Idol Or Mafia Elite Member

Idol Or Mafia Elite Member
Dan terjadi lagi


__ADS_3

" Jadi elu marah marah tadi karna gara gara ini " tanya Samuel.


" Yap" 😉.


Episode selanjutnya…


" Terus rencana selanjutnya apa Liy" tanya Destiya.


" Rencana selanjutnya ada Des , tapi nanti dulu. Gue pantau dulu kondisi pak tua itu masih berlanjut atau sudah menyerah dengan keadaan yang sekarang" ucap Liliy sembari menaikan satu alis.


" Bagus Liy saya setuju dengan ucapan mu , kalau dia masih berlanjut jangan segan segan menghabisi seluruh keluarga pak tua be*o itu" Joon Woo langsung menyetujui rencana anak didik nya karna Joon Woo sendiri memiliki rasa dendam terhadap keluarga pak tua itu.


" Wah wah sadis bener om " sambung Samuel.


" Siapa yang kau sebut om itu!? " Joon Woo langsung melirik ke arah Samuel dengan tatapan mengintimidasi.


" Mau tau ciri ciri nya kayak apa? " ucap Samuel tanpa rasa bersalah.


" Ok tanda diam berarti setuju" memperbaiki posisi duduk agar nyaman.


" Ciri cirinya yaitu umur nya udah tu…" belum sempat meneruskan ucapannya , tiba tiba Joon Woo menodong senjata api tepat di depan mata.


" Berani ngomong lagi , peluru akan bersarang di otak kau" tak lupa dengan tatapan yang mengerikan bagaikan mata burung elang.


" Eh… anu om " Samuel mulai ketakutan.


" Satu…" Joon Woo mulai menghitung tak lupa jari telunjuk menekan pelatuk pistol.


" Om… , eh salah maksud saya tu…tuan ya tuan muda Joon Woo" posisi Samuel yang begitu tidak mengenakan di tambah aura yang begitu tegang.


Kedua tangan Samuel berada di atas , persis seorang penjahat yang ketauan sama polisi.


Posisi Joon Woo tetap sama tak mau berpindah atau pun bergeser.


" Tu…tuan bisa kah pistol nya di turunkan " pinta Samuel.


" Kalau kau masih manggil saya dengan sebutan OM , maka detik ini nyawa mu ada di tangan saya ****MENGERTI****!! " ucap Joon Woo penuh penekanan.


" Paham tuan".


Akhirnya pistol yang berada di tangan Joon Woo ia turunkan dan di masukkan ke dalam saku jas yang letak nya berada di dalam.


" Hufft… untung nyawa gue selamat" keluh Samuel."Plak…" Samuel memukul bibir nya sendiri.


Semua orang yang melihat aksi Samuel sebisa mungkin menahan tawa agar tak mendapatkan semprot dari mulut pedas milik Joon Woo.

__ADS_1


Bernard menggeser tubuhnya mendekat ke arah Samuel.


" Kalau ngomong tuh di pikir dulu. Dasar mulut rem blong " bisik Bernard ke telinga Samuel sembari menyindir. Ya begitu lah si Bernard kalau enggak menyindir orang satu hari kayak ada yang kurang.


Samuel mencekam lengan Bernard dengan kuat sembari berbisik " heh mulut ikan , dengar ya yang gue ucap emang fakta masih mending mulut gue rem blong. Dari pada mulut mu tukang nyinyir".


" Kau!!!" mata Bernard melotot ke arah Samuel , sedang kan Samuel sendiri hanya menyunggingkan senyuman.


Rey mencolek lengan Jhonatan sembari menunjukan dagunya ke arah Samuel dan Bernard.


Jhonatan mengikuti arah pandangan Reyhan.


" Astaga" batin Jhonatan.


" Ehem… , masakan kalian berdua tadi enak semua siapa yang mengajari?" Jhonatan mengalihkan intensitas semua orang yang berada di dalam kamar Joon Woo.


Semua orang menatap ke arah mereka berdua yakni Bernard dan Samuel.


" Tidak ada yang mengajari , kita lihat resep di YouTube dan google. Selebihnya main feeling" ujar Bernard.


" Masa sih , gue pernah coba bikin toppoki. Udah lihat resep di YouTube dan kalian tau toppoki nya berubah jadi cilok goreng saking lama nya gue rebus" curhat Destiya.


