
" Mau ke rumah sakit sam" ucap Liliy.
"Elu kambuh lagi" tanya Samuel.
"Gue udah sembuh total yang sakit papah gue , dah ya gue mau pergi" Liliy buru buru turun ke bawah dan tak mendengar ucapan samuel.
"Ck kebiasaan tuh anak belum selesai ngomong dah cabut" Samuel memutuskan berjalan menuju kamar Bernard.
Tit… Tit… ( anggap aja bunyi remote mobil )
Liliy memasuki mobil kesayangan nya dengan gaya anggunnya. Sebelum berangkat di pastikan dulu memakai sabuk pengaman dan kaca mata hitam biar penampilan makin sempurna.
Episode sebelumnya…
Di perjalanan Liliy dikagetkan oleh panggilan masuk dari smartphone. Tangan kirinya sibuk mencari hpnya yang entah di mana.
"Ck mana sih hp gue" gumam Liliy.
Sejenak Liliy meminggirkan mobil nya di tepi jalan agar tidak terjadi kecelakaan.
"Nah ketemu juga" ternyata hp Liliy berada di jok belakang bersamaan dengan tasnya.
Liliy mengecek daftar panggilan keluar " mas Rey" gumam Liliy.
" Apa gue telpon balik aja siapa tau penting" Liliy langsung mengeklik nomor Reyhan.
Tut… tut… nada panggilan masuk.
📞 :" Halo dek kamu ada di mana?" jawab Reyhan di sebrang sana.
📞:" Aku masih di perjalanan mas , emang ada apa mas?"
📞 :" Enggak ada apa-apa sih , oh ya kamu sekarang serlock mas mau ke sana"
📞:" Loh ngapain mas ke sini , terus naik apa? "
📞:" Taksi kan ada dek cepet serlock"
📞:"Ok aku tutup telpon nya ya mas assalamualaikum"
📞:" Wa'alaikumsalam"
Rey memutuskan panggilan telepon.
Cepat-cepat Liliy mengirim lokasi ke Reyhan.Tak butuh waktu lama Reyhan telah sampai di lokasi Liliy berada.
Tok… tok… Reyhan mengetuk kaca mobil Liliy.
" Pindah posisi" ucap Reyhan.
Liliy mengikuti ucapan Rey dan segera pindah ke sisi sebelah.
" Ini mau jalan ke mana dek? tanya Rey.
" Ke rumah sakit Pelita Harapan jalan xxx mas" ucap Liliy sambil membaca pesan dari kakaknya.
Di dalam mobil tak ada aktivitas suara hanya ada keheningan. Rey yang fokus menyetir sedangkan Liliy tertidur dengan posisi menghadap kaca mobil.
1 jam kemudian mobil yang di kendarai oleh Reyhan memasuki area parkir rumah sakit.
" Dek bangun udah sampai" Rey membangunkan Liliy yang tengah tertidur.
__ADS_1
" 5 Menit mah Liliy masih ngantuk" ucap Liliy.
" Hey dek bangun" Rey menepuk pipi Liliy.
Liliy terusik dan akhirnya dia terbangun" ooo…dah sampai".
Liliy membuka pintu mobil dan berjalan ke arah bagasi untuk mengambil parcel buah yang ia beli sebelum ke rumah sakit.
Setelah mengambil parcel buah Liliy melangkah memasuki rumah sakit. Ia dan Rey melangkahkan kaki nya menuju lift lantai 3.
Ting… pintu lift terbuka , ia mencari ruang inap papahnya.
📞 :" Kak ruang papah apa namanya?"
📞:" Nama ruangannya bunga mawar nomor 5"
📞 :" Ok kak makasih "
" Mas kita ke ruangan mawar nomor 5" ucap Liliy.
Tap…
Tap…
" Nah ini kamarnya" gumam Liliy.
Tok…tok… ceklek.
" Assalamualaikum mah , pah kak Adit" Liliy langsung menghambur ke pelukan papah dan mamah nya.
" Papah udah baikan" tanya Liliy.
" Udah nak papah udah mendingan" ucap mamah Sinta.
" Makasih ya nak" ucap papah Rudy.
Mamah Sinta tidak menyadari kedatangan Rey disitu "loh ada nak Rey sini duduk dekat Tante , kamu kesini sama anak Tante ya?" tanya mamah Sinta.
"Hehe… ya Tan , Tante apa kabar" Rey menyalami tangan mamah Sinta dan bergantian ke papah Rudy.
" Om Rudy sakit apa Tan? " tanya Rey.
" Biasa Rey om hanya kelelahan maklum faktor usia " jawab papah Rudy.
