
Joon Woo menendang kaki nya dengan kuat agar sang pelaku dapat melepaskan genggaman tangan yang kotor itu dari tubuh Joon Woo.
Tak hanya Arifin yang memohon dua rekannya juga terlibat dari masalah ini. Ia sama-sama memohon langsung di hadapan Joon Woo dan para petinggi lainnya. Mereka tidak mempedulikan cemooh dari mulut para petinggi lainnya.
"Untuk kalian bertiga bagi saya tidak ada kata maaf dan ampun dari mulut kalian , saya sudah memantau Kalian dari dua Tahun yang lalu , tapi kalian bertiga tidak sadar malah menjadi-jadi. Kalian mengambil uang Agensi untuk kepentingan pribadi sungguh biadab kelakuan anda. Saya rugi 5 Milyar !!" amarah Joon Woo yang tidak bisa ia tahan dan untungnya ruangnya di lengkapi alat kedap suara jadi orang lain tidak mendengarkan obrolan mereka.
Episode sebelumnya…
Semua petinggi yang tidak terlibat dalam masalah Joon Woo sudah meninggalkan ruangan sedari tadi. Meraka bertiga masih di ruangan Joon Woo yaitu Arifin , Bryan dan Putra.
"Arifin sebenarnya kamu pintar di bidang keuangan di tambah kinerja kamu bagus saya acungi jempol , tapi sayang attitude kamu lebih rendah dari pada binatang. Binatang aja tau berterima kasih kepada orang yang telah menolongnya walau dengan caranya sendiri. Miris manusia jaman sekarang" ujar Joon Woo.
" Tolong tuan maaf kan kesalahan saya , saya janji tidak mengulanginya lagi" Arifin menangkap kedua tangannya ke depan.
" Kasihani kami tuan , kami siap menggantikan denda yang telah kami ambil. Dan tolong tuan bebaskan kami" ucap Putra.
Joon Woo yang tengah memantau anggota 6 Elitnya yang sedang menjalankan syuting di tempat outdoor , terpaksa ia hentikan. Di karenakan ia mendengar ucapan Putra.
" Terlambat sudah saya masukan nama kalian di buku hitam saya. Kamu tau kan alasan saya bahwa kalian masih di sini?" ucap Joon Woo.
Ketiga penghianat tengah duduk di bawah dengan kondisi badan penuh luka lebam dan tak lupa di ikat jadi satu menggunakan rantai besi yang sudah berkarat.
" Kami tidak tau tuan" ucap Bryan.
Selang beberapa menit.
Sekretaris Arsen tengah memasuki ruangan Joon Woo sambil membawa 1 map berwarna merah.
" Dari hasil pantauan anak buah saya. Tanah , rumah dan juga kendaraan pribadi saya sita dan juga keluarga dari ketiga pria itu sudah saya usir , mereka hanya membawa pakaian , uang 500 ribu dan hp.
__ADS_1
" Kerja bagus Arsen saya suka kinerja kamu berserta anak buah mu. Bulan depan saya akan menambahkan bonus 2 kali lipat dari biasanya" ucap Joon Woo.
Joon Woo bangkit dari kursi berjalan ke arah pintu , sebelum melangkahkan kaki nya Joon Woo memutarkan tubuhnya menghadap Arsen memberi tau bahwa.
" Arsen lepaskan para *ajinga* itu dari hadapan saya suruh mereka keluar dari sini!! dan pastikan tidak ada orang lain yang mau membantunya " Joon Woo sudah jengah dengan rengekan para mulut sampah yang tidak berguna.
Sebelum melepaskan mereka, Arsen terlebih dahulu menghubungi anak buahnya untuk membantunya mengusir 3 pria yang tak berguna itu.
3 Pria tersebut telah keluar dari gedung Agensi X dan langsung di jemput oleh pihak berwajib atas tuduhan menggelapkan dana sebesar 5 Milyar atas dasar untuk kepentingan pribadi.
