Idol Or Mafia Elite Member

Idol Or Mafia Elite Member
Permasalahan internal


__ADS_3

Arsen yang memandang Adit biasa saja lantas membuka suara.


"Kenapa kau bisa sesantai itu" tanya Arsen.


"Kan ada kalian kenapa harus bingung" mengangkat kedua bahunya.


Episode selanjutnya…


"Terus kalau yang Amerika?" tanya Adit seraya memandangi layar laptop Joon Woo.


"Bukan nya perusahaan mu akan membuat anak perusahaan di Amerika"


"Ya lebih tepatnya kerjasama"


"Itu masih proses pembangunan kira kira masih 30% , emang ada apa? apa ada sangkut pautnya"Adit memundurkan tubuh nya ke sandaran sofa.


" Ya, sekarang kau harus hati hati dengan dia" ucap Joon Woo yang masih mengotak ngatik laptop.


" Hmmm…" menanggapi dengan gumaman.


"Liy kau bawa laptop" Joon Woo menatap sekilas ke arah Liliy.


Liliy mengangkat wajah nya " tidak bawa" kemudian kembali menunduk sambil makan mie goreng.


Arsen tau maksud Joon Woo, ia segera meminjam kan laptop nya ke Liliy.


Liliy langsung membuka laptop dan segera menyalakan. Sepuluh detik kemudian baru lah muncul icon icon dalam layar laptop.


Pertama Liliy membuka icon google dan segera mengetik nama email nya agar pesan dari Joon Woo dapat di terima.


Setelah mendapatkan pesan email dari Joon Woo , Liliy langsung menjalankan aksi nya.


Sembari menunggu hasil dari Liliy dan Joon Woo. Mereka Adit , Jhonatan dkk ( - Liliy ) dan Arsen melakukan diskusi di tempat lain agar Liliy dan Joon Woo tidak terganggu.


Mereka membahas mengenai permasalahan yang tadi dan mencari jalan keluar dengan hati hati dan teliti.


Drett…drett… suara pesan masuk.


Yang sedari tadi menggenggam hp, ia cepat cepat menggeser layar ponsel dan segera membuka pesan masuk.


mama : " Besok mama sama papa akan ke situ. Jangan kasih tau ke adek mu dulu"


Batin Adit sembari membaca pesan masuk dari mama nya.

__ADS_1


Adit teringat perkataan Joon Woo yang mana ketika orang tua ku mau kesini, jangan lupa kabari aku. Nanti biar di siapkan jet pribadinya.


Adit langsung buru buru memberi tau bahwa orang tau nya akan datang besok, agar Joon Woo tidak kesusahan mengabari pilot dan co-pilot dan juga bisa menyiapkan jet nya mulai hari ini.


Setelah mengirimkan pesan. Adit kembali mendengar kan ucapan Arsen.


Yang asli nya tak paham tentang pembicaraan tadi , namun ia hanya mengangguk kepala. Kalau pun memotong pembicaraan yang ada sudah di tebas dulu kepala nya oleh Arsen.


"Tuan Joon Woo sini sini" bisik Liliy sembari tangannya ia kibas kibaskan ke udara.


"Ada apa" perlahan mendekat ke Liliy.


Ia tinggal kan laptop nya di atas sofa dengan layar yang masih hidup.


"Apa" lirih Joon Woo.


"Ini aku udah ketemu" girang Liliy yang sudah ketemu orang yang Joon Woo maksud.


Liliy sedikit menggeser laptop Arsen agar Joon Woo dapat melihat dengan leluasa.


"Oh ternyata dia ada di situ" ucap Joon Woo seraya menarik ujung bibir nya.


" Adit!!" teriak Joon Woo dengan kencang nya.


"Ini bukan hutan ok, lagi pula gue di situ enggak jauh jauh amat" Adit merasa jengah dengan sikap Joon Woo yang kadang kekanakan dan kadang seperti orang tua yang sering memarahi anaknya.


"Sudah lah diam kau" menaruh jari telunjuk nya ke bibir Adit.


"Serahkan hp mu" Joon Woo menadahkan tangannya ke arah Adit. Agar hp nya cepat di pinjam Joon Woo.


