Idol Or Mafia Elite Member

Idol Or Mafia Elite Member
Kegaduhan


__ADS_3

" Apa iya" Liliy langsung mencari bantal untuk menutupi telinga nya.


Tiba tiba


Tok…tok…tok…


Semua orang yang berada di kamar Destiya langsung menjerit histeris.


Episode selanjutnya…


Aaaa……… semua orang yang berada di dalam kamar Destiya menjerit histeris.


"Aaa…hantu pergi kau jangan ganggu gue" Destiya menjerit sembari ngumpet di kolong tempat tidur, dengan kedua lengan nya sebagai tumpuan kepalanya.


" Halah palingan orang iseng" ujar Samuel sembari melangkahkan kaki nya menuju pintu.


Tap…tap…


Sebelum membukakan pintu, Samuel terlebih dahulu mengintip di lubang yang khusus untuk mengintip orang yang berada di luar ,tak lupa telinga Samuel ia tempelkan di daun pintu untuk sekedar memastikan di luar ada orang atau tidak.


Setelah di rasa aman baru lah Samuel membuka daun pintu dengan pelan pelan.


Kreeek…


Ternyata di balik pintu terdapat orang yang sedang berkacak pinggang.


"Bagus ya…" dengan intonasi yang datar namun bisa membuat lawan bicara nya ketar ketir.


Belum aja Samuel membalas ucapan dia, dengan spontan Samuel menutup pintu kembali. Namun sayang nya pintu yang tadi nya akan di tutup di tahan oleh orang yang berada di hadapan Samuel.


Dengan satu kali dorongan pintu tersebut berhasil terbuka dengan lebar. Dan muncullah orang yang sedari tadi berdiri di balik pintu.


Sontak semua orang langsung berdiri tegap.


" Bagus sekali kalian semua. Siapa suruh kalian kumpul di sini!" tanya Joon Woo seraya mengambil minuman bersoda yang berada di atas meja.


"Bernard tuan yang mengajak kami kumpul di sini" tunjuk Samuel yang berada di dekat daun pintu.


Sang empu tak terima atas ucapan Samuel " enak aja. Elu juga ngapain ikut gue kesini. Kan tujuan gue kesini numpang tidur" ucap Bernard.


Joon Woo tak bergeming, namun tatapan mata nya tak bisa di bohongi. Ia terus menatap Samuel dan Bernard.


Yang di tatap langsung menundukkan kepala seraya meremas ujung baju.


Semua orang nampak diam larut dalam pikiran mereka sendiri.


" Kalian masih mau berkerja dengan saya atau tidak" ucapan Joon Woo berhasil memecahkan keheningan.

__ADS_1


" Masih tuan" ucap mereka serempak.


" Lantas kesalahan apa yang kalian perbuat hari ini?" tanya Joon Woo yang masih memandang enam anak buahnya dengan tatapan tajam setajam mata elang yang siap menyantap mangsanya.


" Ti-tidak tau tuan…"


"Ck,,…apakah kalian tidak mendengarkan pesan masuk di hp kalian?" Joon Woo menaruh minuman kaleng dengan nada yang tidak santai.


Semua orang langsung mengambil hp yang berada di atas meja.


" Bacakan isi pesan itu dengan lantang" titah Joon Woo.


📩 : "Semua kumpul di ruangan saya, dalam waktu 10 menit tidak hadir. Saya akan menghukum kalian push up 100 kali" ucap mereka serempak.


Jhonatan dkk saling menoleh dengan ekspresi wajah yang tidak biasa.


" Salah siapa coba" cibir Joon Woo


"Sana kumpul di ruangan saya cepat! " bentak Joon Woo sembari menjewer telinga satu persatu anak buah nya.


Dengan langkah gontai , mereka tetap berjalan menuju ruangan yang di maksud Joon Woo itu.


...**...


"Ck… bocah bocah pada kemana sih, mana lapar nih dari tadi. Mau makan entar ketauan aish…" menggaruk rambut kepala yang tidak gatal.


Tak berselang lama tiba lah Jhonatan dkk berserta Joon Woo yang berada di belakang.


Arsen langsung menghampiri sembari mencomot puding.


Nyam…nyam…


Glup…


" Mau…" tawar Arsen ke Joon Woo.


Joon Woo langsung menepis " siapa yang nyuruh kamu makan duluan?"


" Ya elah bos nyicip dikit masa enggak boleh. Pelit amat" gerutu Arsen.


