
Happy reading 😘😘😘
Hidup berumah tangga itu tidak selalu manis. Terkadang ada sentuhan rasa lain yang justru akan memperkuat ikatan cinta. Sabar, ikhlas, dan tetap tegar menghadapi ujian dari-Nya.Yakinlah, setelah hujan badai berlalu, maka pelangi akan hadir mewarnai hari.
-Ayuwidia-
....
Alif berusaha mengalihkan pikiran dengan menatap wajah teduh Chayra. Ia usap bibir kekasih halalnya yang membuatnya ingin selalu melabuhkan kecupan.
Karena sibuk bermonolog di dalam hati, Alif tidak menyadari bahwa istrinya belum terlelap. Chayra kembali membuka mata saat merasakan usapan tangan Alif di bibirnya.
"Bie, kenapa belum tidur, hmmm?" Chayra melisankan tanya dan mengusap lembut pipi suaminya.
"Kamu juga belum tidur, Yang?"
"Ishhh, malah balik bertanya Bie."
Alif terkekeh lalu melabuhkan kecupan di kening Chayra, istri yang teramat ia cinta.
"Mas Alif butuh vitamin biar bisa tidur, Yang."
"Vitamin apa, Bie?"
"Vitamin C," jawabnya ambigu.
"Vitamin C? Di tasku ada Bie. Mau aku ambilkan?"
Alif kembali terkekeh. Ia geli sekaligus gemas dengan istrinya yang teramat polos.
"Vitamin C nya mas Alif sudah ada di depan mata. Jadi, Sayang tidak perlu mengambilkannya."
"Maksud kamu apa, Bie?"
"Maksud mas Alif ... 'Cinta'. Vitamin C nya mas Alif sentuhan cinta dari kamu, Yang. Peluk mas Alif sampai pagi dan kecup kening mas Alif supaya bisa berpikir dengan jernih," pintanya dengan memasang raut wajah sendu.
Chayra mengulas senyum. Lalu ia menuruti permintaan Alif, memeluk dan mengecup kening suaminya itu.
"Bie, sepertinya ada sesuatu yang tengah mengusik pikiranmu --" tebak Chayra setelah menatap lekat iris mata suaminya yang terbingkai kaca-kaca.
__ADS_1
"Iya Sayang. Kamu benar --"
"Sebenarnya, apa yang membuat pikiranmu terusik! Ceritakan padaku, Bie! Aku siap mendengarnya --"
"Dan memberi solusi?"
"Iya Bie, insya Allah ... aku akan memberi solusi jika mampu."
"Jujur, mas Alif ragu untuk menceritakannya padamu, Yang. Luka yang ditorehkan oleh Damar belum sembuh sepenuhnya. Mas Alif takut jika kamu kembali terluka --"
"Bie, luka yang ditorehkan oleh Damar sudah sembuh karena ketulusan cintamu. Jika bertemu dengan Damar lagi, aku harus berterima kasih padanya. Karena melalui perantara luka yang ditorehkan olehnya, aku mendapat seorang imam pengganti yang sempurna. Sosok pria yang memiliki ketulusan cinta dan setia --"
Hati Alif tercubit. Ia merasa semakin bersalah dan dilema karena persangkaan Chayra salah tentangnya. Ia bukan pria yang sempurna, apalagi setia. Cinta Alif memang hanya untuk Chayra. Tapi bahunya terbagi untuk dua wanita.
Menurut Alif, dia bukanlah seorang pria yang setia. Lebih tepatnya, terpaksa menjadi pria yang tidak setia. Yang diinginkan dan dicintai Alif hanya Ayunda Chayra Putri, bukan wanita lain. Menyesali goresan takdir bukanlah solusi. Apalagi menyalahkan sang penulis skenario kehidupan. Kata orang, cinta yang diuji itu akan semakin indah, jika kedua insan yang saling mencinta dapat melaluinya. Bahkan, akan menambah rasa cinta di antara keduanya.
"Bie, kenapa malah melamun?"
Ucapan Chayra menyadarkan Alif yang sejenak tenggelam dalam lamun.
