomot sepotong pizza yang di atasnya di kasih lelehan keju mozzarella.


Dan jadilah mereka semua makan bersama dan bermalam di Penthouse.


Episode selanjutnya…


Pagi yang cerah para penghuni Penthouse masih terlelap di alam mimpi.


Situasi malam hari.


Setelah sesi curhat antar bos dan anak buah , mereka memutuskan bersantai ria sebelum ke datangan tugas baru yang begitu menguras otak dan juga tenaga.


Liliy berinisiatif mengajak teman temannya membuat Vidio vlog entah itu game , cover lagu atau hanya sekedar sapa.


" Eyoo guys kita bikin vlog yuk , udah lama gue enggak bikin Vidio" ajak Liliy.


" Wah ide bagus tuh Liy , gas lah kalau gue " Bernard begitu semangat setelah mendengarkan ajakan Liliy.


" Kalau yang lain ikut atau enggak " tanya Liliy masih mengatur kameranya.


" Apa dulu nih judulnya dek?" Rey mendekat ke arah Liliy dan ia duduk tepat di sebelah Liliy sambil ngeliatin Liliy membenarkan kamera.


" Mau nya sih bikin cover lagu , tapi di sini enggak ada alat musik " Liliy melihat sekeliling namun tak kunjung menemukan yang ia inginkan.


Joon Woo mendengarkan obrolan Liliy dan Rey tentang bikin Vidio cover lagu " Kalian mau cover lagu?".


Liliy menoleh ke arah Joon Woo" iya tuan tapi masalahnya kita enggak bawa alat musik".


Joon Woo menaikan alis sebentar dan berkata " kenapa kalian tidak tanya ke saya , di sini saya mempunyai alat musik lengkap" Joon Woo bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah ruangan rahasia.


Mereka yang awalnya tidak tertarik lama lama , mereka menyusul Joon Woo ke ruangan rahasia yang berada di samping kamar tidur.


Kreak… pintu di buka , satu persatu lampu yang berada di dalam nyala seiring langkah pemilik rumah.


Mereka takjub dengan isi ruangan rahasia milik Joon Woo mulai dari Mike biasa sampai yang model mewah , Gitar Klasik , Gitar Bass , sampai Gitar Lap Steel. Keyboard , Digital Piano dan Grand Piano. dan tak lupa drum Pearl Export. Di sana barang barangnya tertata rapi.


" Wow gue baru tau kalau si bos mempunyai harta Karun yang isinya WOW…" ungkap Destiya.


Joon Woo mempersilahkan mereka masuk " masuk lah dan pilih yang kalian pakai jangan lupa habis main di kembalikan di tempat ini".


" Baik tuan " Jhonatan dkk mulai milih alat musik apa yang ia pakai nanti.


Sebelum memilih Jhonatan mengarahkan kepada rekanya " ok akan rundingan terlebih dahulu sebum menentukan siapa yang bagian vokal , gitar , keyboard dan drum". Jhonatan mengisyaratkan ke pada mereka agar mereka mendekat.


" Gimana setuju kan " ujar Jhonatan.


" Ok juga ide elu " ujar Samuel.


" Ayo cepat kalian berpencar agar kita bisa bikin cover lagu " ucap Liliy.


Jhonatan dkk tengah menenteng alat musik yang mereka akan pakai.



Jhonatan bagian drummer.


Samuel bagian gitar elektrik.


Reyhan bagian Bass.


Bernard bagian keyboard.


Destiya sebagai vokalis.


Liliy sebagai vokalis di tambah ia membawa gitar elektrik.



Mereka keluar dari ruangan rahasia milik Joon Woo. Jhonatan dkk menghampiri Joon Woo yang sedang duduk duduk santai sambil melihat pemandangan bintang di malam hari.


Liliy menghampiri Joon Woo yang sedang termenung sambil melihat taburan bintang di langit malam. Tak lupa ia membawa gitar elektrik yang dia peroleh dari ruangan rahasia.


" Tuan Joon Woo" panggil Liliy, saat kemudian Joon Woo tersadar dari lamunannya.


" Oh , kalian sudah kembali " Joon Woo mengubah posisi duduknya menghadap ke Liliy.


Jhonatan , Reyhan , Samuel , Bernard dan Destiya mengikuti jejak Liliy berupa duduk di sofa sambil membawa alat musik yang mereka incar. Tapi tidak dengan Jhonatan dan Bernard. Jhonatan membawa stik drum dan si Bernard tidak membawa apapun soalnya keyboard sudah ia taruh sedari tadi di dekat meja tv.

__ADS_1


" Kalian mau menggunakan ruangan ini?" tanya Joon Woo ke semua anak didiknya.


" Apa tuan keberatan kalau iya , kita tidak usah membuat Vidio cover lagu" ungkap Destiya.


" Tidak bukan itu maksud saya , kalian boleh menggunakan ruangan ini. Asal kalau sudah selesai segera bereskan tempat ini jangan sampai meninggalkan kotoran harus bersih seperti semula" ucap Joon Woo.


" Oh… saya kira tuan akan marah tidak membolehkan kita meminjam ruangan ini " Liliy akhirnya paham maksud Joon Woo.


