Idol Or Mafia Elite Member

Idol Or Mafia Elite Member
Belanja bulanan


__ADS_3

" Kamu waktu penyerangan apa pakai softlens " tanya Rey yang to the point.


" Enggak lah mas mana mungkin kepikiran pakai softlens di saat penting " ucap Liliy.


" Aku melihat warna bola mata mu berubah berwarna coklat terang sedang kan bola mata mu warna hitam. Dan itu perubahannya signifikan" Rey menjelaskan maksud tujuan ke pada Liliy.


Adit yang mendengarkan obrolan keduanya merasa bingung , ia langsung menimbrung dan bertanya ke Reyhan.


" Maksud elu apa Rey ?" tanya Adit.


Episode sebelumnya…


" Gue lihat bola mata Liliy berubah dan anehnya sikapnya ikut berubah" ucap Rey.


" Sikap yang bagaimana? Rey " tanya Adit yang ikut penasaran.


" Sikapnya tuh beda deh enggak kaya Liliy, biasa nya Liliy tuh ogah ogahan ikut terjun langsung menghabisi anak buah musuh Joon Woo. Tapi kok kemarin auranya melebihi Joon Woo sadis bro " ujar Reyhan.


"Hmm…apa betul omongan rey Liliy ?" Adit memastikan ucapan Reyhan.


" Entah gue enggak ingat apapun. Bisa jadi Rey salah lihat " ujar Liliy.


Liliy melanjutkan nonton Drakor yang sempat tertunda tadi.


" Liy " ucap Adit.


"Hmmmm…" tanpa memandang sang kakak.


" Liy kakak ngomong loh " Adit kesal ucapannya tak di gubris oleh adeknya.


" Gue dengar kak tinggal ngomong apa susahnya sih!! toh gue akan jawab"


Adit menarik nafas sejenak. Sebelum melanjutkan ucapannya Adit menyempatkan melirik ke spion tengah hanya sekedar melihat keadaan Reyhan.


Ternyata Reyhan melamun menghadap kaca jendela mobil.


"Liy gue tadi dapat pesan dari mamah , kalau papah udah sehat mereka akan kembali ke Indonesia" ujar Adit.


" Terus yang menempati apartemen yang sekarang siapa kak? kan sekarang gue tinggalnya di mansion Joon Woo" Liliy menimpali ucapan Adit.


"Gue yang menempati , tapi cuman seminggu sekali atau enggak dua kali. Selebihnya gue mau tinggal di mansion Joon Woo lumayan ada teman banyak " ucap Adit sambil minum air mineral dalam botol.


" Lah enak aja Lo tinggal di mansion Joon Woo. Emang Joon Woo udah ngizinin belum kan? terus kenapa tinggal di apartemen cuman seminggu dua kali. Kan enak elu tinggal sendirian enggak ada yang ganggu" ujar Liliy mendelik ke arah Adit.


" Belum ngomong ke Joon Woo sih. Kan bisa nanti habis belanja sekalian gue beli baju sekalian nganterin kalian"


" Gue tinggal di apartemen cuman kalau ada urusan kantor semacam ngelembur kan jarak apartemen dari kantor lumayan jauh. Jadi kalau enggak ada tugas kantor gue bisa tidur / tinggal di mansion Joon Woo. Masa enggak ada kamar sisa satu sih?" Adit menjelaskan maksud ucapan tadi ke Liliy.


" Kalau kamar kosong kayak nya ada kak tapi tempat nya mana gue enggak tau" ucap Liliy.


" Bro elu mau tinggal bareng kami ?" tanya Rey yang sedari tadi mendengar obrolan kakak adik akhirnya memberanikan diri bertanya langsung ke Adit.


" Ya gue mau tinggal bareng kalian , tenang gue enggak kasih tau identitas kalian semua. Dan gue mau belajar bela diri di sana" ungkap Adit.


" Apa gue telpon Jhonatan ya siapa tau Jho bisa membantu kak Adit " usul Reyhan.

__ADS_1


" Boleh - boleh. Kau memang sahabat yang terbaik" ucap Adit sambil memberi kode ok di jarinya.


Rey mengambil hp nya dan mencari kontak Jhonatan.


📞: " Halo Jho gue mau tanya ada kamar kosong gak ?"


📞 : " Enggak tau gue Rey , emang ada apa tiba-tiba tanya ada kamar kosong apa enggak ? "


📞 : " Ini si kakak nya Liliy mau tinggal di situ kalau ada kamar kosong tolong kasih tau gue"


📞 : " Apa udah ada izin dari Joon Woo Rey ?"


📞 : " Belum , tapi nanti kakaknya Liliy mau ke situ sekalian ngomong langsung sama yang punya rumah"


📞 : " Ok Rey. Eh elu belanja bulanan nya di mall mana? dan sama siapa elu di sana "


📞 : " Bentar gue tanya Adit dulu , jangan tutup telponnya"


Rey sedikit menjauhkan hp nya agar orang lain tak mendengarkan.


