
Mereka berenam hanya menanggapi dengan senyum dan anggukan.
"Seperti nya sesi tanya jawab kali ini telah berakhir. Tapi jangan risau sebentar lagi kita semua melihat MV debut mereka secara bersama"
Episode selanjutnya...
"Bagaimana perasaan kalian?" tanya MC sembari membaca teks yang berada di layar monitor kecil yang berada di depan dekat Cameraman.
"Jujur saya saat ini sedang gugup" jawab Reyhan.
"Baik" bisik MC saat earphone nya menyala pertanda ada panggilan masuk.
"Pemirsa saat nya kita melihat MV dengan judul Red Rose" ucap MC seraya menghitung mundur tayangan MV debut Black Diamond.
"Tinggal 10 detik pemirsa"
Liliy dan Destiya saling bergandeng tangan.
"Kita hitung mundur 3 , 2 , 1 "
Layar besar yang berada di belakang MC dan Jhonatan dkk telah menampilkan MV mereka yang sangat memanjakan mata. Di mulai dari masing masing visual , konsep , lirik lagu dan latar belakang yang di buat di luar negeri dan dalam negeri.
Pencahayaan yang awal nya sangat menyilaukan mata , kini di buat agak redup supaya para penonton yang ada di dalam bisa menonton MV dengan nyaman.
Mereka berenam menghadap ke arah layar lebar dan sesekali menyunggingkan senyum hangat.
Di sisi lain Liliy sempat meneteskan air mata , ia cepat cepat menghapus menggunakan jari tangannya. Dan untung nya para awak media tidak mengetahui bahwa Liliy tadi sempat meneteskan air mata bahagia. Kurang lebih durasi MV Black Diamond 3.10.
Tiga puluh menit kemudian acara jumpa pers telah berakhir. Para awak media telah membubarkan diri.
"Terimakasih" ucap Jhonatan untuk MC.
"Saya yang terimakasih" berjabat tangan ke semua member Black Diamond.
Setelah MC tersebut hilang dari pandangan nya , baru lah mereka melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan ini.
"Bagaiman?" tanya Adit yang tiba tiba nongol dari balik pintu.
"Ya begitu lah " ujar Destiya.
"Begitu gimana?" Adit terus bertanya hingga mereka telah sampai di depan mobil.
"KEPO" sahut Bernard.
"Huh!!" gumam Adit sembari membuka pintu mobil untuk para member Black Diamond.
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam lama nya akhirnya mereka sampai di agensi yang menaungi mereka.
Kali ini mereka berjalan ke arah yang berbeda , yang awal nya mereka masuk lewat pintu depan. Kini setelah mereka debut , mereka memilih masuk lewat pintu belakang alias pintu rahasia. Yang mana hanya Jhonatan dkk , Joon Woo Arsen dan juga Adit yang tau keberadaan pintu masuk rahasia.
__ADS_1
"Sudah aman apa belum" Jhonatan celingak-celinguk.
"Udah aman tenang , udah gue periksa tadi sebelum elu pada menginjak kan kaki ke area parkir ini" sahut Adit.
Tap..
Tap...
"Heh...mau kemana elu?" tangan Adit memegang pundak Samuel.
"Mau masuk lah" sahut Samuel sembari menengok ke belakang.
Tak di sangka Adit menarik kerah baju Samuel. Dan sang empu langsung terjengkang ke belakang akibat tarikan yang secara tiba tiba dan tentu nya tanpa persiapan.
Srett....
Srett....
"Woy Dit! lepasin. Elu mau bunuh gue hah!!" sentak Samuel yang terus meronta.
"Noh pintu masuk nya , elu tadi salah arah nyet...untung gue ngecek satu satu kalau enggak tamat riwayat mu" oceh Adit sambil menekan pintu sandi.
" Masuk semua" titah Adit yang baru saja bisa membuka pintu rahasia.
Mereka berbondong bondong masuk ke dalam tanpa menimbulkan suara.
Tak sampai di situ mereka harus menaiki anak tangga berjumlah dua puluh anak tangga. Setelah menaiki anak tangga mereka di suguhi dengan pemandangan lift yang di sana ada ukiran lambang mafia milik Joon Woo.
