Idol Or Mafia Elite Member

Idol Or Mafia Elite Member
Lelah


__ADS_3

Sang Produser melihat kejadian tersebut langsung memanggil tenaga medis untuk memeriksa Liliy.


Tenaga medis tiba di lokasi Liliy berada dan langsung memeriksa. Hasilnya…


" Nona Liliy mengalami ketakutan detak jantung nya berpacu dengan cepat , saya sudah memberikan suntikan untuk menenangkan kondisinya. Permisi"


Jhonatan dan lainnya saling menatap bingung ada yang percaya dan ada yang tidak percaya.


Episode selanjutnya…


Salah satu kru yang sedang bertugas mengurus properti di panggil untuk menghadap ke produser.


" Ya tuan ada yang bisa saya bantu?"


" coba kau memeriksa di dalam kamar mandi itu " produser menunjuk kamar mandi menggunakan jari telunjuk.


" Baik tuan " sang kru tersebut berjalan ke arah yang di tunjuk oleh produsernya.


Tiba di depan kamar mandi , kru tersebut membuka kenop pintu kamar mandi. Ia membuka dan masuk ke dalam , tapi nihil tidak ada yang mencurigakan kosong tidak ada apa-apa di dalam.


Kru tersebut membalikan badan untuk keluar dari area kamar mandi. Ia akan melaporkan ke hadapan produsernya.


Kru tersebut berjalan santai di bawah terik sinar matahari tak lupa ia bersiul untuk sekedar menghilangkan rasa penat.


Produser melihat anak buahnya berjalan ke arahnya.


Sang kru tiba lah di hadapan Produsernya " tidak ada yang mencurigakan di dalam sana aman tuan"


" Ya sudah kalau begitu , terimakasih kamu boleh kembali " produser bangkit dari kursinya sambil menepuk pundak anak buahnya.


" Baik tuan" ucapnya.


Produser melihat kondisi Liliy apakah sudah tenang atau belum.


" Bagaimana dengan kondisi Liliy pak?" tanya produser ke sutradara.


" Sudah membaik dia sedang makan bersama bersama teman-teman nya di dalam tenda" ucap sutradara.


" Syukurlah tidak terjadi apa-apa. Ya sudah saya mau melanjutkan pekerjaan dulu, mari pak" ucap produser.


*


Kondisi di dalam tenda.


" Pelan-pelan dek kalau makan nanti tersedak " ucap Reyhan.


Tak lama kemudian Liliy tersedak" uhuk…uhuk …"


" Baru aja di bilangin Rey eh taunya malah tersedak beneran" ujar Bernard.


Rey menyodorkan segelas air mineral ke arah Liliy " nih di minum dulu , pelan-pelan "


"kalau di bilangin tuh di dengerin" ucap Destiya.

__ADS_1


"Udah-udah masalah kecil jangan di besar-besar kan " nasehat Jhonatan.


" hehehe…sorry" ucap Liliy sambil cengengesan.


" Habis dari sini pulang kan bang Jho" tanya Liliy.


" Habiskan dulu makanan mu Liy" ucap Destiya.


" Iya iya tuan putri" ucap Liliy yang tak lupa mencolek dagu Destiya.


" Liy muji Destiya jangan nanggung - nanggung sini gue ajarin " Bernard yang ingin membisikkan Liliy namun tidak jadi karna baju Bernard di tarik ke belakang oleh Destiya.


" Jangan ngadi - ngadi deh " geram Destiya.


Liliy tak menghiraukan ucapan dari kedua temanya itu , ia fokus ke makanannya. Di samping itu si Reyhan terus menatap ke arah Liliy yang sedang makan. Sekali - kali ia tersenyum tipis ke arah Liliy.


Liliy menyadari adanya seorang yang sedang memperhatikannya yang sedang asik makan.


Liliy mendongakkan wajahnya ke arah Reyhan " kenapa kamu senyum-senyum ke arah ku"


" Tidak ada " Reyhan kembali ke posisi mode datarnya.


" Oh" Liliy menyudahi kegiatan makan tersebut.


" Bang Jho habis dari sini kita mau kemana?" Liliy bertanya kembali ke Jhonatan.


" Sebentar gue cek dulu daftar kegiatan kita " Jhonatan mengecek di hpnya.


" Habis dari sini tidak ada kegiatan , kemungkinan kita akan pulang dari sini. Kita tunggu instruksi dari produser dan sutradara"


"Semoga habis dari sini kita pulang. Kasur gue turus menerus memanggil nama gue " Liliy membayangkan ia tidur nyenyak di atas kasur miliknya yang empuk.


" Dug" kaki Liliy di tendang oleh Samuel.


" Sadar Liy habis dari sini kita semua ada tugas baru dari Joon Woo jadi jangan menggadai - andai untuk tidur. Ingat kita anggota Mafia " ucap lirih Samuel.


