
" Yee… ada yang mau traktir kita nih" ucap Bernard dengan nada menyindir.
"Siapa nih" goda Reyhan.
" Iya iya gue pesan sekarang puas kalian!"
Dengan berat hati Samuel memesan makanan ringan di aplikasi Shuttle Food Delivery.
Episode selanjutnya…
"Kalian mau pesan apa, mumpung tokonya belum tutup" tanya Samuel
"Pesan kan kami Tteokbokki + Odeng , Crispy Chicken, ,Corn dog ,Gimbab , dan Twigim " ujar Bernard.
"Hmmm..." Samuel hanya menanggapi dengan deheman lalu ia segera memesan pesanan yang di ajukan oleh Bernard.
"Udah?" tanya Liliy yang tidak sabaran.
"Baru nyet tunggu bentar ngapa" Sahut Destiya yang sedang menghiasi kuku tangan nya.
Bip....bip....bip....
Tiriring...
"Halo semua!" ucap Adit dengan senyum manis nya tak lupa di tangannya menenteng satu box pizza dan beberapa minuman es kopi.
Tap...tap...
Jhonatan dan antek antek terbengong melihat ke datangan Adit.
"Kenapa?" tanya Adit yang sedari tadi di lihatin oleh mereka.
"Bang..."
Yang tadi nya Adit mau duduk di hentikan oleh ucapan Samuel.
Dengan langkah yang lunglai menghampiri Adit.
Grep...
Samuel mencengkeram kerah baju yang di pakai Adit dengan kuat dengan sorot mata yang merah menandakan sedang menahan amarah.
"Bang elu tau, kalau gue habis pesan kan makanan dengan total yang banyak. Sedangkan elu dengan enteng nya membawa satu box pizza tanpa memberitahu kita. Dan apa yang elu tau bang, gue...."
Ucapan Samuel langsung di tepis oleh Adit.
"Terus gue harus gimana dong. Baik hati gue belikan ini ke kalian. Gue tau kalian pada kelelahan, sebagai manajer gue sebisa mungkin bersikap adil , bijaksana, dan pengertian kepada kalian semua. Ok kalau gue hari ini melakukan kesalahan , gue minta maaf ke kalian semua sebab tidak memberitahukan terlebih dahulu. Gue akan keluar dari sini sebab ada tugas yang belum gue selesaikan" Adit langsung meninggalkan mereka tanpa menengok ke belakang.
Sang adek langsung bergegas menghentikan laju sang kakak sebelum menghilang di balik pintu.
"Kak tunggu..."
__ADS_1
"Sorry dek, Kakak ada kerjaan yang perlu di selesaikan hari ini, kalau tidak suka sama pizza nya jangan di buang taruh di dalam kulkas besok bisa di hangatkan di microwave" ucap Adit tanpa menoleh ke belakang.
"Tapi kak..." ucap Liliy sembari menitikan air mata.
Blam....
Pintu drom tertutup rapat dan begitu juga dengan Adit menghilang di balik pintu.
Samuel merasa tidak enak hati langsung menghampiri Liliy yang tengah menelungkup kan kepalanya di antara kedua kaki nya yang seperti nya tengah bersedih.
"Liy" ucap Samuel yang sudah di belakang Liliy sembari memegang pundak Liliy dengan pelan pelan.
"Liy"
Sang empu masih enggan menatap Samuel. Hingga panggilan kedua Liliy mau mengangkat kepalanya.
"Kau..." dengan mata yang masih berwarna merah serta hidung nya mengeluarkan ingus , ia bangkit dari duduknya.
" Kenapa...kenapa" memukul dada bidang milik Samuel dengan suara serak nya.
Samuel hanya mampu terdiam. Dirinya bingung mau bicara apa ke Liliy saat ini. Sedang kan ia sendiri bingung dengan dirinya sendiri. Di satu sisi Reyhan tak tega melihat Liliy yang sedang menangis tersedu sedu. Niat hati mau menghampiri Liliy tiba tiba seseorang menarik paksa lengan Rey agar tidak ikut campur.
Dengan berat hati Rey kembali duduk, tapi dalam hati nya ingin memukuli wajah Samuel karna membuat Liliy menangis di malam hari dan membuat kak Adit kembali ke tugasnya.
