
Rombongan kendaraan roda 4 telah tiba di bandara sejak 2 jam yang lalu. Lagi lagi yang menjadi supir anak buah Joon Woo. Anak buah Joon Woo tersebar di 5 Negara yaitu Indonesia , Singapura , Korea Selatan , Jepang dan Amerika serikat.
Markas utama terletak di negara Korea Selatan dan tentu saja cabang nya lagi lagi di negara Indonesia , Singapura , Korea Selatan , Jepang dan Amerika serikat.
Sungguh Kuat Mafia Black King yang di pimpin oleh Joon Woo
Episode selanjutnya…
Lagi lagi Joon Woo membeli villa yang berada di negara I. Berkisaran harga 5 Milyar di bayar cash.
Setelah menempuh perjalanan jauh dari bandara menuju villa Jhonatan dkk berserta rombongan memasuki villa baru milik Joon Woo.
Liliy turun dari dalam mobil " Wow indah banget pemandangan di sini , ciptaan tuhan benar benar indah tak perlu di ragukan".
Reyhan melihat Liliy yang begitu cantik menggunakan dress berwarna merah motif kotak kotak dan tak lupa memakai Flatshoes warna senada dengan dress-nya.
Rey menghampiri Liliy sambil tangannya di masukan di saku celana.
Baru dua langkah Ray berjalan tiba tiba Samuel merangkul kedua bahu Liliy , entah kenapa setiap orang mendekat ke Liliy perasaannya tidak karuan gelisah sepanjang hari.
Liliy yang tadinya asik memandangi pemandangan dikagetkan dengan kehadiran Samuel yang dari belakang.
" Liy ngapain di sini , ayok masuk ke dalam" Samuel menuntun Liliy masuk sambil merangkul kedua bahunya.
" Hehe…nanti aja Sam gue mau keliling lihat pemandangan sekitar villa ini " Liliy melepas rangkulan dari Samuel.
" Oh ya udah kalau ada apa apa langsung hubungi gue" sebelum pergi Samuel menyempatkan mengacak pucuk rambut Liliy , setelah itu Samuel masuk ke dalam.
Bertepatan itu juga Samuel melihat Rey sedang mematung melihat interaksi Samuel dan Liliy.
" Rey ngapain elu bengong di tengah jalan ayok masuk" Samuel menepuk lengan Rey , tapi sang empu menepis tangan Samuel " nanti gue akan masuk sendiri , elu aja yang masuk " ucap Rey dengan aura yang mencekam.
Samuel menyadari aura mencekam yang berasal dari tubuh Rey. " Ya udah gue masuk dulu bye " Samuel melangkahkan kakinya masuk ke dalam.
Dan Rey masih melihat punggung Samuel yang lama kelamaan menghilang dari pantauan nya.
Di satu sisi Destiya merengek meminta Bernard untuk membantu dirinya " Abang Bernard bantuin Destiya narik koper , berat nih".
" Ck , kan elu punya dua tangan dan elu bisa sendiri ngapain harus gue yang bawa" Bernard berjalan terlebih dahulu sambil membawa tas ransel di pundaknya.
" Ayo lah bang bantuin gue Napa enggak kasih sama gue gitu berat loh koper ini mana gue bawa dua koper besar" gerutu Destiya.
Bernard memperhatikan langkahnya yang tiba tiba.
Bruk!!
" Aw" Destiya meringis kesakitan karna dahinya menubruk punggung kekar milik Bernard.
__ADS_1
Bernard menoleh ke sumber suara " aelah nih anak bikin gue darah tinggi " gumam Bernard yang masih di dengar oleh Destiya " heh!!! lu nya aja yang tiba tiba ngerem mendadak ".
Destiya menemukan ide yang terlintas di otaknya dengan senyum nya penuh makna , Destiya lari dari pandangan Bernard dan meninggalkan dua koper besarnya.
Bernard yang tak tau ide licik nya terbengong di tempat usai Destiya tidak ada di hadapannya dan meninggalkan dua koper nya. Mau tak mau Bernard menarik dua koper Destiya sambil menggendong tas ransel di pundak.
( Awas kau Des gue akan balas keisengan elu ) batin Bernard yang sudah menemukan ide untuk membalas keisengan Destiya.
POV Destiya.
"Rasain elu emang enak gue kerjain , Destiya gitu loh " tertawa senang di dalam hati. Tapi ia tidak tau kalau suatu saat Bernard akan membalasnya.
...*...