" Bodo amat" ucap Joon Woo yang langsung melengos meninggalkan Jhonatan dkk dan Arsen.


"Huh…punya bos enggak punya perikemanusiaan…"


"Arsen!" panggil Joon Woo dengan nada datar.


Yang merasa nama nya di sebut langsung angkat suara " apa?" sembari bersidekap dada.

__ADS_1


"Ulang lagi ucapan mu barusan!" ujar Joon Woo.


Jhonatan dkk hanya mampu melihat tanpa mau menimpali ucapan mereka. Kegaduhan atara dua orang yang selalu tak pernah akur, selain ada masalah pekerjaan dan musuh mereka terlihat kompak dan antusias.


"Yang mana?" tanya balik Arsen.


"Kau pura pura amnesia atau bodo*" ujar Joon Woo sembari memakan es krim rasa choco mint.


" Oh ya tadi" kini Arsen duduk di hadapan Joon Woo.


Sedangkan Jhonatan dkk masih berdiri di ambang pintu tanpa ada yang niat mempersiapkan duduk. Sungguh miris.


" Ehem…"


" Tuan tidak ada niatan mempersiapkan kita duduk dulu?" tanya Bernard.


"Oh… silahkan masuk. Tumben kalian berdiri di situ biasa nya langsung duduk tanpa ada yang menyuruh" tutur Joon Woo sembari menaikan kedua alisnya.


" Tuan sebelum kita duduk, apa boleh saya berpendapat sebentar" kini Liliy yang mulai membuka obrolan.


" Boleh, silahkan" ucap Joon Woo tanpa rasa curiga terhadap lawan bicaranya.


"Tuan Joon Woo terhormat" dengan nada yang dibuat ter dramatis disertai gerakan tangan yang sangat mendukung.


"Hmm…" menganggukkan kepala seraya terus memakan es krim dan langsung di ikuti oleh Arsen yang sama sama menganggukkan kepala.


Jhonatan , Samuel , Bernard , Reyhan dan juga Destiya memasang wajah datar bak tembok yang belum di cat masih putih polos. Di balik wajah datar mereka di dalam hati nya terus menertawakan aksi Liliy dan juga menertawakan ekspresi Joon Woo dan Arsen.


" Andaikan tuan tau, kita semua capek hari ini butuh istirahat, stamina yang cukup , tidur yang bisa di bilang ok dan juga healing…"


" Healing itu obat yang paling manjur dan bisa di bilang gratis tanpa di pungut biaya" ucap Liliy seraya melangkahkan kaki nya menuju Joon Woo yang masih fokus ke ucapan Liliy, tanpa di sadari es krim yang tadi nya masih di genggam tangannya. Kini es krim tersebut pindah posisi ke tangan Liliy. Tak sampai di situ Liliy menyempatkan mencoba es krim rasa choco mint dan ternyata rasa es krim itu seraya memakan pasta gigi.


Joon Woo menyadari bahwa es krim nya pindah tangan yang semula di tangannya kini berada di tangan Liliy tak lupa Liliy menampilkan deretan gigi rapi nya.


" Heh… itu es krim ku" Joon Woo langsung merebut kembali es krim nya dari tangan Liliy.


"Hehe… coba dikit tadi" cengir Liliy. "Jangan pelit tuan bisa bisa cepat tua, ih kan jadi serem yak" ucap Liliy sembari cengengesan.


Liliy langsung mengisyaratkan kepada rekannya untuk mendekat ke arah meja yang sudah penuh oleh beberapa makanan dan cemilan. Tanpa menunggu waktu lama kini rekannya sudah berada di samping kanan kiri meja tersebut.


Mulai mengambil potongan pizza , mengambil donat yang berada di dalam box kotak , ada juga yang mengambil dua hamburger Doble beef. Dan tak ketinggalan ada juga yang membawa satu box kotak yang isi nya ayam goreng saus pedas. Dan bagian Samuel membawa dua botol minuman soda warna hitam.


Aksi mereka tersebut tak luput dari pantauan Joon Woo dan Arsen yang sedari tadi memperhatikan mereka.


" Kalau lapar jangan banyak alasan tadi" sindir Arsen ke Liliy. Namun sang empu tak menanggapi ucapan Arsen melainkan asik makan potongan pizza.


Alhasil ucapan Arsen di cuekin oleh Liliy dan lainnya.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2