
Liliy memandangi pintu besi yang berada di depan sambil membawa senter.
" inikan pintu nya di sandi pakai sidik jari " Liliy mengamati pintu dan mencoba membukanya.
butuh waktu 30 menit Liliy membuka pintu besi dengan alat seadanya.
Ceklek Liliy membuka pintu. ia terkejut mengetahui di balik pintu besi.
" Guys lihat lah lorong bawah tanah ini di penuhi teka teki kita harus memecahkan teka teki ini pasalnya di balik pintu ini ada tangga menuju pintu selanjutnya" ucap Liliy.
Sontak mereka bertiga kaget atas ucapan Liliy.
Episode sebelumnya…
" Liy gue capek dari tadi jalan terus " ucap Destiya.
Joo won , Jhonatan , Destiya dan Liliy memutuskan mengikuti anak tangga menuju lorong yang amat dalam , mereka sudah melewati 3 pintu besi tapi tak kunjung menemukan titik temu.
" Sabar Des bentar lagi ketemu pintu terakhir nya" Liliy berjalan paling depan di belakangnya Joon Woo , Destiya dan yang paling terakhir Jhonatan.
Setiap pintu terdapat 10 anak tangga.
" Guys gue menemukan pintu " teriak Liliy.
" Cepet bukain pintunya!!" perintah Joon Woo.
Liliy meneliti tiap inci bentuk pintu , Liliy merasa aneh bentuk atau model pintu yang ada di depannya pasalnya pintu yang terakhir tidak memiliki sistem pengaman.
Tanpa pikir panjang Liliy memutuskan memutar kenop pintu.
Kreekk…
Pintu terbuka dengan mudahnya , kaki Liliy melangkah masuk ke dalam. Ia mencari tombol saklar
Klik … Liliy menemukan tombol saklar dan ia menyalakan .
Jreng… semua orang menatap satu sama lain ada yang shock , bengong , dan ada juga yang mematung.
Di karenakan isi ruang bawah tanah di penuhi mayat yang di bekukan ada yang masih utuh ada yang hanya organ tubuh manusia , di sebelah ruang mayat terdapat tumpukan wine merah dan tumpukan senjata api lengkap dengan peluru. Jumlah nya sekitar 500 senjata api dari model yang jadul sampai model terbaru.
" Tuan tidak salah lihat kan kami " tanya Destiya.
" Apa perlu aku congkel kedua mata mu dan di gantikan dengan mata harimau " tanya balik ke Destiya.
Destiya merasa shock atas ucapan tuannya seketika nyali nya ciut tak berani menatap tuannya.
Joon Woo langsung mengabari anggota lainnya melalui earpiece.
"Kalian segera kemari lokasi di ruangan bawah tanah" perintah Joon Woo kepada anak buahnya.
" Jhonatan kamu segera kembali ke atas tunggu di depan pintu tua warna hitam sebentar lagi Reyhan dan yang lain akan ke sini" ucap Joon Woo dengan suara penuh penekanan.
" Baik tuan"
Jhonatan segera melaksanakan perintah tuannya agar masalah cepat selesai.
__ADS_1
Liliy meletakkan tas punggung nya yang sedari tadi ia bawa. Ia membuka tas punggung untuk mencari kamera.
Di dalam tas isi nya tidak hanya kamera dan hp melainkan pisau kecil , senapan dari yang kecil sampai yang besar dan tak lupa membawa kota obat p3k.
" Elu ngapain bawa kamera Liy " tanya Destiya.
" Buat dokumentasi siapa tau ada petunjuk di situ" ucap Liliy.
Liliy berjalan mengelilingi ruangan tersebut sambil membawa kamera.
Kaki Liliy terhenti di depan sebuah kotak yang ukurannya besar. Rasa penasaran yang begitu kuat , ia memutuskan memanggil Destiya.
" des sini " Liliy memanggil Destiya untuk mendekat ke arahnya.
" Iya ya sabar , ada apa sih? ganggu orang lagi lihat senjata api " Destiya berjalan sambil menggerutu tak jelas.
Liliy menatap jengah ke arah Destiya sambil memutar bola mata malas nya.
Setelah destiya mendekat ke arahnya tanpa basa basi Liliy menarik lengan Destiya.