" Kau brengse* Sam" umpat Liliy yang tengah emosi.
Tanpa basa basi Liliy menampar wajah Samuel dengan keras sampai sampai wajah Samuel merah karna tamparan nya.
"Liliy!!" teriak semua orang.
" Kenapa kau bentak bentak kakak gue. Haa....apa salah kakak gue jawab!!" suara Liliy menggelegar sampai ke sudut sudut ruangan.
"Jawab kepar*t punya mulut tuh di pakai buat jawab!" kini Liliy tak mengeluarkan air mata setetes pun, namun di gantikan dengan amarah.
Samuel terdiam menahan sakit akibat pukulan keras yang menghantam perutnya dan juga ujung bibirnya sobek. Mengeluarkan darah segar.
"Aku...aku minta maaf Liy " ucap Samuel dengan suara terbata bata.
"Kenapa minta maaf ke gue , minta maaf lah ke kakak gue" ucap Liliy yang langsung melengos naik ke lantai atas, sesekali ia mengelap ingus nya menggunakan telapak tangannya.
Tap....
Tap...
Bruk!... " Ais!, tangga sialan!!" umpat Liliy yang kaki nya tengah tersandung saat menaiki tangga.
"Pffffttthh...." Destiya menahan tawa saat Liliy mengumpat ke tangga yang tak bersalah itu. Tapi di sisi lain ia merasa simpati.
"Mau kemana elu" cegah Bernard saat Destiya bangkit dari sofa.
"Kepo"
__ADS_1
"Destiya!" ucap Bernard penuh penekanan.
" Hehe....gue mau ke atas, temani Liliy yang lagi sendirian. Bye".
" Terus makanannya?" sela Jhonatan yang tengah mengunyah potongan pizza.
" Oh , kalau udah sampai telpon gue" ucap Destiya yang tengah berlari kecil ke anak tangga.
"Samuel kemari lah" panggil Reyhan yang tak tega sahabatnya terduduk di lantai.
"Woy kesini enggak Lo, kayak anak kecil aja" sahut Bernard.
"Ckk"
"Ada masalah apa sih, coba cerita ke gue" ucap Jhonatan seraya menepuk pundak Samuel.
"Fuuuh..." menghela nafas sejenak.
"Gue juga enggak tau bang"
" Apa kau bilang! enggak tau" sahut Bernard sampai tersedak ia saat minum es kopi.
"Gue juga bingung sama diri gue sendiri. Tiba tiba gue pengen marah aja"
Kini empat cowok sedang berkumpul membentuk setengah lingkaran, ada yang duduk di sofa ada juga duduk di bawah dengan di lapisi karpet.
"Marah"? tanya Reyhan.
" Iya marah nya tanpa sebab, entah lah gue bingung hari ini" ucap Samuel sembari menjambak rambut nya sendiri.
" Mungkin elu terlalu kebanyakan mikir. Atau nggak elu lagi pms" sambung Bernard dengan mulut yang lemes itu.
Plak!!...
"Woy! kenapa kepala gue, elu tempeleng" sarkas Bernard.
"Ok jadi garis besar hari ini adalah mistake" tutur Jhonatan selaku leader.
"Tugas mu besok mencari kak Adit untuk meminta maaf dan..."
"Dan apa?" tanya Samuel dengan wajah lesu.
" Dekati Liliy dan langsung minta maaf ke dia, ya kalau di mau sih. Kalau enggak itu urusan mu" ujar Reyhan yang tengah bersantai.
"Haah...kalau kak Adit bisa di ajak bicara. Kalau adek nya rada sudah" ucap Samuel yang sudah pesimis duluan.
"Hey bro belum di coba udah lempeng duluan" goda Jhonatan agar suasananya tidak terlalu tegang.
"Btw pesanan mu udah di buat apa belum, udah dari tadi belum sampai sampai" tanya Reyhan.
Samuel mengambil hp nya yang berada di atas meja" masih di buat. Bentar lagi mau di antar"
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa klik tombol favorit , jangan lupa like dan jangan lupa kasih setangkai bunga mawar. Agar author semangat membuat cerita.