Ting...pintu lift terbuka.
Lift tersebut langsung terhubung ke ruangan Joon Woo tepat di belakang ruang CEO. Jadi ruangan rahasia milik Joon Woo terdapat di dalam ruang CEO.
Kalau Joon Woo ingin pergi tanpa di ketahui oleh orang lain tinggal menggeser bingkai foto hewan purba , di balik bingkai foto terdapat tombol rahasia.
Dan seketika dinding nya terbelah menjadi dua di situlah ruangan rahasia milik Joon Woo seorang.
Ruangan tersebut tak kalah luas dengan ruang CEO. Di dalam nya terdapat berbagai fasilitas komplit persis seperti bangunan apartemen.
"Akhirnya gue bisa ngedate sama kasur empuk" ucap Liliy dengan girang.
"Kau ini kerjaan nya rebahan" Adit menyoyor kepala adek nya.
"Ck,, mulai lagi" umpat Liliy sambil memutar bola matanya.
"Dahlah gue mau rebahan"
" Dasar punya adek minim akhlak" ujar Adit yang masih menenteng papar bag milik Liliy.
**
__ADS_1
Dor!! Adit mengagetkan Joon Woo menggunakan balon yang ia dapat dari staf stasiun TV.
"Eh ayam!" Joon Woo spontan mengucapkan kata ayam sembari badan nya tersentak ke belakang.
"Bhahahaha...."
"Kau!!" geram Joon Woo.
Adit menghiraukan tatapan dari Joon Woo , ia masih tertawa terbahak bahak sambil memegang perutnya.
"Haha...kau bisa latah juga ternyata, gue kira seorang bos mafia tidak bisa latah. Bisa nya cuman masang wajah bak tombok polos" ejek Adit yang tak pernah takut dengan tatapan dan sifat Joon Woo.
"Cih kau mengganggu konsentrasi ku" kembali ke tempat duduk nya.
"Dimana mereka"
"Ada di ruangan mu" sambung Adit sambil menghapus air mata yang keluar di ujung matanya.
"Kenapa kau nangis?" ucap Joon Woo yang masih memeriksa berkas yang ada di meja nya.
"Ini bukan nangis goblo* " menarik kursi kosong dan memindahkan tepat di hadapan Joon Woo .
" Terus apa kalau tidak nangis Kepara* " umpat Joon Woo yang masih sibuk dengan tumpukan berkas yang ada di hadapannya.
"Ini tuh gara gara gue ketawa tadi jadi nya begini "
"Terserah yang penting tidak mengganggu pekerjaan ku" ucap Joon Woo.
"Bukan nya elu tadi datang ke sana? , terus kok jadi di sini. Di mana Arsen " ujar Adit sembari menyilakan kaki nya.
" Ada urusan penting jadi cepat cepat ke sini. Kalau Arsen masih ada kerjaan mungkin nanti malam kelar nya" ucap Joon Woo sambil mengecap stempel ke lembaran berkas.
"Tiba tiba gue kepikiran nasib member Black Diamond khusus nya adek gue" curhat Adit dari hati ke hati.
"Terus?" sambung Joon Woo tanpa memandang Adit.
" Gue kepikiran suatu saat identitas mereka terbongkar. Gimana nasib karir mereka dan itu juga bisa berdampak ke agensi elu"
"Dan ujung ujung nya elu keseret juga secara elu bos mafia yang paling disegani di negara ini" jawab Adit sembari memakan permen yang berada di dalam toples yang selalu di sediakan di meja kerja Joon Woo.
" Tenang identitas mereka akan aman selama mereka mau menutup tato yang berada di belakang telinga dan belakang leher " ungkap Joon Woo yang baru selesai memeriksa berkas dokumen penting.
"Gue harap begitu semoga tidak ada yang mengetahui. Btw tentang rival elu udah beres kan?" tanya Adit dengan wajah serius.
"Hufft..." menghembuskan nafas dalam dalam.
Bersambung....
Jangan lupa like dan klik tombol favorit dan juga jangan pelit pelit kasih hadiah + berikan vote😉
__ADS_1