
" Ini bukannya pesanan kemarin" batin Liliy yang masih melihat hidangan yang ada di depannya.
Samuel yang sedari tadi mengamati Liliy dari jarak jauh enggan untuk bertegur sapa saat ini. Dirinya masih tidak berani memulai pembicaraan karna Liliy lebih bisa menerima dengan cara logika
Episode selanjutnya...
Liliy menikmati makanan yang sudah di sajikan di atas meja bersama rekannya. Sedangkan Adit terus ngedumel di kamar Liliy.
"Ckk,,, tau gitu gue enggak masuk ke kamar Liliy kalau ujung ujungnya suruh bersihin, mana tempat tidur nya luas lagi. Sial sial!!"
Liliy terus memandang ke segala arah. Seperti orang kebingungan.
"Cari siapa elu" tanya Destiya.
"Si bos tumben enggak nongol ke sini. Kemana bang Ar?" ujar Liliy sembari makan corndog mozzarella.
"Dia masih sibuk sama kekasih nya" jawab Arsen.
Sontak enam anak buah Joon Woo syok setalah mendengarkan jawaban dari sekretaris nya.
Byurr.... uhukk uhukk
Jhonatan langsung tersedak. Yang seharusnya minuman itu lewat kerongkongan malah sebalik nya yakni putar balik lewat tenggorokan, dan akhirnya minuman itu keluar lewat lubang hidung.
" Iyuh...elu jorok banget sih, lihat tuh upil elu keluar" Liliy langsung menarik satu lembar tisu.
" Lain kali kalau mau minum jangan sambil ngomong jadi nya begini kan" memberikan tisu ke Jhonatan.
" Thanks" balas Jhonatan.
Tiba tiba dari arah belakang" Ada apa ini ribut ribut" tanya Adit yang sudah selesai merapikan kamar Liliy.
"Itu si Arsen" tutur Liliy sembari menunjukan dengan dagunya.
"Kenapa si terompet" menarik kursi yang berada di samping Destiya.
"Terompet?" ucap mereka yang yang saling bergantian menatap Adit dan Arsen.
" Ya itu cocok untuk nya" Adit melirik ke Arsen sebelum melanjutkan ucapannya.
" Kalian mau tau filosofi nya?" tanya Adit.
"Sorry gue potong pembicaraan elu" Liliy memegang punggung tangan Adit.
"Des elu tau Reyhan, kemana orang nya apa belum bangun?"
__ADS_1
Destiya menarik tubuh Liliy hingga mereka berdekatan satu sama lain, tak hanya itu Destiya mengangkat jari telunjuk Liliy untuk mengarahkan ke arah dapur " noh si Reyhan sama Bernard lagi masak"
"Oh kirain kemana" ucap Liliy seraya menggut manggut.
"Teruskan yang tadi hehe.." mencolek lengan Adit yang sedang sarapan pagi.
" Ck,, ngagetin aja. Kalian tau bentuk terompet kan"
"Tau. Terus hubungan nya apa?..."
"Kan bentuk body terompet keras tuh" ucap Adit.
" Ya terus" sela Samuel.
" Bentuk body terompet gue ibaratkan sifat Arsen sama-sama keras dan kaku kan" Adit menahan tawa melihat Arsen.
"Terus terus" sambung Destiya yang ikut penasaran.
"Kalian juga tau kan bunyi terompet kayak apa?" Adit menaikan satu alis nya.
" Ya tau lah kak, bunyi nya tuh nyaring banget apa lagi di bunyikan dalam waktu bersamaan. Beh mantav tuh di telinga" ujar Liliy sembari menopangkan dagu nya menggunakan kedua telapak tangannya sendiri.
"Ok di sini gue simpulkan bunyi terompet yang terdengar nyaring di telinga di ibaratkan mulut Arsen yang terus ngoceh tanpa henti. Mungkin lupa ngerem jadi bablas terus" ucap Adit yang apa adanya. Dan itu pula mengundang gelak tawa bagi yang menyimak obrolan Adit dari awal sampai akhir.
"Hahaha ....bisa aja elu " tanpa sengaja Jhonatan mengeplak lengan Adit yang sedang menyendok nasi goreng kimchi buatan Reyhan.
