
" Ayo Liy kamu bawa buah kelapa seolah olah kamu lagi minum di tepi pantai , badanmu di sandarkan di batang pohon kelapa kaki nya di silang ke kiri. Jangan lupa senyum nya " instruksi dari asisten fotografer"
" Yak tahan pose nya jangan berubah"
1
2
3
Ckrek… lampu flash menyala ke arah Liliy dan untung nya di outdoor jadi tidak menyilaukan mata.
Episode selanjutnya…
Masih di area outdoor Jhonatan dkk melakukan proses foto shoot , ada yang sendiri ada yang berkelompok.
Selain di lokasi sekitaran pohon kelapa mereka beranjak di tepi pantai tak lupa para lelaki memakai celana pendek khas pantai dan memakai kaos putih di bagian dalam bagian luar memakai baju Hem lengan pendek bercorak bunga dengan warna biru , pink , hijau dan merah.
Kita beranjak ke perempuan , kedua perempuan sama sama memakai pakaian khas pantai. Liliy menggunakan Rodeo Dress Shirt berwarna pink. Destiya menggunakan Winnie floral playsuit blue.
Mereka semua dengan kompak tidak memakai alas kaki ketika berada di area pasir pantai.
Sesi foto kali ini mereka di tuntut melakukan gaya bebas seolah olah tengah menikmati masa liburan.
Jhonatan dkk tengah adegan lari lari di bibir pantai tak lupa sang fotografer selalu siap menjepret.
Setelah puas sesi lari di bibir pantai , sekarang mereka duduk di atas pasir pantai yang berwarna putih sambil melihat deburan ombak berserta angin sepoi-sepoi.
" Masyaallah cantik banget pantai ini , apa lagi pas sunset beh… mantap tuh" ujar Liliy yang terus menatap lurus ke arah deburan ombak.
" Elu benar Liy tapi kayak nya nanti sore kita bakalan sibuk" balas Destiya.
" What? maksud mu Des?" yang tadi nya menatap deburan ombak , kini pandangannya teralihkan ke Destiya.
" Dah lah nanti elu juga tau " jelas Destiya.
Liliy mendengus kesal lantara tidak di beritahu oleh Destiya.
Kini jam menunjukan pukul 10 pagi yang mana sesi foto telah usai , para staff meninggalkan pantai tak lupa membawa properti yang mereka bawa. Di sisi lain Jhonatan dkk juga meninggalkan area bibir pantai tanpa meninggalkan sampah.
Kini dua perempuan sedang bergandengan tangan dengan raut wajah yang tidak bersemangat. Posisi mereka berjalan paling belakang , sedangkan para lelaki sudah terlebih dahulu meninggalkan pantai.
" Liy gue lapar " rengek Destiya.
__ADS_1
" Hmm… gue juga enggak elu dong yang lapar " ucap Liliy sambil pipinya di tempelkan ke lengan Destiya.
Di sisi lain.
Jhonatan yang selaku ketua merasa anggota nya berkurang. Jhonatan menghampiri Reyhan dan Bernard yang lagi duduk di dekat kolam ikan.
" Elu semua lihat Liliy sama Destiya apa enggak , dari tadi gue cari enggak ketemu? " tanya Jhonatan.
" Mungkin masih foto foto kayak elu enggak tau kelakuan cewek kalau udah ketemu tempat instagramable beh hebohnya minta maupun " ujar Bernard dengan santainya.
" Tapi kalau terjadi sesuatu elu mau tanggung jawab " timpal Reyhan.
" Ogah gue. Kan gue enggak ketua jadi enggak ada sangkut pautnya sama gue " Bernard melengos masuk ke dalam tanpa menghiraukan Jhonatan dan Reyhan yang sedang khawatir.
" Ayo Rey kita cari sekarang , jangan di dengar ucapan Bernard " ucap Jhonatan.
" ok".
Mereka memutuskan mencari dua perempuan sebelum di ketahui oleh Joon Woo.
Baru aja mereka mau mencari mereka berdua , eh enggak tau nya mereka udah sampai dengan selamat.
" Dari mana aja kalian? " tanya Jhonatan yang sudah berada di depan Liliy dan Destiya.