Para karyawan yang bekerja di agensi X tidak tau kalau sang pemilik agensi merupakan ketua Mafia Black King. Yang mengetahui hanya Sekretaris , dan para bodyguard.
Setelah mengurus ke tiga tersangka Joon Woo meminta Sekretaris nya mengantarkan ke lokasi Jhonatan dkk berada.
...**...
Gedung tua.
Lokasi pertama telah mereka jalani , waktunya mereka lanjut ke lokasi kedua dengan konsep musim panas.
Rombongan mobil Jhonatan dkk telah sampai di lokasi berikutnya , mereka berjalan menuju tenda yang sudah di siapkan oleh staf Agensi. Ruangan tersebut di bagi menjadi beberapa yakni ruang make up , ruang baju ganti cowok , ruang ganti baju cewek dan ruangan para staf lainnya sisa nya di gunakan tempat kru kamera , sutradara dan sebagainya.
Kini Jhonatan dkk memasuki ruangan make up , para MUA masing-masing memegang artis agar cepat selesai dan di dampingi 1 asisten. Liliy dan Destiya sudah selesai make up kini mereka berjalan ke arah ruang ganti , di dalamnya terdapat 4 asisten untuk membantu artisnya memakai baju dan atribut aksesoris.
Setelah selesai memakai baju musim panas ,kini giliran cowok mengganti pakaiannya di ruang ganti.
" Des gue makin gugup nih. Hasilnya bakal bagus enggak ya terus bakal ada yang nonton apa enggak " Liliy merasa gugup di campur tidak PD.
" Tenang sobat kita bakal bisa melewati ini semua dengan sama-sama, gue yakin itu " Destiya mencoba menguatkan Liliy agar tak merasa minder.
__ADS_1
Jhonatan , Reyhan , Samuel dan Bernard telah selesai mengganti bajunya. Dan mereka menyusul ke dua wanita yang berada di luar tenda.
" Apa sudah di mulai?" tanya Bernard ke arah Liliy dan Destiya.
" Sebentar lagi , ayo kita berkumpul bersama dengan yang lainnya" Liliy menunjukkan dengan dagunya ke arah tenda khusus Sutradara.
Mereka melangkahkan kakinya menuju ke tenda para kru.
" 5 Menit lagi kita akan mulai. Persiapkan diri kalian" ucap Produser.
Mobil Mercedes Benz S-Class warna hitam seri Maybach S 560 di bandrol dengan harga sekitar Rp. 6 miliar. Banyak digunakan oleh para eksekutif hingga petinggi negara di berbagai belahan dunia. Mobil tersebut telah memasuki pekarangan bekas lepas landas pesawat tempur.
" Sam bukannya itu mobilnya tuan Joon Woo kok bisa sampai sini?" tanya Liliy.
" Mungkin mau meninjau tempat ini , biarin toh kalau iya tuan Joon Woo di sini enggak akan mengganggu kita" Samuel terus memperhatikan mobil tersebut sampai orang yang berada di dalam mobil keluar.
Arsen cepat-cepat membuka pintu belakang agar tuannya tidak menunggu lama.
" Silahkan tuan " Arsen membungkukkan badannya.
Joon Woo hanya menganggukkan kepala.
Tak terduga ternyata tuan Joon Woo sebagai CEO datang dengan sekretaris nya.
Joon Woo berjalan tegap nan santai dan di ikuti sekretaris dari belakang.
Produser berserta Sutradara dan kru- kru lainnya menyambut kedatangan CEO dari agensi X , jarang-jarang seorang CEO turun tangan langsung melihat proses membuat music Vidio. Produser dan Sutradara menghampiri dan berjabat tangan.
" Tuan ada apa gerangan anda kemari? atau tim kami ada yang membuat masalah" tanya Produser.
__ADS_1
" Tidak ada" yang menjawab bukan Joon Woo melainkan Arsen sang sekretaris setia.
Bersambung…