" Apa benar itu bang Jho?" Liliy berbalik tanya ke Jhonatan.


" Hmmm…"


( Mampus gue enggak jadi bersantai ria di atas kasur empuk ku , maafkan gue kasur ) batin Liliy yang sedang menjerit.


Sang sutradara menghampiri meja Jhonatan dkk. Semua orang yang berada di meja sontak berdiri membungkukkan badannya.


" Kalian boleh pulang sekarang dan terimakasih atas kerja keras kalian semua , saya bangga atas usaha kalian semua. Kalian semua libur dalam satu Minggu selagi menunggu hasil Vidio music kalian. Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih banyak" sutradara membungkuk kan badannya tanda terimakasih kepada Jhonatan dkk.


Tak lupa Jhonatan dkk membungkuk kan badannya tanda terimakasih.


Sang sutradara mengucapkan terimakasih kepada seluruh staf dan kru bagian properti.


Semua orang membubarkan diri masing-masing namun sebagian masih ada di dalam tenda dan sebagian sudah pulang.


Jhonatan dkk memilih meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke tempat yang sudah di sediakan oleh Joon Woo.

__ADS_1


Di dalam mobil nampak wajah para pejuang cuan yang terlihat lelah. Mereka memutuskan istirahat sebentar di dalam mobil.


Di dalam mobil hanya terdengar deru suara mesin mobil dan lagu untuk menemani sang sopir agar tak ketiduran selagi sedang menyetir.


Kring…


Yang tadi nya sunyi mendadak semua terbangun dari tidurnya. Bunyi hp Jhonatan yang membuat semua orang geram termasuk Jhonatan sendiri merasa geram , aktivitas tidurnya terganggu setelah mendengar panggilan masuk dari hpnya.


Sang empu melihat daftar panggilan tertera panggilan tidak masuk dari Joon Woo , Jhonatan kelabakan ia cepat - cepat menelepon balik kalau tidak ia di pastikan akan mendapatkan hadiah langsung dari Joon Woo.


Jhonatan langsung mengeklik nama Joon Woo. Terdengar panggilan masuk tak lama kemudian orang yang berada di sana langsung memberi semprot ke Jhonatan tanpa ada jeda.


Jhonatan menghela nafas sejenak sambil mengelus dadanya ia menunggu ocehan bos nya baru ia angkat bicara.


" Maafkan saya tuan tadi saya sempat tertidur di dalam mobil , sekali lagi maafkan saya " Jhonatan sebisa mungkin mengalah kepada bos nya ia menghindar musibah yang tiba-tiba datang.


" Baik tuan kami akan segera kesana " telpon tersebut di matikan sepihak oleh Joon Woo.


Jhonatan kembali menyandarkan kepala nya di kursi penumpang , ia memijat di antara ke dua alisnya. Pusing itulah gambaran dari wajah Jhonatan.


Semua orang tidak ada yang tidur kembali , mereka menunggu kabar dari Jhonatan.


" Kita sudah di tunggu oleh Joon Woo " ucap Jhonatan tanpa membalikan badannya.


" Joon Woo berada di posisi mana ?" tanya Reyhan.


" Joon Woo berada di posisi jalan xxx " ucap Jhonatan.


" Gue tadi sempat dengar suara Joon Woo yang lagi ngerap hebat juga dia ngerap dengan nada cepat " ucap Liliy.


" Liy " panggil Jhonatan.


" hmm… ada apa bang?" Liliy mendekat ke arah Jhonatan.


Jhonatan yang tau keberadaan Liliy yang berada di belakangnya tiba- tiba Jhonatan membalikan badan menghadap Liliy dan…


" Aw!,,… " teriak Liliy yang kesakitan setelah mendapatkan cubitan dari Jhonatan di pipinya.


" Hahaha… " serempak semua orang menertawakan tingkah Liliy yang sedang mendapatkan hadiah dari Jhonatan.


" Nah kan elu dapat hadiah dari sang ketua , makannya jangan bercanda sama Jhonatan kena batu kan elu" Destiya tak henti hentinya menertawakan Liliy.


" Kan gue asal ceplos tadi. Eh ujung - ujungnya dapat hadiah dari bang Jho. Mana sakit lagi pipi gue " Liliy mengelus pipinya yang berwarna sedikit kemerahan.


" Lihat dulu sikon nya Liy kalau orang lagi bete jangan di ajak bercanda" nasehat Jhonatan.


" Iya iya bang gue minta maaf" ucap Liliy sambil mengerucutkan bibirnya.


Bersambung…


Author minta maaf karna update nya telat , sekali lagi author minta maaf 🙏


Dan jangan lupa subscribe agar tidak ketinggalan cerita nya.

__ADS_1


__ADS_2