"Maaf Yang --" lirihnya.
"Berjanjilah untuk selalu berada di sisi mas Alif, Yang. Apapun yang mas Alif ceritakan nanti, jangan merubah keyakinanmu. Demi Allah, hanya kamu--wanita yang mas Alif cinta, dari dahulu hingga kelak raga mas Alif tak bernyawa."
"Insya Allah, Bie. Aku akan selalu berada di sisimu --"
"Trimakasih Yang."
"Jangan berterima kasih dulu, Bie! Kamu 'kan belum bercerita dan aku belum memberimu solusi," candanya untuk mencairkan suasana seiring tawa renyah yang mengudara.
"Iya Yang --" Alif mengulas senyum yang kentara sekali dipaksakan.
"Buruan cerita, Bie! Aku sudah siap mendengarnya."
"He-em."
Alif meraup udara sebelum kembali berlisan kata. Siap tidak siap, ia harus membuka tabir. Bagaimana pun tanggapan dan keputusan Chayra, Alif harus berlapang dada. Toh, sekarang atau nanti ... dia harus berkata jujur. Sebagai seorang istri, Chayra berhak mengetahui keadaan Alif yang sebenarnya. Meski teramat menyakitkan bahkan sakitnya melebihi luka yang pernah ditorehkan oleh Damar.
"Satu tahun yang silam, mas Alif bertemu dengan seorang --" Baru saja memulai ceritanya, ucapan Alif terpangkas karena pintu kamar mereka diketuk oleh seseorang.
"Ada seseorang yang mengetuk pintu Bie. Kamu buka-in ya! Aku kenakan jiblab dulu," ujarnya diiringi senyum. Chayra kembali salah mengucap kata jilbab. Bukan 'jilbab' tetapi 'jiblab'. Namun kali ini, Alif tidak bisa tertawa dibuatnya, karena rasa yang berkecamuk di dalam dada semakin menjadi.
__ADS_1
Alif membuang nafas sedikit kasar lantas beranjak dari ranjang dan menuruti titah sang ratu yang menduduki singgasana hati. Keinginannya untuk membuka tabir, harus tertunda karena suara ketukan pintu.
Dibukanya daun pintu dengan perlahan. Terlihat pemilik resort sudah berdiri di depan pintu dengan raut wajahnya yang terlihat pias.
Sebelum Alif sempat bertanya, pemilik resort terlebih dahulu membuka suara.
"Mas, segera tinggalkan resort ini! Kamar sebelah kebakaran. Sa-saya takut apinya akan segera menjalar sampai ke kamar ini. Ce-cepat ya Mas! Sa-saya akan memberi tahu tamu yang lain." Tanpa menunggu tanggapan dari Alif, pemilik resort itu segera memutar tumit, meninggalkan Alif yang berdiri membisu.
"Ada apa Bie? Apa yang disampaikan pemilik resort?" cecar Chayra sembari menghampiri suaminya.
"Kamar sebelah kebakaran, Yang. Kita harus segera pergi."
Chayra terkesiap. Netranya berotasi sempurna dan mulutnya terbuka lebar.
"Innalillahi ...," ucapnya seiring telapak tangan menutup mulutnya.
"Ayo Yang, kita harus pergi dari sini!"
"Tapi, Bie --"
Alif menyambar tas punggung mereka dan membawa Chayra keluar dari kamar.
"Bie, aku takut. Asapnya semakin tebal --" ujarnya terbatuk-batuk.
"Jangan takut Sayang! Jangan lepaskan genggaman tangan mas Alif! Bismillah, kita akan selamat --"
Alif dan Chayra terus berlari menghindari kobaran api yang semakin menjadi.
"Awas Bie --"
🌹🌹🌹🌹
Bersambung ....
Segini dulu ya UP nya. Insya Allah dilanjut nanti. Mohon maaf jika bertebaran typo 😊🙏
Tetap semangat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan Kakak-kakak ter love 😘
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak dukungan 😉
Trimakasih dan banyak cinta 💞
__ADS_1