
"Jangan di pikir pikir terlalu serius Dit. Yang ada kau yang stres dulu" celetuk Arsen yang baru menyelesaikan strategi baru nya ke Jhonatan , Reyhan , Bernard , Samuel dan Destiya.
" Ya kau benar. Baru aja gue pikirkan tiba tiba kepala ku jadi pusing" balas Adit yang baru saja membuka mata dan kembali menegakan tubuhnya.
Episode selanjutnya…
Esok nya Jhonatan dkk kembali aktivitas seperti biasa nya yakni ke Agensi. Mereka tiba sekitar jam sembilan pagi. Kali ini mereka masuk melalui pintu utama bukan pintu rahasia yang letak nya di parkiran dalam.
Mereka semua berpenampilan segar nan menawan. Padahal mereka hanya memakai baju kasual berupa celana jins , di padukan dengan Hoodie dan ada juga memadukan menggunakan kaos polos warna hitam di lengkapi dengan jaket yang warna dan motif sama dengan celana nya.
Sebelum masuk ke dalam mereka melewati Tripod Turnstile alias pintu putar otomatis yang berjumlah lima buah. Untung nya mereka membawa kartu identitas yang berbentuk seperti ATM, jadi lebih praktis membawa kemana pun.
Setelah melewati pintu putar otomatis, mereka berjalan menuju eskalator menuju lantai dua. Yakni lantai dua berisi ruangan ruangan berupa, ruang latihan vokal , ruang editor , ruang diskusi , ruang latihan dance , ruang produser musik dan ruangan studio musik pribadi.
Mereka masuk ke salah satu ruangan yang cukup luas dengan nuansa klasik moderen.
"Oh kalian sudah datang, ayo masuk dulu".
Jonathan dkk masuk ke dalam. Di ruangan sudah di sediakan kostum untuk acara nanti siang jam sebelas.
"Kalian lima belas menit lagi akan di make up oleh make up artis. Di sana sudah di sediakan kostum , aksesoris dan alas kaki" ucap salah satu ketua ketua staff.
"Kami akan tampil di mana" tanya Jhonatan.
"Kalian akan tampil di stasiun TV Mnet di sana kalian akan perform musik" ujar dia.
"Kalian akan membawakan lagu debut dan pertama kali tampil di TV nasional maupun internasional"
"Kami selaku staff sudah memberikan pelayanan terbaik berupa setting stage yang memukau dan memanjakan mata"
"Baik, kami akan bekerja keras mulai hari ini dan seterusnya" ucap mereka serempak sambil membungkukkan badan sekejap.
"Bagus pertahankan kekompakan kalian. Semangat!" ucap ketua staff sembari mengepalkan satu tangan ke udara.
"Semangat!" ucap mereka yang begitu semangat.
Beberapa jam kemudian, member Black Diamond sudah siap tampil di acara Mnet. Mereka keluar dari ruangan tadi menuju lantai bahwa yang mana di sana. Sudah ada Adit yang sedari tadi menunggu.
Mereka turun ke bawah masih menggunakan eskalator.
"Ber?" tanya Liliy yang berada di belakang Jhonatan.
__ADS_1
"Hmm…" Bernard menanggapi dengan deheman.
Liliy mulai mendekat ke arah Bernard, yang mana sang empu tidak menyadari kedatangan Liliy.
Liliy mencolek pinggang Bernard menggunakan jari telunjuk.
"Heh!!" sontak Bernard dengan ekspresi kaget.
" Kayak ngelihat apa aja elu" menatap ke depan.
Jhonatan dkk telah sampai di lantai bawah. Seluruh staff sampai tercengang. Aura mereka sangat berbeda dari senior nya padahal mereka baru aja debut kemarin. Tapi aura yang mereka pancarkan seakan mereka senior dari agensi X.
Adit langsung menghadang member Black Diamond secara tiba tiba.
" Hayo mau kemana kalian. Widih cakep bangat penampilan kalian" ujar Adit sambil mengelilingi tubuh mereka.
"Mau kondangan bro, mau ikut enggak" sahut Reyhan.