" Tadi main sebentar di rumah spongebob cari Doraemon mau pinjam pintu kemana saja " jawab Liliy.
" Mana ada Liy Doraemon tinggal di rumah spongebob?" tanya Jhonatan.
" Dah lah bang gue sama Liliy mau masuk capek gue " Destiya merangkul pundak Liliy masuk ke dalam villa , meninggalkan kedua pria yang masih bengong.
" Jho kita kok bisa punya teman yang sifatnya absurd" Rey menggelengkan kepala.
" Entah lah mungkin Mak nya dulu ngidam nonton kartun Tom & Jerry tapi belum kesampaian " ucap Jhonatan.
...**...
Suasana di dapur yang langsung menghadap pantai menambahkan suasana yang menyejukkan di tambah pemandangan air laut yang begitu indah. Tak jauh dari villa terdapat bebatuan merah yang menambah keindahan dari tempat ini.
Samuel dan Bernard sedang memasak untuk para penghuni villa tentunya , dengan bahan masakan yang begitu banyak di tambah dengan 1 dus yang berisi sea food. Untung nya mereka cukup mahir dalam memasak jadi tidak kesulitan.
" Sam tolong hubungi si Rey buat bantuin sini biar cepet , toh dia juga paling pintar soal mengolah bumbu" ujar Bernard yang sedang membersihkan sea food di dalam wastafel dengan sikat khusus untuk menghilangkan kotoran yang berada di tubuh sea food itu.
" ok " Samuel langsung menghubungi Reyhan untuk segera ke dapur.
__ADS_1
📞 : " Rey , elu di suruh sama Bernard ke sini "
📞 : " Lah emang gue mau kesana tanpa elu suruh"
Reyhan mematikan sambungan telpon sepihak. Dan ternyata orang nya sudah di depan mata.
" Cepet banget elu kesini " tanya Samuel sambil mengupas bawang putih.
Reyhan hanya menanggapi dengan mengangkat kedua bahunya.
" Nah akhirnya elu datang juga , sini elu bantuin gue buat menu Cacciucco , Linguine allo scoglio , spaghetti alle vongole , dan Risotto " ujar Bernard.
" Banyak benget menu nya " Rey di buat tercengang Lantara menu yang akan mereka buat lebih dari 3 menu dan jangan lupa porsi nya di buat jumbo agar semua dapat kebagian.
" Terus minuman sama dessert nya enggak di sediakan?" tanya Samuel sambil memotong tomat .
" Tenang gue yang baut , nanti gue akan buat Gelato , Tiramisu , Granita , dan Aperetivo " ujar Reyhan.
Mereka bertiga membuat masakan sampai 3 jam lamanya di karenakan menu yang sangat banyak.
Dan tibalah waktu yang di tunggu tunggu, menu yang mereka buat sudah siap untuk dicicipi. Semua menu sudah tertata rapi di atas meja makan di tambah suasana yang mendukung tepat waktu matahari terbenam.
Semua orang berkumpul di meja makan untuk sekedar mencicipi.
Jhonatan , Liliy , Destiya , Joon Woo dan Arsen telah memasuki area meja makan untuk mencoba mencicipi masakan dari Samuel , Reyhan dan Bernard.
" Wow… Liy masakan nya banyak banget " Destiya menggoyang goyang lengan Liliy dengan ekspresi gembira.
" Des " panggil Liliy.
" ya " Destiya menoleh ke arah Liliy.
" Elu kesini mau nyebrang jalan apa mau makan " tatapan Liliy mengarahkan ke lengannya.
" Eh…" Destiya langsung melepas tangannya dari lengan Liliy. " Hehe… sorry" .
" 😒 " Liliy.
Sisi lain.
" Tuan siapa yang masak? " Arsen menatap menu yang berada di atas meja.
" Siapa lagi kalau bukan Rey , Samuel dan Bernard yang buat" Joon Woo mengambil spaghetti alle vongole di atas piring nya.
__ADS_1
" Wow… anak buah mu pintar masak ternyata dan rasa nya melebihi koki yang berkerja di hotel bintang lima " ucap Arsen sambil menikmati hidangan yang berada di depan mata.
Bersambung…