Idol Or Mafia Elite Member

Idol Or Mafia Elite Member
Makan bersama di Mall


__ADS_3

Setelah mereka meninggalkan supermarket. Mereka menuju ke arah toko pakaian. 25 Menit yang lalu mereka keluar dari toko pakaian.


Hp Rey berbunyi.


Rey merogoh saku jaket nya agar ia segera mengangkat telepon.


Episode sebelumnya…


" Siapa yang telpon Rey " tanya Adit.


" Jho " Rey menggeser tombol hijau pada ponselnya.


📞 :" Apa ?"


📞 : " Gue udah di depan , elu ada di mana ?"


📞 : " Gue ada di area Food Opera elu kesini aja.Gue males jemput elu"


📞 : " Ok gue dan yang lain otw ke situ "


*


" Liliy!,,," teriak Destiya dari arah pintu masuk ruangan Food Opera. Sambil melambaikan tangan ke arah meja Liliy.


Semua orang menoleh ke arah Liliy. Dan saling berbisik satu sama lain.


Ia merasa kikuk setelah mendapatkan tatapan aneh dari orang lain.


Rombongan Jhonatan berjalan dengan santai nya seolah olah berjalan di atas catwalk.


" Liy tuh yakin teman elu ? enggak salah pilih teman kan elu" Adit tak percaya dengan tingkah teman adeknya.


" Mungkin gue salah kak jadi nya gini " bisik Liliy ke kuping Adit.


Yap Liliy posisi duduk di tengah samping kiri di isi Reyhan dan di samping kanan kak Adit.


Dan tiba lah Jhonatan dkk tiba di meja Liliy. Untung Liliy sudah membooking 2 meja jadi tidak desak- desakan.


Penampilan Jhonatan dkk mampu menghipnotis para pengunjung Food Opera.


" Tempatnya luas " Samuel mengedar pandangan nya.


" Gue baru tau kalau ada tempat makan yang kekinian" ujar Bernard.


"Hmm… gue juga. Rey udah pesan makanan belum ?" ucap Destiya.


" Udah baru minuman Des , makanan nya belum gue pesan" ucap Reyhan.


25 Menit kemudian minuman mereka bertiga datang dan Rey memberi tau kepada waiter bahwa 5 orang ini mau pesan.


Waiter tersebut berbalik badan untuk mengambil daftar menu.


Tak lama kemudian waiter tersebut kembali ke meja Rey dan memberikan daftar menu beserta catatan.


" Ini tuan daftar menu masakan Nusantara, yang di coret berarti udah habis" sang waiter menjelaskan kepada Rey.


Rey menerima daftar menu. Sebelum menulis menu yang ia inginkan Rey terlebih dahulu memfoto daftar menu dan membagikan ke grup chat.


" Udah gue share ke grup biar cepat pesannya, terus kalau udah dapat pilihan menu yang kalian mau , langsung chat ke grup enggak pake lama!" ucap Reyhan.


" Rey gue boleh pinjam daftar menu. Soalnya kan gue enggak ada grup yang elu sebut tadi " ujar Adit.

__ADS_1


" Hmm…" Rey langsung menyodorkan daftar menu ke arah Adit.


Ting… pesan masuk di hp Rey.


Rey membuka grup chat nya.


...Grup Orang Waras...


Destiya : Paket 2 ( ayam bakar bagian paha bawah 2 + lalapan +sambal terasi ) , sup buah.


Bernard : Sate ayam , nasi putih , es jeruk manis.


Jhonatan : Nasi goreng Jawa , Coca cola.


Samuel : Ayam goreng + lalapan , es kelapa muda.


Rey menyalin menu pilihan sahabatnya ke catatan tak lupa pilihan ia , Liliy dan Adit .


Dan Rey menyerahkan catatan + daftar menu ke waiter.


" Mohon di tunggu pesanan nya" sang waiter kembali ke arah dapur.


15 Menit kemudian minuman yang di pesan Destiya , Jhonatan , Bernard dan Samuel telah tiba.


" Mas makanannya sudah jadi apa belum? " tanya Destiya.


" Mohon di tunggu sebentar kak masakan nya hampir selesai " ucap pelayan.


" Terimakasih kak" ucap kembali Destiya.


Pelayan kembali ke dapur.


" Kalian ngapain nyusul ke sini ?"tanya Adit.


" Siapa yang elu tanya " ucap Rey.


" Itu tuh yang pakai kaos biru "


Rey mengikuti arah pandang Adit.


" Oalah Bernard itu namanya " ucap Rey.


" Ooo… gue baru tau "


" Hey Bernard ! kamu sama teman kamu ngapain ngikut ke sini ? tanya Adit.


