
Joon Woo berjalan tegap nan santai dan di ikuti sekretaris dari belakang.
Produser berserta Sutradara dan kru- kru lainnya menyambut kedatangan CEO dari agensi X , jarang-jarang seorang CEO turun tangan langsung melihat proses membuat music Vidio. Produser dan Sutradara menghampiri dan berjabat tangan.
" Tuan ada apa gerangan anda kemari? atau tim kami ada yang membuat masalah" tanya Produser.
" Tidak ada" yang menjawab bukan Joon Woo melainkan Arsen sang sekretaris setia.
Episode selanjutnya…
"Cut" teriak dari sutradara.
Sang sutradara menghentikan proses syuting untuk mengistirahatkan tubuh sang Idol. Tak tanggung-tanggung para Idol juga bisa melihat rekaman ulang music Vidio nya untuk mengetahui letak kesalahan atau untuk sekedar mengoreksi agar ke depannya menjadi lebih baik.
Satu kata buat semua kru yang terlibat dan Idol pastinya LELAH hanya itu yang terucap dari bibir.
Jhonatan dkk tengah fokus menonton Vidio klipnya dan tiba-tiba__
" Bang Jho gue mau ke toilet bentar" ucap Liliy.
Jhonatan hanya menganggukkan kepala.
Sebelum melangkahkan kakinya Liliy mendengar ucapan dari Bernard dari arah belakang." Mau ke mana elu".
" Ke toilet " geram Liliy yang tak tahan perutnya untuk mengeluarkan hajatnya.
" Ngapain?" tanya balik Bernard.
" Joging" Liliy langsung lari terbirit-birit ke arah kamar mandi.
Bernard mengerutkan dahi nya setelah mendengarkan ucapan Liliy yang samar-samar namun terdengar jelas di telinganya.
Berhubung di samping nya Samuel , Bernard menyenggol tangan Samuel yang sedang menopang dagunya.
" Duk!!" Samuel mendengus kesal ke arah Bernard yang tak punya rasa bersalah.
" Apa?!!…" ucap Samuel sambil memelototi ke arah Bernard.
" Galak bener Lo bro , cuman kesenggol sedikit udah ganas" Bernard menahan tawanya serapi mungkin di balik wajah datarnya.
" Ck… elu mengganggu orang yang lagi nonton bego " umpat Samuel lirih ke arah Bernard agar tak terdengar oleh orang lain.
" Slow bro gue cuman tanya sama elu , elu tau enggak Liliy ke toilet ngapain?" tanya Bernard.
" Plak… " Samuel memukul kepala bagian belakang. " Elu bego , tolol atau bodoh sih jelas-jelas ke toilet tujuannya buang air kecil atau enggak buang air besar pake tanya ke gue. Gue kira tanya apa eh tau nya yang enggak berfaedah" .
__ADS_1
" Aw… Sam elu mukul keras banget sih , pusing sih kepala gue. Tanggung jawab elu kalau gue amnesia gimana ?" .
" Bodo amat gue enggak peduli , hus… hus… sana pergi jauh-jauh dari gue" Samuel sedikit mendorong tubuh Bernard agar menjauh darinya.
" Ehemm…" Rey berdehem ke arah dua temanya. " Berisik tutup mulut kalian".
Keduanya langsung terdiam tak mau membantah perkataan Reyhan.
*
Liliy terus mencari keberadaan toilet yang tak kunjung ketemu. 5 Menit kemudian akhirnya ia menemukan toilet yang berada ujung tenda tepat di sebelah tangga besi.
Tanpa berlama-lama Liliy langsung masuk ke kamar mandi.
" Hah… lega" Liliy keluar dari kamar mandi dengan senyum yang mengembang.
Ia berjalan mendekat wastafel untuk sekadar cuci tangan. Tiba-tiba dari arah belakang muncullah wanita dengan pakaian khas jaman dahulu dengan rambut yang sedikit berantakan. Wanita tersebut muncul di dalam cermin yang berada di atas wastafel.
Liliy melihat wanita tiba-tiba datang dari dalam cermin yang pastinya di dalam kamar mandi tidak ada siapa-siapa selain dirinya. Ia mengucek matanya" mungkin gue salah lihat atau enggak halusinasi".
Sebelum mengucek matanya Liliy sempat menoleh ke arah belakang untuk memastikan ada orang di belakangnya.
Seketika ia merinding bulu kuduk nya berdiri secara otomatis. " kenapa gue merinding nya apa jangan-jangan di sini ada AC , tapi enggak mungkin lah masa di kamar mandi di kasih AC" Liliy menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
Ia menyudahi kegiatan cuci tangan. Ia hendak membalik badan dan…
Liliy langsung menjerit sejadi-jadinya ia berusaha melarikan diri namun kaki nya terasa berat seperti ada yang mengikatnya. Liliy mencoba memberontak namun usahanya gagal.
