Idol Or Mafia Elite Member

Idol Or Mafia Elite Member
Liliy di lawan


__ADS_3

" Tuan siapa yang masak? " Arsen menatap menu yang berada di atas meja.


" Siapa lagi kalau bukan Rey , Samuel dan Bernard yang buat" Joon Woo mengambil spaghetti alle vongole di atas piring nya.


" Wow… anak buah mu pintar masak ternyata dan rasa nya melebihi koki yang berkerja di hotel bintang lima " ucap Arsen sambil menikmati hidangan yang berada di depan mata.


Episode selanjutnya…


Liliy masih diam menatap hidangan yang berada di depannya.


" Apa semua halal?" gumam Liliy.


Tiba tiba dari arah belakang terdengar suara yang begitu khas sambil memegang kepala Liliy.


" Halal semua kok dek tenang aja " Reyhan menunduk kan badannya agar seimbang dengan tubuh Liliy.


" Hmmm…" Liliy memalingkan wajah nya ke arah lain.


Rey tersenyum akan tinggal Liliy " ayo makan kasihan nanti cacing di perutmu pada demo minta jatah"


" Eh…" mau enggak mau Liliy mengikuti Rey dari belakang.


Saat ini Liliy berada di samping Rey yang lagi mengambil makanan.


" Mau makan apa dek? " tanya Rey tanpa menoleh ke Liliy.


" Mau yang itu " Liliy menunjuk menu Cacciucco.


Reyhan mengambil menu yang di maksud oleh Liliy.


" Nih" Rey memberikan sepiring berisi Cacciucco " awas masih panas , hati hati bawanya" ucap Reyhan.


" Hmm… makasih " Liliy tersenyum ke arah Rey sampai sampai mata nya menjadi sipit.


Liliy berjalan menuju tempat yang kosong yang di mana ada Samuel yang sedang makan sendiri.


Tap


Tap


Sret… Liliy menarik kursi yang berada di depan Samuel.


" Numpang tempat " meletakan makanannya di atas meja.


" Hmm… " melirik sekilas ke arah Liliy.


Sebelum makan Liliy mencium bau masakan terlebih dahulu , setelah itu baru lah mulai mencicipi


Fuuh… fuh Liliy meniup makanan terlebih dahulu biar lidah nya tidak kepanasan.


Nyam… nyam


Liliy mengunyah makanan dengan hati hati sambil menikmati rasa yang begitu lezat.


" Wah enak banget " tepuk tangan tanda senang akan masakannya yang lezat.


Liliy yang penasaran dengan menu yang di makan Samuel , tanpa permisi Liliy langsung menarik piring milik Samuel dan langsung makan makanan Samuel.


" Aduh Liy gue masih lapar jangan di rampas piring gue" gerutu Samuel.

__ADS_1


Reyhan yang baru datang tak tau menahu keributan dari dua orang tersebut.


" Muka elu kenapa " tanya Reyhan sambil menarik kursi yang berada di sebelah Samuel.


" Lihat tuh adek mu bikin mood ku hancur" menusuk nusuk meja yang berada di depannya menggunakan garpu.


Rey mengikuti ucapan Samuel " Ya ampun dek itu punya nya orang , kalau mau mas akan ambilkan "


" Ck gitu aja ngambek kayak anak abg aja " meletakan sendok dan langsung mendorong piring tadi ke arah Samuel.


" Sorry tadi cuman tes rasa" ujar Liliy sembari melanjutkan makanan yang dia bawa tadi.


" Mau nambah dek " tanya Reyhan.


" Enggak , ini di piring masih banyak. Nanti kalau aku mau nambah bisa ambil sendiri".


Dengan perasaan yang masih dongkol , akhirnya Liliy memutuskan menscroll layar hp nya agar tidak bosan.


Tiba tiba


Uhuk…uhuk Liliy memukul dadanya agar batuk nya reda.


Tanpa aba aba Liliy bangkit dari duduknya sambil membawa makanannya menuju kamar tidurnya tanpa menghiraukan tatapan semua orang yang berada di sana.


Dengan nafas yang memburu serta tatapan yang tajam Liliy bergegas masuk ke dalam kamar dan langsung menyalakan laptop yang berada di atas kasur. Tak lupa piring yang ia bawa di taruh di meja.


" Aish… " umpat Liliy.


" Kau enggak akan bisa lolos dari aku ba*in*an " Liliy benar benar marah setelah mendapatkan notifikasi dari seseorang.


Liliy terus mencari keberadaan ba*in*an itu lewat saluran khusus yang tentu nya sangat aman.


" Berani beraninya kau!! membuat perusahaan papa ku jadi hancur. Kau telah membangunkan seorang iblis " dengan Smirk yang mengerikan.


