
"Gue harap begitu semoga tidak ada yang mengetahui. Btw tentang rival elu udah beres kan?" tanya Adit dengan wajah serius.
"Hufft..." menghembuskan nafas dalam dalam.
Episode selanjutnya...
"Untuk saat ini tidak ada pergerakan dari kubu sana , tapi...."
" Tapi apa?" memajukan wajah ke depan.
"Kemungkinan suatu saat di saat Black Diamond di puncak popularitas bisa saja rival itu berulah lagi dan itu juga kesempatan dia untuk menjatuhkan kita" ujar Joon Woo.
" Apa perlu kita habisin saat ini juga. Agar ke depannya tidak berulah"
" Nanti dulu belum saat nya kita bergerak. Biarkan mereka bergerak dulu" ucap Joon Woo sembari meraih hp nya.
"Kau mau kemana?" tanya Adit sambil mengikuti Joon Woo dari belakang.
"Ada urusan nanti kita ngobrol lagi. Kau di sini aja jaga anak-anak" sambung Joon Woo.
" Jangan lupa kembali bawa makanan!" teriak Adit yang berada di depan pintu tepat nya di depan ruang CEO.
Joon Woo hanya memberi acungan jempol ke arah Adit. Setelah itu Joon Woo menghilang dari pandangannya dan bertepatan itu pula lift sudah tertutup.
Adit langsung masuk kembali ke ruangan CEO, alis ruang rahasia.
Tring..
Pintu password telah terbuka , Adit langsung buru buru masuk ke dalam.
" Lah pada tiduran di sini ternyata" empat lelaki memutuskan tidur di depan tv.
"Yang cewek pada kemana ya?" membalikkan badan nya menuju kamar yang sempat di pakai oleh Liliy.
Ceklek...
" Oh pada tidur" gumam Adit yang masih memegang kenop pintu kamar.
Niat nya mau masuk ke dalam , tapi ia urungkan karna ada kerjaan yang belum selesai. Alhasil Adit menutup kembali pintu kamar dengan hati hati tanpa menimbulkan suara agar. Dua perempuan tidak terganggu.
Sebelum menuju ke ruang tv, ia mampir dulu ke dapur hanya untuk mengecek ada makanan atau cemilan yang bisa ia makan.
" Moga ada makanan dari pagi gue belum makan di tambah siang ini juga belum" batin Adit sembari mengecek isi kulkas.
Untung nya di dalam kulkas ada berbagai macam buah dan sayur segar yang sudah di tempat kan di wadah plastik yang sesuai jenis nya.
Adit memilih mengambil satu wadah yang berisi anggur hitam , dan juga mengambil wadah yang berisi potongan buah melon warna kuning. Tanpa menunggu lama Adit langsung membawa dua wadah sekaligus.
"Setidak nya ada cemilan di sini" gumam Adit.
__ADS_1
Kemudian Adit menutup pintu kulkas dan langsung bergabung di depan tv bersama empat laki laki yang masih tidur.
Adit memilih selonjoran di bawah bersama yang lainnya. Ia meraih laptop nya kemudian menyalakan.
Adit mengerjakan dokumen perusahan yang baru saja di kirim oleh sekretaris nya melalui email. Ia meneliti data pemasukan dan pengeluaran dana dari perusahaan. Ia juga membaca surat yang isi nya meminta kerja sama dengan perusahaan nya tak hanya itu ada beberapa investor yang saling berdatangan.
Dreet....dreet...
Adit langsung meraih hp nya yang berada di sebelah nya, sebelum mengangkat telpon masuk. Ia mengecek terlebih dahulu siapa yang menghubungi nya.
" Oh si burung " batin Adit sebelum mengangkat telpon nya.
๐ : " apa bro?"
๐ : " Staf bagian pemasaran berbuat ulah. Kau udah tau berita nya"
๐ : " Ya udah tau dong, tunggu tanggal mainnya. Gue ada tugas buat elu tolong awasi dia kalau ada apa apa langsung hubungi gue. Okay" ucap Adit sambil mengetik pesan di laptop nya.
