
Liliy langsung melempar bantal yang ada di pangkuannya ke arah Bernard.
Seketika mereka tertawa melihat aksi lempar melempar bantal.
" Gue baru ingat tadi elu berempat melihat aksi tadi enggak ada reaksi apapun datar aja wajah kalian" tanya Destiya.
Aksi lempar melempar bantal terhenti karna pertanyaan dari destiya.
" Gue udah tau siapa dia" jawab Reyhan.
Episode sebelumnya…
" Jadi gini guys ceritanya…" ucap Reyhan.
"Setelah elu keluar dari mansion. Gue , Samuel dan Bernard mendapatkan kabar dari Jhonatan bahwa ada penyusup berpura-pura jadi anak buah Joon Woo"
"Ya gue langsung selidiki dari mana asalnya , nama nya siapa dan dari musuh mana. Ternyata motifnya sama persis waktu penembakan dan tabrak lari, hanya saja pelakunya berbeda"
"Motif pelaku yang tadi cuman satu mengawasi gerak-gerik kita. Entah maksud tujuannya yang sebenarnya"
"Sebentar lagi kita pasti mendapatkan hukuman dari tuan Joon Woo"
Semua orang menoleh ke arah Reyhan atas penjelasan yang barusan terucap.
" Haduh hukuman apa lagi jangan ngawur deh elo" ucap Destiya.
" Biasa nya kan gitu kalau ada yang berbuat ceroboh pasti dapat hadiah"
" Percaya deh sama gue"
ucap Bernard.
" Semoga enggak ada hukuman ngeri gue lihat Joon Woo ngamuk melebihi Mak gue kalau ngamuk" Liliy bergidik ngiri membayangkan Joon Woo mengamuk lagi.
"Hahahaha… emang mamah mu ngamuk nya kayak apa sih dek" tanya Reyhan.
" Pokoknya ngeri deh mas dah lah gue berdoa biar si bos lupa akan hukuman kepada kita" ucap Liliy
" Enggak mungkin Liy seorang bos Joon Woo lupa, elu enggak ingat kan bahwa Joon Woo mempunyai daya ingatan yang super tajam" ujar Jhonatan.
" Ealah ribet banget sih " gerutu Liliy.
Seketika ide cemerlang Liliy muncul tiba-tiba " guys gue punya ide gimana kalau kita pukul kepada Joon Woo pasti langsung lupa ingatan"
Semua orang merapat ke arah Liliy agar pembicaraan tidak tersebar kemana-mana.
Tak lama kemudian Joon Woo melewati sekumpulan 6 anak buahnya , sekilas Joon Woo mendengar ucapan dari liliy.
6 Anggota tersebut tak mengetahui bahwa bos nya sudah berada di belakangnya.
Mendengarkan ucapan Liliy seketika emosi yang sudah mereda kembali naik menjadi 30%.
" Kayak nya seru deh acara ngerumpi saya boleh ikut apa enggak?"
__ADS_1
Suara berat dan datar khas Joon Woo yang tiba-tiba bersuara membuat 6 anggota melonjak kaget.
" Siapa yang tadi mempunyai ide memukul kepala saya" tanya Joon Woo dengan suara datarnya.
Semua orang yang berada disitu bingung mau jawab apa lidah nya terasa kelu seolah-olah tubuhnya membeku.
Joon Woo mendekat ke arah mereka. Ia seolah-olah melupakan tujuan yang utama.
Joon Woo duduk di sofa tepat di sebelah kanan Reyhan dan di sebelah kiri Samuel. Dan sekarang posisi Joon Woo berada di tengah.
( tamat sudah riwayat gue ) suara batin mereka.
Joon Woo duduk sambil ber sedekap mata elangnya tak lepas dari pantauan nya.
Seketika Liliy kesusahan menelan saliva nya " ck kebiasaan muncul tiba-tiba"
"Liliy" ucap Joon Woo dengan suara pelan. Justru suara pelan itu yang membuat mereka ketakutan , tak biasanya suara bos mengubah menjadi sangat pelan jauh dari kata sifatnya.
Yang mempunyai nama merasa gelagapan bingung mau menjelaskan dari mana.
Semua orang yang berada di sana menunduk kan wajahnya tidak ada yang berani menatap mata Joon Woo.
"Yang bernama PRILLY SAPUTRI angkat bicara!!" titah Joon Woo.
Liliy memberanikan diri menatap wajah Joon Woo mencoba menjelaskan ucapan yang ia lontarkan.
" Maaf kan saya tuan tadi hanya bercanda tidak ada maksud yang lain" .
" Apakah saya secepat itu percaya perkataan mu nona Liliy " ucap Joon Woo.