Sang empu yang merasa nama nya di panggil langsung memicingkan matanya ke arah Adit"bukan urusan elu"


"Ck!!! gue kan cuman tanya gitu aja sewot " geram Adit.


Liliy yang sedari tadi diam kini ia merasakan atmosfer di sekitar Bernard dan Adit sedikit mencengkeram.


Ia berusaha menjadi penengah " bang Ber kesini cari apa?"


" Enggak cari apa-apa, tau-tau gue di tarik paksa ikut ke sini sama Jhonatan" ucap Bernard.


" Giliran di tanya adek ku elu cepat ngerespon , giliran gue enggak mau jawab" Adit menatap tajam ke arah Bernard. Tapi sang empu tak merespon ia asik dengan makanan yang di depannya.


" Hahaha… kasihan kakak elu Liy mukanya udah merah , eh yang bikin masalah masih santai-santai aja" tawa Samuel.


" Guys gue punya solusi bagaimana kalau kita habis makan langsung nonton bioskop dah lama enggak nonton " ajak Destiya.

__ADS_1


" Des DIAM!!" ucap Bernard dengan suara datarnya.


" Hufft…iya-iya " Destiya langsung kicep setelah mendengar ucapan Bernard.


Selang beberapa menit semua menu yang ada di meja ludes tak tersisa.


" Habis dari sini kita semua pulang tidak ada yang nama nya nonton bioskop , main di Timezone dan belanja yang tidak penting " ujar Jhonatan.


" Kenapa Jho?" tanya Bernard.


" Gue lupa kasih tau ke kalian , bahwa jadwal debut di percepat menjadi bulan depan. Kita harus mempersiapkan dengan matang"


" Dan satu lagi sisa kita tinggal 2 Minggu dari sekarang" ucap Jhonatan.


"Haaaa!!!…" ucap mereka serempak.


" Elu serius kan Jho? kenapa elu kasih tau sekarang , kalau gini gue enggak ikut ke sini " ucap Bernard.


" Kak gue enggak mimpi kan? " Liliy terbengong setelah mendengarkan ucapan Jhonatan.


Adit langsung mencubit kedua pipi adeknya dengan rasa gemes sampai-sampai mengeluarkan tenaga dalam.


" Huwaaa…kak ampun sakit kak , kenapa di cubit sih" rengek Liliy sambil memegang kedua pipinya.


Kondisi kedua pipi Liliy merah bak di kasih tomat merah.


" Gue memastikan kalau elu enggak mimpi dan ucapan elu gue kabulkan. Pintar kan gue " ucap Adit sambil tertawa kecil.


" Rasakan kau " Liliy tak tinggal diam ia akan membalas perbuatan kakaknya 2 kali lipat rasa sakit yang ia rasakan. Liliy mencubit perut Abs sang kakak sebelah kanan dan kiri secara bersamaan.


" Aw Liy cukup " ucap Adit namun tak di hiraukan oleh Liliy.


Adit merasa kewalahan menghadapi adeknya akhirnya ia menyerah sebelum perutnya di penuhi warna merah bercampur kebiruan akibat cubitan ganas dari Liliy.


" Ok gue salah jadi stop nyubit perut gue" Adit menggenggam tangan Liliy supaya berhenti dan dengan tatapan memohon ke arah Liliy.


" Cih gak usah pasang wajah melas gue jadi eneg lihatnya " tangan Liliy secara otomatis mengusap kasar wajah kakaknya.


" Hey!! kalian berdua bisa enggak akur sebentar kayak tom&Jerry versi nyata" ujar Destiya.


"Hehehe…sorry Des" Liliy langsung mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.


" Ok bang Jho jelaskan kembali " ujar Destiya.


" Jadi gini gue dapat email dari Joon Woo isi nya tentang jadwal debut yang di percepat , awalnya tahun depan kita debutnya entah ada peraturan baru atau apa gue enggak tau. Yang jelas bulan depan kita berangkat ke negara Korea Selatan. Yang kedua surat buat orang tua sudah di kirim tadi pagi "


" Persiapan kita tidak banyak , kita harus latihan semaksimal mungkin. Joon Woo memberikan dua pilihan yang pertama konsep nya idol grup co-ed yang kedua konsep grup band yang terdiri dari vokalis , Drum Elektrik , Gitar Akustik , Gitar bas elektrik , Keyboard." ujar Jhonatan.


" Terus kita yang pilih gitu " tanya Liliy.


" Mungkin , lebih jelasnya tanya langsung ke Joon Woo" ucap Jhonatan.


" Ok guys kita pulang sekarang " seru Samuel.


" Ayok kak ikut sama kita " ajak Liliy.


" Let's go " ucap Adit dengan semangat.


Jhonatan dkk telah keluar dari area mall Ion Orchard menuju mansion Joon Woo.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2