Idol Or Mafia Elite Member

Idol Or Mafia Elite Member
Planning


__ADS_3

" Persiapan kita tidak banyak , kita harus latihan semaksimal mungkin. Joon Woo memberikan dua pilihan yang pertama konsep nya idol grup co-ed yang kedua konsep grup band yang terdiri dari vokalis , Drum Elektrik , Gitar Akustik , Gitar bas elektrik , Keyboard." ujar Jhonatan.


" Terus kita yang pilih gitu " tanya Liliy.


" Mungkin , lebih jelasnya tanya langsung ke Joon Woo" ucap Jhonatan.


" Ok guys kita pulang sekarang " seru Samuel.


" Ayok kak ikut sama kita " ajak Liliy.


" Let's go " ucap Adit dengan semangat.


Jhonatan dkk telah keluar dari area mall Ion Orchard menuju mansion Joon Woo.


Episode sebelumnya_____


Jhonatan dkk telah sampai di mansion Joon Woo , mereka langsung menemui Joon Woo yang berada di ruang kerjanya.


Tok… Tok…


Samuel mengetuk pintu ruang kerja Joon Woo.


" Masuk" ucap Joon Woo yang berada di dalam.


Tanpa membuang waktu lama mereka memasuki ruang kerja Joon Woo. Dan bertepatan Joon Woo sedang meeting melalui aplikasi zoom.


Jhonatan dkk memilih menunggu di sofa yang berada tak jauh dari meja kerja Joon Woo.


Hampir satu jam setengah mereka menunggu. Ada yang main game , tiduran , dan bahkan ada yang asik makan.


Joon Woo mematikan laptop nya dan bangkit dari kursinya " kita bahas sekarang"


Yang tadinya ada yang tiduran seketika bangun dari mimpi indah setelah mendengar suara Joon Woo yang merdu Seantero Jagat.


Joon Woo mengambil laptop yang satunya lagi berada di laci meja kerjanya. Ia menghidupkan laptopnya dan mencari data yang ingin disampaikan tak lupa ia menyambungkan / menghidupkan lcd proyektor dan dipantulkan ke arah papan tulis kosong.


Semua orang fokus ke arah lcd proyektor.


Joon Woo menjelaskan secara rinci maksud data yang ia tampilkan di depan. Seperti dosen yang sedang mengajar mahasiswa/mahasiswi di dalam kelas.


" Siapa yang mau bertanya? saya persilahkan" ucap Joon Woo.


" Tuan saya mau tanya apakah promosi nya hanya di lingkup Korea saja atau sampai ke luar negeri" tanya Bernard.


" Saya mau memfokuskan promosi ke pasar Amerika serikat baru ke Asia Timur dan Asia Tenggara " ucap Joon Woo.


" Kontrak kerja sampai berapa tahun?" tanya Reyhan.


" Langsung 7 Tahun. Setelah melewati 7 Tahun kalian boleh melanjutkan tanda tangan kontrak atau meninggalkan agensi. Pilihan ada di tangan kalian"


" Saya hanya mengarahkan jalan untuk kalian" ujar Joon Woo.

__ADS_1


" Berarti konsep kita perpaduan gril crush dan bad boy" tanya Liliy.


" Benar sekali " ucap Joon Woo.


" Satu lagi Minggu depan kalian mulai sesi foto di dua tempat indoor dan outdoor. Jangan lupa jaga stamina kalian agar tetap fit rajin olahraga dan selalu makan makanan bergizi. Jangan terlalu sering makan junk food bisa mempengaruhi metabolisme tubuh dan pita suara" Joon Woo menasehati anak didiknya agar berjalan ke arah yang benar.


" Oh iya saya lupa bahwa hari ini saya datangkan desainer baju untuk mengukur tubuh kalian. Paham kan ucapan saya!?" tanya Joon Woo sebelum mengakhiri diskusi hari ini.


" Paham tuan " ucap serempak.


Sebelum mengakhiri sesi diskusi hari ini , Adit membuka suara" tuan Joon Woo boleh kah saya tinggal di sini sementara?"


Joon Woo menaikkan satu alisnya kearah Adit yang sedang duduk tak jauh darinya." Terserah yang penting tidak di kamar saya"


Joon Woo bangkit dari kursi untuk merapikan laptop dan mematikan lcd proyektor.


" Terimakasih tuan Joon Woo" Adit berjalan ke arah Joon Woo untuk sekadar memeluk tanda terimakasih nya.


Joon Woo yang sudah tau gerak gerik Adit langsung memutar tangan Adit ke belakang seraya membisikkan " jangan dekat-dekat "


" Hahaha…gue masih lurus ya enggak belok ya kali gue suka sama elu iyuhh banget… jijik gue. Aw bro lepasin tangan gue pegel nih " ucap Adit.