๐ : " siap pak bos laksanakan"
Hah....menghembus kan nafas sejenak setelah menerima panggilan. Ia langsung melempar hp nya ke arah sofa biar enggak pecah kan sayang hp mehong.
"Mmmm.... loh bang Adit di sini" ucap Reyhan dengan suara serak nya sambil meregangkan tubuh nya.
" Udah seger badan elu sekarang" tutur Adit tanpa melihat arah lawan bicara nya.
"Lumayan sih , dari pada tadi rasa badan gue mau remuk aja" keluh Reyhan.
" He'em tugas banyak nih. Mau gantiin" menoel kaki Reyhan.
" Enggak deh bikin puyeng otak gue"
"Bukan nya elu kuliah jurusan manajemen administrasi?" tanya Adit sambil mengeringkan kepala nya.
"Ya sih tapi belum ke tahap gituan. Lagi pula gue masih semester 2" sambil memakan anggur hitam yang berada di atas meja.
"Enak nih anggur nya , beli di mana bang?" Reyhan terus mengunyah anggur hitam.
" Oh gue beli di dapur" ucap Adit sembari menunjukan lokasi nya menggunakan dagu nya.
" Njir... itu mah bukan beli" umpat Reyhan yang percaya dengan ucapan Adit.
"Bang?" panggil Reyhan.
"Hmmm..."
"Apa enggak bosen tiap hari lihat adek elu"
" Ya jelas dong tapi kalau enggak ketemu satu hari rasa nya ada yang kurang. Apa lagi bibir gue rasa nya gatel kalau enggak ketemu si Liliy" menaruh laptop nya ke meja kecil dan diri nya langsung bergabung di sofa.
__ADS_1
Reyhan mampu menggelengkan kepala nya seraya terkekeh kecil.
"Destiya sama Liliy kemana bang?" ucap Reyhan sembari melihat berita yang lagi viral di media sosial melalui smartphone.
"Biasa ngebo di kamar" melanjutkan makan buah nya.
...**...
Teng....
Teng...
Adit masuk ke kamar yang di pakai oleh Liliy dan Destiya sambil membawa panci dan spatula. Ia memukul pantat panci menggunakan spatula kayu.
"Woy!! bangun udah sore!" teriak Adit tepat di telinga mereka berdua.
"Apa sih kak berisik!" Liliy langsung menutupkan telinga nya menggunakan bantal yang ia pakai.
"Bangun" Adit menarik lengan Liliy menggunakan satu tangan.
Sedang kan Destiya sudah bangun terlebih dahulu. Dengan kondisi muka bantal.
Adit mengisyaratkan agar Destiya segera keluar dari kamar ini.
Setelah Destiya keluar dari kamar ini, baru lah Adit menggendong Liliy dengan posisi layak nya menggendong karung beras. Posisi kepala Liliy berada di belakang punggung Adit. Sedang kan punggung ke bawah berada di depan.
Setelah beberapa menit baru lah Liliy tersadar bahwa ia di gendong kakak nya layak nya karung beras. Tidak seperti layak nya adegan romantis di Drakor yang sering di tonton oleh Liliy.
"Kak!!" teriak Liliy namun di hiraukan oleh kakaknya.
"Aaa...gue mau turun kak" protes Liliy sambil memukul punggung Adit.
"Cielah lihat tuh Liliy" sorak Bernard yang sudah bangun dari tadi.
Semua orang menoleh ke arah Adit yang masih memikul Liliy di pundak nya.
"Dah sampai" tutur Adit yang baru saja menurunkan Liliy dari pundak nya.
"Huftt..."
" Enak di gendong kayak karung beras" ledek Samuel sembari memegang remote tv.
"Enggak" ucap Liliy dengan nada jutek.
"Mandi Sono, sebentar lagi kalian akan kembali ke drom" mendorong tubuh Liliy menuju kamar mandi yang tak jauh dari ruang tv.
" Terus yang lainnya?" tanya balik.
" Udah pada mandi tinggal elu sama Destiya yang belum. Dah sono masuk ke dalam" menendang panta* Liliy , hingga LilIy mau jatuh ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Bersambungโฆ