"Jhonatan!!" sentak Adit yang sedang kesal.
"Hahaha....rasain elu, kena karma instan" ledek Arsen yang begitu puas melihat Adit kesal.
"Oii bang Ar apa bener si Joon Woo punya pacar" tanya Bernard yang baru tiba di meja makan.
"Tanya aja sendiri , kalau elu berani" ucap Arsen sembari memundurkan kursi makan.
"Cih,, gue kan tanya elu. Ngapain harus tanya langsung ke sumber nya" umpat Bernard yang tak terima.
"Biar enggak salah persepsi" ucap Arsen yang bangkit dari duduk nya , berjalan menuju wastafel cuci piring.
"Yuk!" ajak Adit yang sudah siap.
"Loh loh.... mau kemana gue baru aja makan" sambung Bernard yang baru memasukan sesuap nasi goreng kimchi ke dalam mulutnya.
" Wah belum tua udah pikun nih anak. Gue menemani kalian latihan sekali lagi karna tiga hari lagi menuju debut kalian, gimana sih!" sahut Adit yang sudah di depan pintu keluar.
"Bentar dong gue belum kenyang...."
__ADS_1
"Woii tunggu bentar " memanggil rekan rekannya yang sudah mulai meninggalkan meja makan. Dan hanya tersisa Reyhan yang sedang makan nasi goreng buatannya.
"Santai bro gue tunggu kok" ucap Reyhan yang sudah menghabiskan sarapan nya tinggal minum air putih saja.
Lima menit kemudian....
"Lama banget sih elu makan" gerutu Adit yang sudah menunggu lama di samping mobil.
Bernard enggan menjawab, ia langsung melengos masuk ke dalam mobil dan langsung di ikuti oleh lainnya.
**
Joon Woo yang sedang asik jalan menuju lift tanpa. Di kaget kan oleh rombongan Jhonatan dkk yang tiba tiba nongol tepat di hadapan Joon Woo. Bukan hanya Joon Woo saja yang kaget melainkan orang yang berada di dalam lift juga tak kalah kaget nya dengan Joon Woo.
"Wasalam!" Liliy terlonjak kaget sampai sampai memegangi dada nya.
"Ngapain kalian ke sini?" tanya Joon Woo yang masih di depan lift dan enggan untuk masuk ke dalam, alhasil lift pun tertutup kembali.
" Ngadem bos" jawab Destiya.
" Tuan apa benar kalau tuan...." Belum juga meneruskan ucapannya, tiba tiba mulut Bernard di bekam oleh Arsen dari arah belakang.
Emmpphhh.... Bernard hanya mampu berteriak sembari melotot kan matanya ke arah Joon Woo. Tubuh nya terus di tarik oleh Arsen menjauh dari gerombolan Jhonatan dkk ( - Bernard ).
"Dia kenapa?" tanya Joon Woo sembari memandangi Bernard yang sedang di tarik oleh sekretaris nya.
"Mungkin lagi kerasukan" jawab asal Samuel.
"terus tuan mau kemana" ucapan Liliy hanya angin berlalu buat Joon Woo karna dia sudah masuk lift.
" Lah malah hilang di telan lift" ucap Liliy yang masih memandang lift, sedang kan rekannya sudah berjalan menuju ruangan Joon Woo.
" Dek ayo" ajak Reyhan yang sempat sempat nya balik badan, menghampiri Liliy yang sedang diam mematung. Tanpa permisi tubuh Liliy di rangkul oleh Reyhan dari samping agar jalannya cepat sampai tujuan.
" Mas..." panggil Liliy.
"Hmm..."
" Mas ngerasa enggak sih tuan Joon Woo sama kita sifat nya 11 12"
" Masa sih dek. Kayak nya enggak deh" Reyhan mikir sejenak dengan ucapan Liliy.
"He'em coba deh cek sendiri kalau enggak percaya" langkah Liliy yang di percepat tidak seperti biasanya.
" Lah malah di tinggal" batin Reyhan sembari menatap punggung Liliy yang kian hilang di hadapannya.
__ADS_1
Bersambung....