Beberapa saat kemudian muncullah Adit dari balik pintu kamar mandi.
" Hay bro lama enggak ketemu" Adit menghampiri Rey yang tengah duduk di sofa bersamaan dengan mamah nya Liliy.
" Uang lain kemana Rey?" tanya Adit. Mereka semua tengah duduk santai bersama kecuali Liliy dan papahnya.
" Enggak ikut ada keperluan pribadi , dan gue sebenarnya di tugaskan sama Joon Woo membeli semua kebutuhan ya kayak belanja bulanan"
" Berhubung Liliy keluar ya sekalian ikut" ujar Reyhan.
"Jadi setiap bulan elu yang belanja?" tanya Adit.
" Enggak sih semua juga kena tugas , berhubung giliran gue jadi hari ini gue mau belanja ya sekalian ngajak Liliy. Berat bro bawa belanjaan sendiri" ucap Rey.
" Iya juga ya kalau gue di kasih tugas belanja otomatis Liliy gue seret biar ada temannya" ujar Adit sambil melirik ke arah Liliy.
"Muka elu biasa aja kali kak , lihat tuh pah muka kak Adit nyebelin" Liliy mengadu kepada papahnya.
__ADS_1
"Gini-gini gue ganteng tau.ya kan mah" Adit mengedipkan sebelah mata nya ke arah mamahnya.
Sang papah tak terima istrinya di goda oleh lelaki lain selain dirinya walaupun anaknya sendiri.
Papah Rudy melempar bantal ke arah Adit.
" Aduh mah sakit kepala Adit" Adit mengadu kepada mamah Sinta sambil memeluk pinggang ramping sang mamah.
" Heh bocah lepasin tangan kamu dari tubuh istriku!!" ancam papah Rudy.
" Kamu itu kenapa sih pah sama anak sendiri cemburu" mamah Sinta membelai kepala anak pertama nya.
"Huh!! dasar punya anak laki minim akhlak" keluh papah Rudy.
Adit tak menghiraukan ucapan sang papah ,ia senang dapat memeluk mamahnya.
" Mah pah Liliy mau pulang " ucap Liliy.
" Nak sekalian kakak mu ajak juga mamah lupa belum belanja bulanan untung nak Rey mengingatkan" ucap mamah Sinta.
" Halah mah kan bisa lewat online" Adit melonggarkan pelukan dari tubuh mamahnya.
" Dah sana nggak baik ngelawan ucapan orang tua" ucap papah Rudy dan di ikuti teriakan senang dari dalam hati.
" Ya udah deh mamah mau nitip apa" ucap Adit.
" Udah mamah kirim lewat WhatsApp"
Adit mengecek hp nya dan melihat daftar belanjaan yang mau di beli.
( buset banyak bener ) batin Adit.
" Liy gue nebeng ke mobil elu kan kita se arah sama-sama mau belanja" ucap Adit.
Liliy mengkode ke arah Reyhan untuk segera memberikan kunci mobil. Rey peka terhadap tatapan Liliy akhirnya kunci yang ia bawa di lemparkan ke arah Adit. Dan untungnya Adit berhasil menangkap kunci tersebut.
...*****...
Di perjalanan Liliy asik menonton Drakor kesayangannya , Rey asik bermain game sedangkan Adit fokus menyetir.
Rey teringat atas kejadian kemarin waktu penyerangan , ia mencoba memberanikan diri bertanya langsung kepada yang bersangkutan.
" Dek " tanya Rey.
Sang empu fokus ke arah hp nya tak mendengarkan panggilan Reyhan.
Rey mencoba mencolek lengan Liliy agar menoleh ke arahnya. " Hmm… " ucap Liliy tanpa menoleh ke arahnya.
" Liy Rey mau ngomong tuh hp nya di taruh sebentar" Adit geram atas sikap Liliy yang mengacuhkan panggilan seseorang.
Liliy meletakkan hp nya di atas dashboard mobil. Ia baru menoleh ke arah Rey yang sedang duduk di jok belakang.
" kamu waktu penyerangan apa pakai softlens " tanya Rey yang to the point.
" Enggak lah mas mana mungkin kepikiran pakai softlens di saat detik-detik penyerangan " ucap Liliy.
" Aku melihat warna bola mata mu berubah berwarna coklat terang sedang kan bola mata mu warna hitam. Dan itu perubahannya signifikan" Rey menjelaskan maksud tujuan ke pada Liliy.
Adit yang mendengarkan obrolan keduanya merasa bingung , ia langsung menimbrung dan bertanya ke Reyhan.
__ADS_1
" Maksud elu apa Rey ?" tanya Adit.
Bersambung…