
" Aw… kok elu nendang kaki gue" rintih kesakitan.
" Biarin impas kan kita" mengacungkan jari tengah ke arah Bernard.
" Wah neng Destiya merajuk nih ceritanya , terus nasib pasta nya bagaimana " teriak Bernard yang berada di ambang pintu.
" Udah kenyang bye!,," ujar Destiya yang sudah berada di depan pintu kamarnya.
Episode selanjutnya…
Braak!!
Pintu kamar Destiya di tutup dengan kasar oleh sang empu.
" Astaga,,terkejut gue " Bernard mengelus dadanya sambil komat-kamit tak jelas"
Saat hendak berbalik badan Bernard mendengarkan suara ketawa walaupun sangat lirih tapi masih bisa di dengar oleh Bernard.
Bernard mengikuti sumber suara dengan langkah pelan agar tak ketahuan. Ternyata sumber suara berasal dari balik dua tong sampah besar yang tak jauh dari kamar nya.
Sebagai anggota Mafia yang cukup handal menembak musuh Bernard berinisiatif melempar sandal yang ia kenakan ke arah dua tong sampah besar.
Swishh…
Bernard mengayunkan sandal nya tepat di sela sela tong sampah besar. Dengan sekali ayunan.
Tuk…
Akh!!…
Teriak Liliy kesakitan karna sandal Bernard mengenai keningnya dan jadilah benjol warna merah muda tepat di bagian tengah dahinya.
Bernard segera menghampiri Liliy yang tengah berdiri di belakang kedua tong sampah besar dengan muka menahan amarah.
Sang pelaku tidak menampakkan wajah yang begitu khawatir dan bersalah atas keisengan yang telah ia perbuat. Malah ia memasang wajah datar dan dingin seolah olah tidak terjadi apa-apa.
Saat Bernard berada di hadapan Liliy , Reyhan segera bangkit dari persembunyian nya sambil menampilkan deretan gigi depannya ke arah Bernard.
" Kau!!" Liliy menunjuk Bernard dengan jari telunjuk tepat di wajah Bernard. " Lihat jidat ku jadi benjol gini mana besok acara foto shoot " menunjuk jidatnya dengan sorot mata yang tajam ke arah Bernard.
" Hey nona jangan marah marah nanti cepat tua " ucap Bernard sambil tangannya di lipat di atas dadanya dan tak lupa kakinya di silangkan ke kiri.
"Aaarrggh!! " Liliy menghampiri Bernard yang nampak santai. " Elo harus tanggung jawab "
" Tanggung jawab? " tanya Bernard yang langsung di iyakan oleh sang empu
__ADS_1
" Kalau gue tidak mau bagaimana dong" goda Liliy agar amarahnya terpancing. "Yang seharusnya marah tuh gue bukan elu" .
" Dahlah gue mau ke kamar mau tidur capek badan gue" berbalik badan tanpa merasa bersalah.
Sebelum melangkahkan kakinya Bernard berpesan " gue akan mengobati kening elu asalkan , elu mau pijitin badan gue" membalikkan badannya menghadap Liliy sambil mengedipkan matanya.
Liliy yang di tatap oleh Bernard merasa jijik dengan kedipan mata yang genit itu " iyuh…"
Reyhan tak tinggal diam ia langsung menimpali ucapan Bernard , walau ia tau Bernard hanya bercanda tapi hati nya merasa panas melihat tingkah laku Bernard yang out of the box.
" Tutup mulut dan mata mu itu bikin gue eneg lihat nya , dah sono lo balik masuk ke kandang" Reyhan mendorong tubuh Bernard agar menjauh dari pandangan Liliy.
" Eh…" Bernard kaget atas kelakuan Rey yang tiba tiba mendorong tubuhnya hingga ke depan pintu kamar tidurnya.
" Elo diam di sini " Rey langsung mendorong tubuh Bernard agar masuk kedalam tak lupa ia langsung membanting pintu kamar Bernard dengan suara cukup keras.
Braak…
" Dasar mulut lemes " gerutu Rey disepanjang jalan menuju Liliy yang masih mematung melihat tingkah Rey dan Bernard secara langsung.
" Kamu enggak apa kan dek? " Rey yang sudah berada di hadapan Liliy , tak lupa ibu jarinya mengelus benjolan yang berada di kening Liliy.
" It's okay mas " menganggukkan kepalanya sambil menatap bola mata Reyhan.