" Ih sakit tau Liy pelan-pelan dong narik nya " keluh Destiya.
" Noh lihat kotak kayu besar " Liliy mengarahkan pandangannya menggunakan dagu.
" Iya gue tau kalau itu kotak kayu , terus pertanyaan gue ngapain elu ngajak gue hanya sekedar melihat gituan" ucap Destiya.
Liliy menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan secara perlahan.
" Fuuu… begini loh anak manis ,elo kok enggak peka dengan keadaan sekitar maksud gue nunjukin kotak kayu itu buat lihat bareng-bareng isi nya apa?"
Plak!!…
Liliy menyentil kening Destiya sangking geregetan.
" Aw___ Liy sakit kening ku" ucap Destiya sambil mengusap keningnya yang agak kemerahan.
Mereka berdua bersamaan membuka kotak kayu.
Kreeek…
" Aaaaa…"kedua wanita menjerit ketakutan setelah melihat isi kotak yang ada di dalam.
Joon Woo mendengar teriakan Liliy dan Destiya langsung bergegas menghampiri.
" Ada apa kalian" ucap Joon Woo.
Sontak kedua wanita mengumpat di belakang Joon Woo.
" I…itu tuan" ucap Liliy dengan nada gemetar sambil menunjukan ke arah kotak kayu
Joon Woo mengikuti arahan dari Liliy yang mengarahkan ke kotak kayu yang sudah terbuka.
Joon Woo mendekat ke arah yang di maksud kedua wanita tadi.
Joon Woo terbelalak melihat ada bola mata bersimpah darah berserta otak manusia yang kalau di lihat baru aja di eksekusi dan masih terbungkus oleh plastik.
__ADS_1
Joon Woo menarik Liliy dan Destiya agar menjauh dari kotak tersebut.
Tak lama kemudian rombongan Jhonatan tiba di ruangan bawah tanah.
Reyhan melihat muka Liliy pucat memutuskan menghampiri. Tak hanya Reyhan yang begitu khawatir Bernard pun mendekat ke arah Destiya yang sama-sama terlihat pucat.
"Dek are you ok" Reyhan memegang kedua bahu Liliy.
Liliy hanya membalas anggukan kepala.
" Des muka elu kenapa?" tanya Bernard.
" Enggak kenapa-kenapa kok Nard" ucap Destiya.
Jhonatan dan yang lain di buat bingung melihat perilaku Liliy dan Destiya yang perubahan drastis.
Joon Woo paham akan situasi ini.
" Kalian lihat sendiri isi kotak kayu kalian akan tau jawabannya" ucap Joon Woo.
Jhonatan dkk berbondong-bondong melihat isi kotak yang di maksud Joon Woo.
" Iyuuhh… jorok banget" Bernard langsung bergidik ngeri.
Jhonatan dan Reyhan langsung menutupi kembali kotak kayu tersebut.
Tubuh Liliy mengeluarkan keringat dingin , wajah pucat yang tak tertahankan. Liliy kehilangan keseimbangan dan terjadilah pingsan.
Gedebuk!…
Liliy jatuh pingsan di tangan Destiya.
" Liy bangun" Destiya menepuk kedua pipi Liliy.
Tak ada jawaban dari sang empu.
Reyhan melihat Liliy tak sadarkan diri bergegas menghampiri nya.
" Kenapa Liliy bisa pingsan" tanya Reyhan.
" Gue juga enggak tau , tau-tau nya pas keadaan pingsan untung gue refleks nangkap tubuh Liliy dari belakang" ucap Destiya sambil menjelaskan peristiwa yang sebenarnya.
Reyhan membopong tubuh Liliy.
Destiya mengambil obat p3k yang sesuai keadaan.
" Nih Rey kotak obat p3k " Destiya menyerahkan obat p3k ke Reyhan.
Reyhan menerima kotak obat p3k dari Destiya langsung membukanya dan mencari minyak kayu putih.
Setelah menemukan minyak yang ia cari , ia mengoleskan sedikit di sekitaran hidung agar Liliy cepat sadar.
" Jangan-jangan fobia Liliy kambuh" ucap samuel.
" Bisa jadi tuh " timpal Jhonatan.
__ADS_1
Bersambung…