Idol Or Mafia Elite Member

Idol Or Mafia Elite Member
Orang tidak di kenal


__ADS_3

" Kita nyanyi lagi nih bang?" tanya Destiya ke Jhonatan.


" Kayak nya sih gitu" ucap Jhonatan.


" Hadeh tambah panjang nih" keluh Liliy dengan nada lirih.


"Ayo dek semangat" tutur Reyhan dengan semangat sembari merangkul kedua pundak Liliy.


Episode selanjutnya…


"Ok anak anak kita sampai di sini dulu , terus kan latihan di luar jam pertemuan ini" ujar prosedur.


"Baik…"


Mereka keluar dari ruangan secara bersamaan. Langkah kaki mereka terhenti kala terdengar suara orang dari arah belakang.


"Hay! tunggu"


Orang itu muncul dengan kondisi kucel, serta nafas yang menderu. Sontak mereka yang awalnya menatap arah depan kini memalingkan wajah nya ke arah belakang.


"Kau kenal dia" bisik Bernard sembari menunjukan dengan jari telunjuk.


" Gue enggak kenal dan baru tau sekarang" sahut Jhonatan.


"Haah…haah… tunggu! " ucap dia dengan nafas yang tersenggal sengal.


" Kamu siapa?" tanya Reyhan yang posisi nya berada di depan.


" A-aku" dengan cepat menyerahkan hadiah kecil yang di bungkus menggunakan kertas kado. Ia segera menyerahkan hadiah tadi ke Reyhan.


" Ini apa?"


Belum sempat menjawab pertanyaan dari Reyhan, si gadis kecil itu langsung berbalik arah tanpa meninggalkan sepatah kata pun.


" Aneh" sahut Samuel.

__ADS_1


"Ah mungkin penggemar gue kali" ucap Reyhan dengan pd nya.


Mereka kembali jalan dengan meninggalkan pertanyaan pertanyaan yang bersarang di otak masing masing.


" Siapa dia, dari mana asalnya , tujuan apa memberi kado ke mas" sekelebatan pertanyaan terlintas di dalam kepala Liliy.


Begitu pula dengan Rey rasakan kali ini. Ia bingung harus menanggapi apa tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba di kasih kado dari orang tak di kenal.


" Apa jangan jangan di dalam ada alat penyadap" batin Reyhan yang terus membolak balik kado yang berada di dalam genggaman nya.


"Jangan di buka sekarang Rey, tunggu sampai di drom" titah Jhonatan.


Mereka turun dari lantai atas menggunakan eskalator, bisa juga menggunakan lift tapi mereka memilih yang lebih efisien di bandingkan menggunakan lift yang ada mereka berdesakan di dalam.


"Huwaa… akhirnya gue bisa menghirup udara bebas" ucap Destiya seraya mengibas ngibaskan tangannya ke wajah nya.


" Jangan buat malu lagi" sahut Liliy dengan wajah yang lesu.


" Hehe… sorry"


...**...


Sebelum membuka kado mereka saling pandang satu sama lain.


" Sebelum di buka, bagaimana kalau kita taruhan dulu. Kalau isi nya tidak terjadi apa-apa salah satu di antara kalian harus membeli cemilan" ucap Samuel.


" Kalau isi nya ada sesuatu" sahut Bernard.


" Harus di bunuh tuh orang" sambung Liliy yang tengah dilanda penasaran.


" Hmm bisa juga elu Liy" goda Jhonatan yang sedang memperhatikan kertas kado.


" Sekarang siapa yang setuju kalau di dalam nya ada alat perekam, kalau setuju angkat tangan" ujar Samuel.


Krik… krik…

__ADS_1


Semua orang enggan mengikuti ucapan Samuel, alhasil mereka hanya diam menatap Samuel tanpa berkedip.


" Kok semua nya pada Freak" ucap Samuel.


Tanpa berlama Samuel membuka bungkusan kertas kado menggunakan tangan kosong tanpa menggunakan gunting.


Dan ternyata isi nya…


Isinya…


Isinya…


Isinya…


Sebuah…


*


*


*


Ternyata isi di dalam kardus hanya lah sebuah topi yang model nya Dad hat dengan warna krem. Setelah di teliti tidak ada yang mencurigakan di dalam topi maupun di dalam kardus.


" Lah!…"


Setalah itu mereka tertawa bersama.


" Yee… ada yang mau traktir kita nih" ucap Bernard dengan nada menyindir.


"Siapa nih" goda Reyhan.


" Iya iya gue pesan sekarang puas kalian!"


Dengan berat hati Samuel memesan makanan ringan di aplikasi Shuttle Food Delivery.

__ADS_1


Sampai di sini dulu cerita nya teman teman, sekali lagi author minta maaf di karenakan kepala author sakit. Sudah dua hari yang lalu sakit nya belum hilang.


Sekali lagi author minta maaf.


__ADS_2