" Nro Jhonatan tanya nanti kita mau ke mall mana?" tanya Rey.


" Di Ion Orchard letaknya 2 Orchard tur Singapore" ucap Adit tanpa menoleh ke belakang ia fokus menatap jalan raya.


📞 : " Di mall Ion Orchard sebentar lagi kita mau sampai mungkin 15 menit an"


📞 : " Okay kita mau ke situ. Elu tunggu di Food Opera biar kita gampang nyarinya"


📞 : " Ok gue tunggu bye " Rey mematikan teleponnya.


...*****...


Orang-orang di sana tampak lalu lalang. Mereka sibuk dengan belanjaan masing-masing. Ada yang hanya sekedar mampir membeli makanan ada juga yang berbelanja kebutuhan pokok. Mulai dari anak kecil , remaja sampai orang dewasa.


Liliy , Adit dan Reyhan menunggu kedatangan Jhonatan dan yang lainnya di lantai bawah yang di khususkan makanan ( Food Opera ) di sana terdapat beragam masakan Indonesia antara lain Bandung , Padang , Jawa dan sebagainya.



" Rey kok lama mereka katanya sebentar lagi , kita udah nunggu hampir 10 menit lebih. coba elu telpon" ucap Adit.


"Hmm…" Rey menganggukkan kepala.


Tiba-tiba hp Reyhan bergetar.


Dreet… dreet…


...pesan WhatsApp dari Jhonatan....


📩" Rey sorry kayak nya kita bakal telat datang kesana soalnya mobil yang di tumpangi kita mogok di jalan masih nunggu montir, elu belanja dulu aja. Kalau gue udah sampai gue pasti kabarin elu"


Reyhan membalas pesan dari Jhonatan.


📩" Ok jaga diri kalian "


Setelah mengirim pesan Rey mematikan hpnya dan ia masukkan di kantong jaket denim.

__ADS_1


" Kita masuk sekarang " ajak Reyhan ke mereka berdua.


" Katanya suruh nunggu bang Jho dan lain nya " ucap Liliy.


" Mas dapat pesan dari Jhonatan bahwa mobil nya mogok masih nunggu montir jadi kita di suruh belanja dulu " ucap Reyhan.


" Ya udah ayok masuk kelamaan nunggu temanmu " Adit menggeret tangan Liliy dan Reyhan untuk masuk ke dalam mall.


Mereka bertiga menaiki eskalator menuju lantai 2 di sana terdapat toko perlengkapan baju bayi sampai dewasa , alat tulis sekolah , sepatu & sandal dan terdapat supermarket yang begitu besar di dalam mall.


Mereka berjalan ke arah supermarket yang isi nya lengkap. Masing-masing mereka membawa troli tidak cukup hanya membawa 2 troli kebutuhan yang mereka beli cukup banyak.


Mereka bertiga tidak di perbolehkan berpencar takutnya mereka tersesat.


" Kak gue bagian belanjaan siapa ?" tanya Liliy.


" Punya Rey aja soalnya kebutuhan mansion banyak , sedangkan yang gue beli tidak terlalu banyak".


" Ok kak " ucap Liliy.


Liliy membututi kedua kakaknya dari belakang ya sekali-kali Liliy memasukan jajan di dalam troli tanpa sepengetahuan kedua kakaknya.


" Dek jangan jauh-jauh sini bantuin mas ambil sabun cuci baju total 10 " Rey meminta bantuan kepada Liliy.


Liliy mencari tempat sabun cuci baju.Setelah menemukan Liliy langsung mengambil dua contoh " mas yang kanan atau yang kiri ?"


" Yang kanan aja dek " jawab Reyhan.


Mereka bertiga mengelilingi isi supermarket mulai dari sabun mandi , pasta + sikat gigi baru , sampo , sabun cuci baju , sabun cuci piring dan lain-lain.


" Dek tolong ambilkan jajan Chiki buat bahan persediaan" ucap Reyhan.


" Tunggu bentar mas " Liliy langsung mencari rak bagian snake Chiki.


( gue bingung pilih yang mana. mana banyak lagi pilihan merek jajan , ya udah deh dari pada di bikin pusing mendingan pilih semua ) batin Liliy.


Sebelum memasuki jajan di dalam keranjang Liliy melihat lebel halal terlebih dahulu.


Di rasa sudah aman baru lah Liliy menyusul ke arah Reyhan dan Adit.


" Sudah selesai kan kalian berdua?" tanya Liliy.


" Sudah " jawab mereka berdua.


" Ayo Liy kita bayar terlebih dahulu " ucap Adit.


...*****...


Setelah mereka meninggalkan supermarket. Mereka menuju ke arah toko pakaian. 25 Menit yang lalu mereka keluar dari toko pakaian.


Hp Rey berbunyi.


Rey merogoh saku jaket nya agar ia segera mengangkat telepon.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2