Idol Or Mafia Elite Member

Idol Or Mafia Elite Member
Korea Selatan


__ADS_3

Satu Bulan kemudian Jhonatan dkk pindah ke negara Korea Selatan dan akan menetap di sana. Semua orang tua berkumpul di bandara Singapura untuk mengantarkan anak nya. Tangis haru pecah sebelum ke berangkatkan, para orang tua memeluk anak nya masing-masing dan mendoakan supaya sukses kedepannya.


" Nak kamu di sana yang rajin sekolahnya , rajin kerja jangan nakal terus di sana rajin beribadah jangan sampai bolong ,dan jangan dengarkan omongan netizen yang suka nyiyir anggap aja radio rusak ingat pesan mamah ya" mamah Sinta memeluk anak nya begitu erat ia sebenarnya tidak rela anaknya pergi jauh , tapi ia tidak boleh egois ini juga mencakup masa depan anak nya.


Liliy meneteskan air mata dalam pelukan mamah nya ia terharu ucapan mamahnya , ia akan merindukan ocehan yang ia dengar setiap hari dari mamah nya. Dan mulai esok ia tidak bisa mendengarkan ocehan mamah , papah dan kakaknya.


" Mah Liliy di sana bakal rindu hiks… , siapa yang mau ngomelin aku di saat membuat kesalahan , siapa juga yang bangunin Liliy di pagi hari dan tentu nya bakal rindu masakan mamah. Sehat-sehat gih mah di sini doakan anak mu agar ke depannya menjadi orang sukses" Liliy membelai lembut rambut mamahnya.


Liliy melepaskan pelukan mamah nya dan sekarang ganti memeluk papahnya sebelum berangkat " Pah tolong jaga mamah ya jangan sampai sakit , kalau merasa kesepian buat dedek lagi biar aku punya adek kandung" di sela sela tangis nya lengan Liliy di cubit oleh mamahnya.


" Aw… mah kok di cubit" Liliy menghapus jejak air mata yang berada di wajahnya.


" Kalau ngomong kok ngawur" ucap mamah Sinta.


" Udah mah , jangan di cubit lengan Liliy kasihan dia. Tapi ada benar nya juga ucapan Liliy kita kan masih muda belum tua-tua benget yuk lah kita bookingan hotel habis dari sini" goda papah Rudy.


" Malah ikut ikutan Liliy , bapak sama anak sama aja.Dari pada kita mendingan suruh Adit nikah terus kita bakalan dapat cucu biar rumah kita jadi ramai" mamah Sinta melirik ke arah Adit yang tak jauh darinya.


" Ehemm…aku dari tadi dengar loh ucapan mamah sama papah " ucap Adit.


Liliy melepas pelukan dari papahnya dan berjalan ke arah kakaknya sambil merentangkan kedua tangannya ke arah kakaknya. Dan untungnya kakaknya peka. Adit langsung menyambut pelukan hangat dari adeknya.


" Kak kapan nikah? kan umurnya udah pas buat nikah" ucap Liliy setelah melepas pelukan dari kakaknya.


" Ngawur , nanti dulu nikahnya kakak mau fokus kerja sama kuliah toh umur kakak masih mudah jadi nikmati masa muda selagi masih bisa" ujar Adit.


"Kakak enggak ikut sekalian , kan kakak udah tanda tangan kontrak kerja sama dengan perusahaan orang tua Joon Woo" tanya Liliy.


" Kakak selesain dulu masalah di sini baru kesana" Adit mengacak mengacak rambut Liliy.


" Jadi rusak kan rambut gue " Liliy mengerucutkan bibirnya sambil menghentakkan kecil kaki nya.


" Udah-udah jangan berantem di sini kayak tom and Jerry aja" ujar Papah Rudy.


Liliy melihat ke arah Jhonatan yang sedang melambaikan tangan ke arahnya bertanda akan berangkat , sebelum berangkat Liliy berpamitan ke pada kedua orang tua dan kakaknya " mah , pah ,kak Liliy berangkat dulu Assalamualaikum…" Liliy menyalami kedua tangan orang tua dan kak Adit.


" Wa'alaikumsalam" ucap mereka.