Joon Woo berdiri dari duduknya semua orang saling menatap satu sama lain. Kaki jenjang melangkah ke arah Liliy yang sedari tadi menunduk sambil memainkan kedua tangannya.
Semua orang yang ada di situ merasa heran mengapa bos nya berdiri tepat di hadapan Liliy.
Liliy tidak menyadari bahwa Joon Woo berdiri menatap dirinya cukup lama.
Di sisi lain ada seorang manusia yang merasakan hawa panas yang berasal dari tubuhnya seolah-olah dirinya tidak Sudi melihat pemandangan yang ada di depannya. Sungguh hati nya terasa perih. Ia mencoba berfikir positif namun hati yang paling dalam tidak terima, hati dan pikiran terus bertolak belakang.
Pikiran berkata tidak akan terjadi apa-apa namun hati nya seolah-olah berkata berkata lain.
Entah lah dia sendiri tidak menyadari perasaan yang baru saja muncul. Hanya dirinya dan tuhan yang tau.
Back to topik.
Setelah sekian lama Liliy tidak menyadari kedatangannya, Joon Woo membungkuk badan agar selaras dengan tubuh Liliy yang sedang duduk.
Joon Woo berbisik tepat di telinga Liliy" ikut saya ke ruang kerja sekarang tidak pakai lama".
Ucapan Joon Woo sangat lirih sampai-sampai Liliy terlonjak kaget " eh b…baik "
Liliy langsung bangkit dari duduk nya dan melangkah mengikuti Joon Woo ke arah ruang kerjanya.
Semua orang yang berada di lantai satu menatap kepergian mereka berdua dari lantai satu sampai ke lantai dua dan tatapan mereka terhenti di ruangan kerja Joon Woo.
__ADS_1
Mereka berlima saling berbisik satu sama lain.
" Itu mereka ngapain ke sana" tanya Destiya
"Entahlah gue juga enggak tau" ucap Samuel sambil mengangkat bahunya.
Jhonatan melihat gelagat aneh pada Reyhan tidak seperti biasanya terutama sorot mata.
Jhonatan menghampiri Reyhan yang terlihat merenung setelah menatap Liliy bersama Joon Woo.
Jhonatan menepuk bahu Reyhan" elu kenapa? ada masalah coba cerita ke gue sapa tau bisa membantu" Jhonatan berusaha bertanya kepada orangnya , tapi yang namanya si Reyhan tidak menanggapi ucapan Jhonatan. Ia memilih pergi dari situ.
" Lah ini anak kok main kabur" Samuel lari mengikuti Reyhan pergi tapi entah pergi kemana yang penting ngikut.
" Gue cabut mau mengerjakan tugas sekolah" ucap Bernard.
Destiya dan Jhonatan melihat kepergian 3 pria.
" Ya udah deh gue mau balik ke kamar mau lanjut bikin komik bye bang Jo" ucap Destiya.
Dan tinggal lah Jhonatan sendirian di lantai bahwa tepat nya di ruang tengah.
( ada apa sama Reyhan dari sorot matanya sedang menahan amarah ) batin Jhonatan.
Dreep…
Dreep…
Samuel kewalahan mengejar Reyhan.
" Rey tungguin gue" teriak Samuel. Reyhan tak menggubris ucapan samuel ia terus berjalan ke arah taman belakang untuk menenangkan pikiran dan hati yang terus berkecamuk.
Tap… Tap… yang tadi nya jalan kini berlari menyusul Reyhan.
Kini berdua berhenti di taman belakang yang cukup luas terdapat kolam renang , area basket , voli dan gazebo.
Hoos…Hoos… nafas Samuel tak beraturan sampai keningnya bercucuran keringat.
" Kenapa elu ngikutin gue" tanya Reyhan.
" Hah!! apa lu bilang kenapa ngikutin gue , enggak salah dengar kan gue? atau elu nya aja yang enggak dengar dari tadi gue teriak nama elu bocah!!…" geram Samuel.
" Gue enggak dengar ya! dan elu ngapain ikut-ikut segala sana pergi gue mau sendirian disini " timpal Reyhan.
Samuel tak habis pikir kelakuan Reyhan yang sekarang.
Ting … bunyi pesan masuk dari hp Samuel. Samuel cepat-cepat membuka dan ternyata pesan dari Jhonatan.
( temani Reyhan tanya pelan-pelan ada apa dengan dirinya dan jangan terpancing emosi mungkin dia ada masalah, ingat pesan gue ) isi pesan dari Jhonatan.
Ada apa dengan Liliy dan Joon Woo
Ikuti kisah selanjutnya hanya di Idol Or Mafia Elite Member
__ADS_1
Bersambung…