"Hahaha… "


" Terus posisi mu masak elu tunggu di depan kompor apa elu tinggal ?" tanya Liliy yang dari tadi udah curiga dengan cerita Destiya.


" Hadeh sudah gue tebak " ujar Liliy sembari punggung nya menyandar di punggung sofa.


" Wanker " ucap Bernard.


" Apa kau bilang!!" teriak Destiya sembari bangkit dari duduknya dan melangkahkan kaki nya ke arah Bernard.


" Wanker Des,belum jelas gue eja W-A-N-K-E-R. Belum paham juga TOLOL dah paham" jawab Bernard.


Tanpa persiapan tiba tiba lengan kanan Bernard di tonjok oleh Destiya. "Bugh…"


" Ouch… " rintih Bernard.


" Wah…wah ini nama nya kekerasan dalam rumah tangga alias kdrt. Enggak bisa di biarkan ini " bangkit dari duduk nya dan langsung memiting leher Destiya , tenang Bernard tau batasan prinsip mafia black king tidak melakukan kekerasan terhadap wanita.


" Uh… lepasin " Destiya memberontak namun gagal tenaga laki laki sangat besar , walaupun Destiya rajin olahraga tetap saja akan kalah dengan tenaga laki laki.


" Dan terjadi lagi kisah lama yang terulang kembali" ucap Reyhan sambil di buat nada lagu.


" Wah tambah seru nih bos " ucap Arsen melihat tingkah anak buah Joon Woo.

__ADS_1


( gue bikin vidio aja bisa jadi Vidio gue akan viral ) batin Arsen , ia sudah siap siap mengambil hp nya yang ia taruh di atas meja.


Dengan cekatan Joon Woo mengambil ponsel Arsen " jangan di vidio biarkan aja".


" Baiklah " Arsen pasrah dengan ucapan Joon Woo.


" Tidak di lerai mereka berdua " tanya Arsen.


" Kau tanya ke Jhonatan , jangan ke saya kan ketua grup nya Jhonatan" ujar Joon Woo.


Arsen langsung menghampiri Jhonatan.


" Tolong bantu pisahkan mereka " pinta Arsen.


" Gue bukan pawang nya bang "


" Terus siapa dong Jho ?" tanya Arsen.


" Liliy!!! " teriak Jhonatan. Arsen yang berada di sebelah nya langsung mengusap kedua telinganya.


" Apa bang Jho " Liliy yang sudah berada di hadapan Jhonatan.


" Pisahkan dua orang itu , sakit telinga gue lama lama denger teriakan mereka" menyuruh Liliy menghentikan Destiya dan Bernard.


" Tenang bang itu urusan gue " ujar Liliy sambil bibir nya terangkat sedikit.


Liliy membalikkan badannya sembari mengeluarkan Smirk , ia berjalan dengan santai nya.


Tap…tap…tap…


Mereka berdua tak mengetahui bahwa ada orang di depannya.


Tubuh Liliy mendekat ke mereka berdua sembari melipatkan tangannya di atas perut. " dari pada bertengkar di sini mending di atas ranjang mantap tuh pas suasana nya " ucap Liliy yang terdengar sensual.


Sepersekian detik mereka menghentikan aksi adu mulut dan langsung menoleh ke sumber suara.


" Gimana bagus kan ide gue" menaikan alis sebelah kiri sembari menahan senyum.


" Kan posisi kalian sangat intim , orang luar pasti beranggapan kalian sepasang suami istri" ucapan Liliy tidak salah , memang benar posisi Bernard memeluk tubuh Destiya dari belakang tak lupa tangan Bernard menumpang di leher Destiya.


Mereka berdua langsung sadar akan tingkah mereka sendiri dan jangan lupa mereka yang masih di ruangan yang sama melihat aksi Bernard dan Destiya dari awal sampai akhir tanpa ada yang mengganggu.


Sungguh memalukan mereka berdua.


Bernard langsung mendorong tubuh Destiya dan Destiya sendiri merasa malu sampai sampai kedua pipi mereka mengeluarkan warna merah muda.

__ADS_1


Dan Liliy sendiri sudah kembali ketempat semula.


Bersambung…


__ADS_2