" Bentar. Mau kau apakan dengan perusahaan ku " ucap Adit yang belum mau memberikan hp nya.


"Sudahlah kau pasti tau sendiri" Joon Woo enggan memberitahu yang sebenarnya.


Dengan berat hati Adit meminjamkan hp nya.


"Nih"


Baru saja Adit membalikkan badan nya, suara Joon Woo kembali terdengar.


"Password nya apa"


Adit kembali mendekat ke Joon Woo" sini" meminta hp nya.

__ADS_1


Setelah berhasil di buka, Adit menyerahkan hp nya ke Joon Woo.


"Sudah tidak ada lagi kan?"


" Tidak. Sana kau kembali bersama yang lain" usir Joon Woo.


Joon Woo langsung menyambung kan hp Adit ke laptop nya.


"Cah edan" umpat Adit sembari berjalan menuju tempat perkumpulan tadi.


" Habis baca mantra apa elu Dit?" heran Arsen yang melihat Adit dari tadi ngedumel.


" Tidak ada lupakan saja" duduk bersila di bawah yang di lapisi karpet tebal.


...**...


Adit diam melamun meratapi perusahaan keluarga nya yang susah payah di bangun dari nol oleh papa nya. Dan kini baru muncul kasus penggelapan dana yang total nya tidak main main, berkisaran 2,3 M. Tak hanya itu saja. Kasus di anak cabang terjadi permasalahan yang mungkin bisa jadi mengalami penyusutan.


Di Amerika juga sama terjadi permasalahan di awal pembangunan. Baru proses pembangunan sudah ada permasalahan, bagaimana kalau sudah beroperasi baru di bayangkan sudah membuat kepala berdenyut.


Adit sudah memberitahu sekretaris nya dan sekretaris papa nya untuk menyusut tuntas masalah ini. Jangan sampai berita buruk ini tersebar ke luar. Dan itu kesempatan bagi orang yang tidak suka akan ke suksesan perusahaan keluarga Adit.


Awal nya tidak ada masalah apa pun. Mulai dari awal berdiri nya sampai tahun ini.


Tapi ada sedikit keganjilan dengan kasus ini, yakni grup Black Diamond baru saja debut tepat di hari kemarin dan menjadi trending topik di seluruh dunia khususnya di dunia perkpopan. Dan besok nya mendengar berita bahwa staf pemasaran memajukan tindakan kasus penggelapan dana yang masuk keluar nya tidak jelas.


Dan di waktu yang berbeda namun di hari yang sama sekretaris Adit memberi tau bahwa proses pembangunan anak cabang mengalami kendala berupa dana , property dan gaji untuk para pekerja bangunan.


Adit masih ingat di surat kerjasama perusahan Adit dengan perusahaan Amerika tidak ada kalimat yang mencurigakan, dan juga orang nya ( asisten dari perusahaan Amerika ) begitu sopan dan ramah tidak menyangka di balik tujuan kerjasama terdapat siasat yang buruk.


Setelah membaca dan menandatangani surat perjanjian. Adit mentransfer uang sejumlah 4M ke anak cabang di Amerika. Begitu juga dengan dia , juga sama mentransfer uang sejumlah 4,5M.


Dua perusahaan besar menjalin kerjasama di bidang elektronik dan telekomunikasi.


Adit belum menemukan garis besar nya. Apa yang sebenar nya terjadi, mengapa harus perusahaan keluarga nya.


Posisi Adit sekarang duduk bersila di atas karpet dengan kedua tangannya di gunakan menyanggah kepala nya. Ia memejamkan mata nya sesaat. Untuk mengurangi rasa pusing yang tiba tiba melandanya.


" Jangan di pikir pikir terlalu serius Dit. Yang ada kau yang stres dulu" celetuk Arsen yang baru menyelesaikan strategi baru nya ke Jhonatan , Reyhan , Bernard , Samuel dan Destiya.


" Ya kau benar. Baru aja gue pikirkan tiba tiba kepala ku jadi pusing" balas Adit yang baru saja membuka mata dan kembali menegakan tubuhnya.


Bersambung…

__ADS_1


Jangan lupa kawan, like , klik tombol favorit serta jangan lupa kasih author hadiah dan kalau di kasih vote. Author tambah senang 😁.


__ADS_2