"Emang boleh ikut" Adit tanya balik.
Mereka semua keluar dari gedung dengan gaya Badas nan elegan.
"Enak tuh, gue ikut dong" ucap Adit seraya menutup pintu dan ia segera masuk ke dalam mobil di bagian depan.
"Boleh tapi jangan berisik. Kalau berisik gue tendang" Jhonatan menimpali banyolan yang di buat oleh Adit.
Liliy penasaran dengan kemarin malam ada apa. Hingga diri nya ketinggalan berita hot new, karna gara gara ikut membantu Joon Woo menyelidiki rival mafia nya dan juga perusahaan keluarga Liliy.
"Kak…kak Adit!!" teriak Liliy dari bangku paling belakang.
Adit menoleh ke bangku paling belakang seraya berdecak" ck, kenapa teriak"
Liliy menampilkan deretan gigi " hehe…kemarin kok pada heboh. Ada apa kok gue enggak di kasih tau, kan jadi rugi gue" menekuk bibir bawah ku.
"Jangan! Dit" Bernard memelototi ke arah Adit dengan ekspresi marah.
Bukannya tambah takut, Adit justru semakin gencar menggoda Bernard. Di mata Adit, Bernard itu kalau sedang marah wajah nya tambah ngeselin di situ titik kelemahan seorang Bernard.
"Elu mau ngerti Liy" tatapan nya bukan ke arah Liliy. Melainkan ke arah Bernard.
Bernard menahan geram sesekali ia mengumpat Adit di dalam batin nya.
__ADS_1
Tak cuman Bernard saja menahan amarah dan malu. Destiya pun menahan malu yang teramat dengan kejadian tempo lalu, yang masih lekat di dalam pikiran nya.
"Kak cepet kasih tau dong" Liliy terus memaksa kakak nya untuk menjawab.
" Kasih tau enggak ya" Adit memainkan kedua alis nya. Menatap saling bergantian ke arah Berbau dan Destiya.
" Ah, enggak seru" Liliy membuang muka menatap jalan raya dengan wajah yang ia tekuk.
Bernard langsung menyela pembicaraan " itu tidak penting Liy, lupakan saja. Jangan dengerin omongan kakak elu yang tidak ada fakta nya"
"I- itu benar kata Bernard. Tidak penting" ucap Destiya sedikit ada rasa gugup.
Liliy menyadari atas kegugupan Destiya, lantas segera bertanya " mengapa elu gugup. Ada apa?"
"Mampus ketauan" batin Reyhan , Samuel dan Jhonatan.
Destiya gelagapan menanggapi pertanyaan Liliy
" enggak kok"
"Oh ya udah, kirain ada sesuatu yang elu tutupin dari gue. Gue ingatin suatu saat gue tau dari mulut orang lain itu membuat hati gue sakit hati. Tapi kalau dari mulut kalian sendiri gue lebih percaya" ungkap Liliy dengan memasang wajah serius ke arah depan.
Kata sindiran itu sangatlah menusuk tepat sasaran, terutama Bernard dan Destiya. Mereka berdua langsung terdiam meresapi setiap kata yang telah di lontarkan oleh Liliy.
Reyhan yang duduknya tepat di samping Liliy langsung menggenggam jemari, lalu berbisik" nanti mas ceritain"
Liliy menoleh ke samping "hmm…baiklah. Janji" balas Liliy dengan berbisik.
Reyhan mengangguk.
Tak lama kemudian kendaraan yang di tumpangi Jhonatan dkk telah tiba di stasiun TV Mnet.
Di depan gedung stasiun TV Mnet telah di tunggu oleh para wartawan dan para fans.
Sebelum turun dari mobil, Adit terlebih dahulu membukakan pintu mobil.
Dan tiba lah mereka turun dari mobil dengan gaya cool dan Badas mampu menghipnotis para wartawan dan para fansnya. Suara para fans saling bersautan memanggil nama member Black Diamond.
Semua member Black Diamond sejenak menyapa para penggemarnya dan berfoto di depan gedung stasiun TV Mnet. Sebelum masuk ke dalam.
Bersambung…
__ADS_1