Joon Woo bangkit dari sofa sambil memasukan kedua tangannya ke saku celana" saya ke kamar dulu , jangan tidur sampai larut malam. Ingat!".


" Siap tuan laksanakan" ucap berbarengan.


Joon Woo berjalan menuju kamar nya entah itu benar benar ngantuk atau hanya sekedar menghindari dari kekacauan.


Di saat Joon Woo benar benar sudah hilang dari pantauan mereka , saat nya mereka memulai aksinya.


" Dek ini enaknya mau cover lagu apa?" tanya Reyhan.


" Des , enaknya lagu apa? bantuin gue mikir dong kan kita sama sama vokalis " ucap Liliy.


" Bentar Liy gue lagi mikir nih " Destiya mendekat ke arah Bernard.


" Eh eh elu ngapain dekat dekat sama gue sana menjauh dari gue" Bernard menepis genggaman tangan Destiya dari lengannya , semakin Bernard menepis semakin Destiya memeluk erat lengan Bernard.


" Abang Bernard bantuin dedek mikir dong " suara Destiya di bikin seimut mungkin.


Pufft… Liliy menahan tawanya melihat wajah Bernard yang sudah memerah menahan kesal.


" Menjauh dari tubuh gue Des!" Bernard mendorong pelan kepala Destiya agar mau menjauh darinya.


" Enggak mau" tolak Destiya . "Pokoknya sebelum Abang jawab pertanyaan dedek , dedek enggak akan melepaskan dari lengan mu".


Bernard mengusap wajah kasarnya setelah melihat tingkah Destiya yang mulai menyebalkan itu.


Samuel menepuk pundak Bernard agar tidak menimbulkan kekacauan " masalah kecil jangan di perbesar , ingat kita masih di penthouse Joon Woo. Turunin ego elu coba bicara baik baik ke Destiya ingat dia perempuan jangan terlalu keras terhadap perempuan".


Bernard menoleh ke samping di mana Destiya masih memeluk lengannya dengan erat sambil menutupkan matanya.


" Thanks bro nasehat elu " ucap Bernard.


Samuel menepuk kembali bahu Bernard sebelum meninggalkan kedua orang tersebut.


" Des" panggil Bernard dengan suara halus.Tak lupa mengusap pucuk kepala Destiya dengan tangan satunya.


" Ok ok gue lepas " Destiya akhirnya melepaskan genggaman tangannya.


" Jadi? " tanya kembali Destiya.


" Bagaimana kalau kita cover lagu milik somi yang judulnya Anymore. Kan lagunya sedang naik daun, bagaimana setuju apa enggak" tanya Bernard.


" Gue sih setuju aja bang , tapi yang lainnya setuju apa enggak sama pendapat elu" ucap Destiya.


Bernard bertanya ke lainnya" setuju apa enggak tentang pendapat gue".


" Setuju!!" ucap mereka serempak tapi yang paling keras suaranya milik Liliy.


" Ok kita bagi tugas" Jhonatan mulai mengarahkan posisi masing masing.


" Liy kamera elu udah siap" tanya Samuel.


" Udah dong , yuk kita mulai!!" ucap Liliy dengan penuh semangat.


...Anymore....


You got me second guessing everything


You mess me up, you mess me up


Smoking away all the pain


I'm rolling up, I'm rolling up


I'm taking shots to drown these memories


I'm drowning now, I'm drowning now


I shoulda never gave you the key


To my soul, yeah ( Liliy )


I wanna be your lover (lover)

__ADS_1


Don't wanna be your friend (friend)


Wish we could be forever


But I know this ain't it ( Destiya)


For now I'll be stuck in this beautiful nightmare


'Til you come back, I'll be standing right here


Do I ever cross your mind


You used to be something like a beautiful daisy


But now you're like a rose with your thorns how you hurt me


Do I ever cross your mind


Anymore ( Liliy & Destiya)


Used to be lovers now we enemies


You mess me up, you mess me up


There really ain't much left that I could say


I'm rolling up, I'm rolling up


I need some medicine to numb the pain


I'm drowning now, I'm drowning now


I shoulda never gave you the key


To my soul, yeah ( Destiya)


I wanna be your lover


Don't wanna be your friend


Wish we could be forever


But I know this ain't it


For now I'll be stuck in this beautiful nightmare


'Til you come back, I'll be standing right here


Do I ever cross your mind


You used to be something like a beautiful daisy


But now you're like a rose with your thorns how you hurt me


Do I ever cross your mind


Anymore ( Liliy )


Do you ever, do you ever


Dream about us together


Do you ever want forever


But this ain't it ( Destiya )


For now I'll be stuck in this beautiful nightmare


'Til you come back I'll be standing right here


Do I ever cross your mind ( Liliy & Destiya )


You used to be something like a beautiful daisy


But now your like a rose with your thorns how you hurt me


Do I ever cross your mind


Anymore ( Liliy )


Bersambung …

__ADS_1


Jangan lupa mampir di novel aku yang kedua


Ceo Vs Gadis sixth sense.😉


__ADS_2