__ADS_1


Semua keluarga yang sedang mengantarkan anak nya saling melambaikan tangan ke arah anaknya masing-masing.


Jhonatan dkk segera memasuki pesawat dan sebentar lagi pesawat akan Take-off. Semua penumpang harap mematuhi peraturan yang berada di dalam pesawat. Jhonatan dkk menaiki pesawat business class , di dalam terdapat mini bar. Suasana di dalam tentunya memiliki jarak antar kursi yang lebih besar, melegakan kaki, kursi yang super empuk, dan terdapat pijakan kaki yang nyaman.


Business class lebih mementingkan kenyamanan. Beberapa maskapai penerbangan biasanya menonjolkan area tempat duduk yang luas dan nyaman untuk business class.


Tak hanya tempat duduk yang mewah , Pihak maskapai penerbangan akan memberikan kesan bahwa makanan yang mereka sajikan setara dengan hotel bintang lima atau restoran ternama.


Jarak tempuh dari Singapura ke Korea Selatan membutuhkan waktu penerbangan 9 jam 8 menit. waktu tempuh yang cukup lama.


Pesawat yang di tumpangi Jhonatan dkk tersebut pesawat pribadi milik tuan Joon Woo.


**


Pesawat yang di tumpangi oleh Jhonatan dkk telah sampai di Bandar Udara Internasional Incheon–Seoul.


Para petugas keamanan dari Agensi X telah di kerahkan. Dan bertepatan di Korea musim panas.


" Wah ternyata bertepatan musim panas di Korea , untung outfit gue enggak salah. Lebih panas di sini dari pada di kampung halaman gue" ucap Liliy.


"Gue kira di sini panas nya biasa saja " ujar Destiya.


Mereka berjalan mendekati mobil hitam yang sudah terparkir tepat di depan bandara.


Kondisi dalam mobil.


" Nah gini kan adem di luar panas cuy" ucap Samuel.


" Enaknya makan es krim nih cocok tuh dengan musim panas di sini " timpal Reyhan.


" Emang elu tau toko es krim di sini Rey ?" tanya Bernard.


"Hehe… enggak sih " Rey menggaruk tengkuk yang tidak gatal.


" Lidah mu di taruh dekat AC mobil biar adem " canda Liliy.


"Hahaha…bagus tuh ide mu Liy , ayo Rey coba lidah mu taruh di situ " Jhonatan ikut menimpali candaan temannya.

__ADS_1


"Huftt… au ah gelap" ujar Reyhan.


Kini mobil yang di tumpangi Jhonatan dkk telah sampai di Agensi X milik Joon Woo.


Agensi nya cukup besar , unik dan mewah. Beda dari Agensi yang lain.Mereka telah memasuki area Agensi.


Salah satu staf Agensi menghampiri Jhonatan dkk.


" Mari ikuti saya ke lantai sepuluh"


Tanpa menunggu lama mereka mengikuti ajakan salah satu staf tersebut.


Mereka semua telah sampai di lantai sepuluh tepat di depan ruangan CEO.


"Tuan saya sudah membawa mereka kesini" staf tersebut mengkode Jhonatan dkk agar masuk ke ruangan CEO.


"Kamu boleh keluar" ucap Joon Woo.


Setelah staf tersebut keluar dari ruangan nya , baru lah Jhonatan dkk duduk di sofa.


" Ada apa bos membawa kami ke sini?" tanya Jhonatan.


" Saya cuman sekedar tanya , bagaimana perjalanan kalian? ke sini ada hambatan" tanya Joon Woo.


"Tidak ada tuan " ucap Bernard.


" Bagus" ucap Joon Woo.


"Setelah dari sini , kalian ikut saya ke suatu tempat" ujar Joon Woo.


" Baik" ucap serempak.


Joon Woo menangkap gerak gerik aneh dari Liliy." Kamu kenapa Liy?" .


Seketika semua orang memandang ke arah Liliy.


" Perut ku sakit , di sini ada toilet" yang sedari tadi memegangi perutnya.

__ADS_1


" Itu di dekat meja kecil " Joon Woo menunjukan arah kamar mandi.


Bersambung…


__ADS_2