Wanita misterius itu berjalan ke arah Liliy tapi nyatanya wanita tersebut melayang pelan ke arah Liliy. Wanita tersebut nampak pucat wajahnya seperti mayat yang baru meninggal.
Tubuh Liliy bergetar hebat di tambah mengeluarkan keringat dingin di pelipisnya. Wanita itu tersenyum tepat di wajah Liliy.
" Ma…mau apa kamu?" Liliy mencoba bertanya ke wanita tersebut dengan nada gemetar.
" Aku akan mendampingi kamu di mana saja , kau jangan takut" di selingi tawa mengerikan tepat di kuping Liliy.
Liliy mencoba mendong tubuh wanita tersebut tapi sayang dorongan tersebut tidak mempan alias tembus. " deg" jantung Liliy berdetak sangat hebat .
" Ka…ka… kamu han… hantu" Liliy terbata-bata mengucapkan kalimat hantu.
" Hihihi… kau jangan takut. Aku enggak menakuti mu , aku hanya sekedar berkenalan dengan mu" hantu wanita kian gencar menggoda Liliy.
Hantu wanita tersebut perlahan mundur dari hadapan Liliy , sebelum menghilang hantu tersebut mengucapkan " perkenalkan sama saya Ajeng" dan tiba-tiba hantu tersebut hilang di hadapan Liliy.
Sontak Liliy melarikan diri keluar dari kamar mandi , ia lari dengan terbirit-birit seolah-olah ada yang mengejarnya.
__ADS_1
" Tolong ada hantu " Liliy lari sambil teriak minta tolong.
Jhonatan dan lainnya aneh melihat Liliy lari terbirit-birit sambil teriak-teriak tak jelas ke arahnya.
Kondisi Liliy di selimuti dengan perasan ketakutan , cemas dan bingung menjadi satu dan tak lupa lututnya terasa lemas.
Hos…hos…hos… Liliy mengatur nafasnya setiba di tenda yang di isi oleh Jhonatan dan lainnya.
Sontak Destiya menghampiri Liliy dan menuntutnya ke arah kursi.
Destiya langsung mengambilkan sebotol air mineral ke Liliy. Liliy langsung menerima botol tersebut dan meminumnya hingga habis tak tersisa.
Liliy mencoba kembali mengatur nafasnya yang tidak beraturan itu.
Jhonatan dan yang lainnya mengerutkan dahinya pertanda bingung melihat ekspresi wajah Liliy yang sedang ketakutan.
Destiya menepuk kedua bahu Liliy agar tenang " tenang ngin dulu Liy , kalau udah elu boleh cerita ke kita".
Liliy menghirup udara sebanyak mungkin dan menghembuskan nafasnya secara perlahan sebanyak tiga kali.
"Hufftt… "
" Tadi gue lihat hantu di kamar mandi dekat tangga besi itu " Liliy menunjuk ke arah kamar mandi yang ia maksud.
Semua orang menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Liliy.
" Mana mungkin dek siang-siang ada hantu , mungkin halusinasi mu aja" Rey mencoba menenangkan Liliy agar tak kepikiran oleh ucapannya sendiri.
" Sumpah mas tadi aku lihat sendiri pakai kedua mataku , ya kali mata ku minus" sanggah Liliy.
" Kalau pun betul hantu mana mungkin hantu keluar di saat ada matahari kan biasanya munculnya pada malam hari dan di tempat sepi" ucap Jhonatan.
" Beneran Bang Jho gue tadi lihat. Masa iya enggak ada angin enggak ada hujan tiba-tiba gue lari dengan kencang nya dengan kondisi keringat dingin. kalau enggak percaya coba cek tubuh gue" Liliy menyodorkan tangannya ke Jhonatan.
Jhonatan langsung memeriksa tubuh Liliy dan benar saja tubuhnya dingin sedingin es di tangan mengeluarkan keringat di pelipis dan telapak tangan.
Semua orang baru menyadari bahwa wajah Liliy begitu pucat seperti orang ketakutan.
Sang Produser melihat kejadian tersebut langsung memanggil tenaga medis untuk memeriksa Liliy.
Tenaga medis tiba di lokasi Liliy berada dan langsung memeriksa. Hasilnya…
" Nona Liliy mengalami ketakutan detak jantung nya berpacu dengan cepat , saya sudah memberikan suntikan untuk menenangkan kondisinya. Permisi"
Jhonatan dan lainnya saling menatap bingung ada yang percaya dan ada yang tidak percaya.
__ADS_1
Bersambung…