" Ok , kita mulai permainannya pak tua " ujar Liliy sembari tertawa.


Sudah dua jam lebih Liliy tidak keluar dari kamarnya , membuat dua orang yakni Reyhan dan Samuel kebingungan.


" Rey tadi Liliy kenapa? " tanya Samuel.


" Gue juga enggak ngerti , udah gue telpon tetap enggak bisa di hubungi. Apa kita menyusul ke kamar nya? " ujar Reyhan dengan nada cemas.


Samuel mendorong kursi dan bergegas menyusul Liliy.


Tiba tiba Joon Woo mencegah mereka berdua " kalian berdua tidak usah khawatir , Liliy akan baik baik saja. Selesaikan makan mu itu" ucap Joon Woo sambil makan desert.


" Tapi tuan…"


" Kembali lah ke asal mu " Joon Woo mengangkat kepala nya dan langsung menetap kedua orang yang berada di depannya.


Dengan berat hati keduanya memutuskan tidak jadi ke kamar Liliy.


" Ada apa tuan ?" tanya Arsen , yang baru aja selesai makan.


" Liliy sudah tau" lanjut menghabiskan desert nya.


" Maksud tuan tentang si tua Bangka itu ?" Arsen mengubah posisi duduk menghadap Joon Woo serta tangannya mengambil gelas yang berisi Soju.


" Hmm…dia baru di kasih kabar dari seseorang tentu nya dari orang terdekat " Joon Woo bangkit dari duduk nya untuk mengambil menu yang lainnya.

__ADS_1


Arsen hanya mampu mendengar ucapan dari bos nya.


" Wah bisa bisa perang dingin " batin Arsen sembari minum Soju di campur bir.


...**...


Jhonatan , Destiya , Reyhan , Samuel dan Bernard sekarang sudah berada di kamar Joon Woo untuk membahas masalah yang baru saja terjadi.


Tak lama kemudian terdengar ketukan pintu dari luar kamar.


" Masuk" teriak Joon Woo dari dalam.


Kreeek…


Liliy berjalan menuju sofa sambil membawa laptop dan juga tab , tak lupa dengan sorot mata yang tajam.


" Duduk lah " Joon Woo memerintah Liliy duduk di sebelah Arsen supaya lebih jelas penyampaian nya.


Mereka berlima menatap bingung ke arah Liliy yang masih mode serius.


" Kalian semua sudah tau masalah hari ini " Joon Woo membuka suara.


Dengan tegas mereka berlima " tidak tau tuan".


" Saya harap , tidak ada kerusuhan setelah mendengar fakta yang sebenarnya" Joon Woo meminta Liliy menyalakan laptop nya.


Joon Woo meneliti hasil data yang berada di laptop Liliy , dan sesekali mengeluarkan Smirk yang mengerikan.


" Wow… ternyata kau bisa licik juga" melirik ke arah Liliy.


" Dia duluan yang mengusik keluarga saya. Jadi jangan salah kan saya. Kalau saya bertindak di luar kendali" dengan tatapan tajam sembari menggenggam tangannya dengan sekuat tenaga.


" Tuan sebenar nya ada apa? " tanya Bernard.


" Liliy berhasil menjatuhkan lawannya sampai sampai tidak bisa berkutik" jari Joon Woo yang masih menari nari di atas keyboard.


" Lawan? " ucapan Joon Woo membuat Destiya merasa penasaran.


Joon Woo langsung menyerahkan laptop Liliy ke arah Destiya , agar mereka bisa tau maksud ucapan yang barusan.


Dengan cekatan Destiya membaca dan mencermati data yang berada di dalam laptop Liliy.


Tak lama kemudian Destiya dan lainnya tertawa bersama setelah melihat hasil data.


" Hahahaha… mampus kau pak tua perusahaan mu di ambang kebangkrutan. Gue suka gaya Lo Liy" ujar Samuel.


" Elu butuh berapa lama meretas data perusahaan yang mana para investor mencabut semua saham yang mereka tanam di perusahaan pak tua" tanya Bernard.


" Gue butuh 2 jam , awal nya ada kendala dari pihak sana memberi virus ke laptop gue. Ya gue lawan balik lah. Gue beri virus yang mematikan yang bisa berakibat fatal" jawab Liliy.


" Fatal yang bagaimana Liy " sambung Destiya.


" Bisa kebakar komputer yang di sana , secara kan gue kasih virus biar komputer / laptop nya rusak" ujar Liliy dengan santai.


" Jadi elu marah marah tadi karna gara gara ini " tanya Samuel.


" Yap" 😉.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2