Di ruangan sebelah terdapat Joon Woo , Jhonatan dan Arsen sedang membahas mengenai teror yang sedang baru baru ini menggangu. Berupa tulisan tangan menggunakan darah segar , dan seekor burung gagak yang baru mati langsung di kirimkan melalui jasa antar paket ke Mansion Joon Woo yang berada di negara Korea.
" Arsen" panggil Joon Woo.
" Ya tuan ada apa ?" Arsen mematikan puntung rokok yang baru saja di hisap.
" Kau cari pelaku teror tersebut , saya sudah muak dengan ini semua " Joon Woo meneguk red wine yang sedari tadi ia tuang ke dalam gelas.
" Tapi tuan si peneror itu sangat licik mainnya , sudah saya telusuri namun tetap tidak ada informasi yang jelas" ucap Arsen.
" Natan elu bisa bantuin gue kan " Arsen meminta bantuan ke pada adeknya Jhonatan.
" Bukannya enggak mau kak , tapi tugas gue udah banyak dan sebentar lagi Gurp gue akan debut" ujar Jhonatan.
" Hmm…" Arsen meneguk bir yang berada di dalam kemasan kaleng.
" Apa gue minta bantuan sama Liliy " usul Jhonatan.
" Tidak usah biar gue aja yang mencari" tolak Arsen.
Arsen tidak mau membebani urusan dia ke orang lain , walaupun orang itu tidak keberatan sekalipun.
Saat Jhonatan , Arsen dan Joon Woo sedang bersantai santai di kamar Joon Woo. Dikagetkan oleh teriakan dan larian Liliy yang berasal dari luar kamar.
Tap…
Tap…
Tap…
Liliy lari sekencang kencangnya untuk menemui Jhonatan.
" Bang Jhonatan where are you!! " teriak Liliy yang memenuhi isi villa.
__ADS_1
Tap…
Tap…
Brak!! Liliy membanting pintu kamar Joon Woo dengan nafas yang memburu di tambah keringat di dahinya bercucuran.
"Hah…"
" Hah…"
Liliy mengatur nafas nya sebelum mengutarakan maksud tujuan kemari.
Jhonatan mendekat ke arah Liliy " ada apa ?" Jhonatan mengelap keringat yang berada di dahi nya menggunakan tisu kering.
" Anu… i…itu bang Jho " ucap Liliy dengan suara terbata bata.
" Oke kita duduk dulu biar kamu bisa tenang " Jhonatan menuntun Liliy ke arah sofa.
" Bang Jho ada air mineral?" tanya Liliy yang sedang kehausan.
"Bentar gue aja yang ambil " Arsen mengambil air mineral di dalam lemari es.
Tak!!,, " nih air nya" Arsen menaruh air di atas meja. Dan langsung di sambut oleh Liliy.
Glug…glug…glug… Liliy meminum air sampai tandas tak tersisa.
" Sekarang kau boleh cerita " Ujar Joon Woo.
" Tadi saya sedang jalan jalan di sekitaran villa terus , saya tidak sengaja melihat bangkai anjing di dekat kolam. Tapi…" ujar Liliy.
" Tapi apa?" tanya Arsen.
" Di dekat bangkai anjing terdapat kotak kayu sedang masih terkunci , saya tidak berani mengambil" ucap Liliy sambil menundukkan kepalanya tak berani menatap Joon Woo dan Arsen.
" Apa!!! " ucap mereka bersamaan.
Joon Woo , Jhonatan dan Arsen langsung menuju tempat yang di maksud Liliy.
Saat di tempat tujuan dan benar saja terdapat bangkai anjing yang kepalanya sudah berlubang , mata nya yang sebelah kanan sudah di congkel , isi organ dalam berhamburan keluar.
Joon Woo menatap jijik bangkai tersebut.
" Arsen , Jhonatan segera ambil bangkai itu dan masukan ke dalam peti agar tidak bau" perintah Joon Woo.
Dan langsung di anggukan oleh kedua orang tersebut.
Joon Woo menyadari ada kotak kayu yang masih tersegel , langkah demi langkah Joon Woo mendekat ke arah kotak kayu dan segera ia ambil menggunakan sarung tangan agar tidak terjadi apa apa.
__ADS_1
Joon Woo mengangkat kotak kayu tersebut untuk memastikan bahaya atau tidak. Di rasa sudah cukup baru lah ia membawa masuk ke dalam vila menuju kamarnya dan segera berdiskusi bersama Arsen dan Jhonatan dkk.
Bersambung…