" Cih menjauh lah dariku " umpat Joon Woo.


" Hahaha… gitu aja ngambek bro kayak anak perawan aja" Adit merangkul bahu Joon Woo sambil berjalan keluar ke arah pintu.


" Haaa____butuh refreshing otak gue biar enggak ngebul ngeluarin asap" keluh Liliy sambil bersandar di sofa.


" Iya nih Liy butuh yang seger - seger biar mata kembali fresh " timpal Destiya.


" Yuk Des kita cabut dari sini otak sama badan gue rasanya enggak karuan" Liliy menyeret Destiya agar keluar dari ruang kerja Joon Woo tanpa menjawab pertanyaan Reyhan.


" Dasar cewek jaman sekarang kelakuan nya bar - bar " umpat Reyhan.


...*****...


Sang desainer telah tiba di mansion Joon Woo , dia membawa dua asisten untuk membantu mengukur tubuh Jhonatan dkk.


Jhonatan dkk berkumpul di lantai satu. dan langsung di dampingi oleh Joon Woo selaku CEO agensi X yang menaungi mereka. Para staf di sibukkan dengan tumpukan data dan manajer masih mempersiapkan kebutuhan yang akan di pakai Minggu depan.


Joon Woo menjelaskan ide konsepnya kepada desainer secara detail.


" Paham tuan " ucap desainer nya.


Joon Woo hanya menganggukkan kepala.


" Siapa yang duluan menu ke depan" tanya desainer nya.


Jhonatan mendorong tubuh Liliy ke depan. Yang tadinya tenang tiba-tiba Liliy kaget " loh kok gue duluan "


" Ayok sini kita ukur badan kamu sebentar " ucap desainer.

__ADS_1


Setelah mengukur badan Liliy kini giliran Destiya maju ke depan.


Liliy berbalik badan berjalan ke arah Jhonatan sambil mengepal tangannya yang berada di bawah.


Samuel ,Rey , Bernard mundur menjauh dari Jhonatan agar tak terkena imbasnya.


Jhonatan susah payang menelan Saliva nya setelah melihat sorot mata Liliy dan kepalan tangannya.


"Hehehe jangan marah dedek manis tadi gue hanya bercanda kok ya kan teman-teman" Jhonatan menengok ke arah Samuel , Rey dan Bernard.


"Ouch!…" Jhonatan memegang perutnya yang terkena jotosan tangan Liliy.


" Hehe… sorry bang enggak sengaja" ucap Liliy sambil tertawa kecil ke arah Jhonatan.


Kini mereka semua sudah selesai. Sang desainer dan kedua asisten nya melangkah keluar dari mansion Joon Woo.


"Kuy guys kita ke taman belakang " teriak Samuel.


" Ngapain" ucap Bernard.


" Bakar lemak lah apa lagi?" ucap Jhonatan.


Jhonatan dkk bergegas ke arah taman belakang yang di sana terdapat area basket , kolam renang , badminton dan gazebo untuk istirahat.


Sebelum ke taman belakang pergelangan tangan Liliy di cekal oleh Reyhan.


" Apa? " tanya Liliy.


Tanpa memperdulikan ucapan Liliy , Rey langsung menjewer telinga Liliy dan ia berkata " siapa yang ngajarin mukul perut Jhonatan hmm??…"


" A…aduh mas lepasin tangan mu sakit nih telinga gue , huwaaa… kak Adit tolong bantuin gue" Liliy sempat melihat kakaknya yang berada di lantai dua melihat ke arah Liliy dan Rey sambil makan jajan kesukaan Liliy.


" Siapa elu? gue enggak kenal sorry ya " ucap Adit.


" Nah kakakmu aja enggak nolongin kamu tuh" Rey gemas melihat wajah Liliy yang lagi mode merajuk ke kakaknya. Padahal Rey menjewer telinga nya tidak terlalu kencang.


" Tolong lah kak bantuin adek mu yang cantik ini please " sambil mengeluarkan puppy eyes yang sangat-sangat imut.


" Dah lah gue ngantuk bye Liliy " ucap Adit.


Rey segera melepaskan tangannya dari kuping Liliy dan menggandeng tangannya untuk segera menuju taman belakang " jangan cemberut nanti cantiknya hilang" goda Rey.


" Apaan sih gak jelas " Liliy tak menghiraukan ucapan Rey.


Tak lama kemudian Liliy dan Rey telah sampai di taman belakang. Mereka telah menunggu sejak tadi di area basket.


" Lama amat kalian berdua?" ujar Bernard.


" Biasa si dedek ngambek sama kakaknya " ucap Rey.


" Bodo amat dah " Liliy melengos ke arah Samuel dan Destiya.

__ADS_1


Akhirnya mereka semua olahraga basket.


Bersambung…


__ADS_2