" Hmm… untung benjolannya enggak terlalu besar. Hanya kecil benjolannya" ucap Rey yang sudah berhenti mengelus kening Liliy.
" Dahlah mas aku enggak apa kok , nanti juga sembuh sendiri lagi pula aku bawa kotak P3K di dalam koper. Di dalam ada salep"
Liliy melihat jam tangan yang berada di pergelangan " haa… udah malam ternyata " gumam Liliy yang lagi lagi masih bisa di dengar oleh Rey.
" Ayok waktu nya istirahat " mengacak rambut Liliy sebelum melangkahkan kaki nya menuju kamar masing masing.
" Ishh… kebiasaan deh " menghentakkan kaki nya sambil merapikan rambutnya yang udah acak acakan karna ulah si Reyhan.
Rey melihat tingkah Liliy sambil menggelengkan kepalanya.
Mereka berdua berjalan menuju kamar masing masing , tapi di tengah perjalanan muncullah Samuel dan Jhonatan yang berjalan dari arah belakang villa.
" Kalian berdua belum Istirahat?" tanya Jhonatan.
" Belum Jho , habis dari mana kalian berdua?" tanya balik Reyhan.
" Gue sama Jhonatan habis dari belakang biasa lah ngobrol berdua. Elu berdua habis dari mana? dan juga dahi Liliy kenapa benjol? kepentok dinding kah atau kayu" tanya Samuel ke Liliy.
" Gue sama mas habis dari kamar si beruang kutub " Liliy kembali mengingat kejadian yang barusan terjadi.
__ADS_1
" Tapi itu kenapa" Jhonatan menunjuk ke arah dahi Liliy.
" Oh ini" memegang keningnya. " Hasil karya dari si beruang kutub yang tak mempunyai rasa perikemanusiaan".
" Oh" ucap Jhonatan.
" Elu berdua segera masuk ke kamar jangan lupa besok bangun pagi , maksimal jam 7 pagi sudah kumpul bareng " ujar Samuel yang sudah mulai melangkahkan kaki nya menuju kamar nya yang tak jauh dari kamar Reyhan dan Jhonatan.
...**...
Besok paginya mereka semua sudah terkumpul di ruang keluarga, bersamaan kedatangan desainer dan juga fotografer profesional. Ruang keluarga begitu riuh semua orang melakukan tugasnya.
Destiya dan Liliy sedang di make up oleh MUA hitz yang berasal dari negara Korea. Jhonatan , Samuel sedang fitting baju di ruangan sebelah. Bernard sedang memilih aksesoris yang ia akan kenakan waktu foto shoot.
Sedangkan Reyhan ia masih santai duduk di sofa sambil sarapan pagi.
( Santai lah kan belum giliran gue ) batin Rey sambil melihat Destiya dan Liliy yang sedang di make up.
Joon Woo sang CEO di agensi entertainment berjalan dengan gagah nya ke arah ruang keluarga bersama asisten nya yang setia berada di belakangnya.
" Bagaimana sudah siap grup Starshine? " tanya Joon Woo kepada penanggung jawab acara foto shoot.
" belum tuan , masih ada yang belum di make up kemungkinan jam 8 pagi sudah siap semuanya" ucap penanggung jawab.
" Bagus , mohon kerja sama nya. Saya serahkan kepada anda" menepuk pundak staff penanggung jawab.
" Baik tuan" staff penanggung jawab kembali ke tempanya.
Beberapa jam kemudian grup Starshine yang diketuai oleh Jhonatan sudah siap , mereka mengambil tema outdoor dengan nuansa musim summer. Mereka terlihat kompak dan enjoy sangat menikmati suasana tema summer tanpa ada gangguan.
" Ayo semua lihat kamera " arahan dari sang fotografer
" Ayo Liy kamu bawa buah kelapa seolah olah kamu lagi minum di tepi pantai , badannya di sandarkan di batang pohon kelapa kaki nya di silang ke kiri. Jangan lupa senyum nya " instruksi dari asisten fotografer"
" Yak tahan pose nya jangan berubah"
1
2
3
Ckrek… lampu flash menyala ke arah Liliy dan untung nya di outdoor jadi tidak menyilaukan mata.
Bersambung…
__ADS_1
Jangan lupa like , subscribe dan jangan lupa klik gambar hadiah agar author semangat membuat cerita.
See you 👋