Imam Pengganti Untuk Chayra

Imam Pengganti Untuk Chayra
Sebelum Melangkah


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Dua minggu setelah Alif dan Elmira bercerai, Zidan terbang ke Jawa untuk menjemput ayah dan bundanya. Zidan berniat meminta restu kepada kedua orang tuanya itu untuk menikahi Elmira, seorang janda muda beranak satu.


Ayah dan bunda Zidan tak lantas memberi restu sebelum bertemu langsung dengan Elmira.


Setelah dua hari berada di Jawa, Zidan kembali ke Kairo bersama kedua orang tuanya.


Zidan meminta Alif untuk menjemput mereka bertiga di bandara. Dengan senang hati, Alif menuruti permintaan sahabatnya itu. Sementara Chayra dan Elmira menyiapkan hidangan untuk makan malam bersama.


"Assalamu'alaikum." Zidan mengucap salam dan menekan bel pintu rumahnya.


"Wa'alaikumsalam --" Terdengar balasan salam dari dalam rumah diikuti suara dercit pintu dibuka.


Pintu terbuka lebar. Nampak Elmira berdiri di balik pintu sambil menggendong Dzikra--putrinya.


Elmira mengulas senyum dan mempersilahkan Zidan, Alif, dan kedua calon mertuanya untuk masuk ke dalam setelah ia mencium punggung tangan ayah dan bunda Zidan secara bergantian.


Mereka pun masuk ke dalam lantas mendaratkan bobot tubuh di sofa yang berada di ruang tamu.


"Ayah, Bunda, wanita berparas cantik inilah yang akan Zidan nikahi. Dia ... Elmira Najwa Syahla. Dan putrinya yang cantik ini ... Dzikra Aulia Syahla." Zidan memperkenalkan Elmira dan Dzikra kepada kedua orang tuanya.


"Cantik sekali. Tidak kalah cantik bila dibandingkan dengan Sarah," sahut Laras spontan.

__ADS_1


Dahi Elmira mengerut. Ia meminta penjelasan kepada Zidan dengan bahasa netranya.


Zidan menghela nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan. Ia terlihat ragu untuk membuka suara, memberi penjelasan mengenai Sarah. Nama wanita yang disebut oleh sang bunda.


Seolah mengerti dengan apa yang tengah dipikirkan oleh putranya, Laras pun kembali berlisan kata.


"Elmira, Zidan sudah menceritakan kisah masa lalumu yang teramat kelam. Kami sebagai orang tua memaklumi dan menerimanya, karena di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Semua orang pasti pernah melakukan khilaf dan dosa, tak terkecuali diri kita. Dan BOHONG, jika ada yang mengaku belum pernah melakukan khilaf. Mungkin di dunia ini ada segelintir orang yang tidak mau mengakui kekhilafan yang ia lakukan dan menyadari bahwa dirinya tidak sempurna. Sehingga yang mereka lihat hanya kekhilafan orang lain dan menganggap diri mereka maha sempurna. Mereka terlupa, bahwa kesempurnaan hanya milik Allah --"


"Elmira, putriku. Masing-masing dari kita mempunyai masa lalu. Kamu mempunyai masa lalu yang kelam, begitu juga dengan putra kami, Zidan --" Laras menjeda sejenak ucapannya dan menatap lekat wajah sang putra yang kini berubah pias.


"Sebelum kalian melangkah lebih jauh, bunda sangat berharap ... tidak ada rahasia yang kalian tutupi. Bunda ingin, kalian bisa saling menerima dengan tulus dan ikhlas tanpa keterpaksaan. Karena kokohnya bahtera rumah tangga, tergantung fondasi awal untuk membangunnya."


"Putra kami bukanlah seorang laki-laki yang sempurna. Zidan pernah melakukan kekhilafan terbesar di dalam hidupnya. Ketika masih duduk di bangku kelas dua SMA, Zidan pernah menjalin hubungan dengan adik angkatnya sendiri. Dia Sarah. Kami sebagai orang tua teramat lalai. Sehingga kami kecolongan. Zidan dan Sarah bukan hanya berpacaran. Namun mereka melakukan zina, hingga Sarah mengandung darah daging Zidan." Laras menghela nafas dalam-dalam, menghempas rasa sesak yang tetiba hadir saat teringat kekhilafan yang pernah dilakukan oleh putranya.


"Bukannya bertanggung jawab dengan menikahi Sarah, putra kami malah meminta Sarah untuk menggugurkan janin yang dikandungnya. Dengan alasan, mereka masih SMA. Karena rasa cintanya yang teramat besar, Sarah pun menuruti permintaan Zidan. Sarah hampir saja kehilangan nyawa pada saat melakukan proses abor-si. Semenjak saat itu, Sarah sangat membenci Zidan. Dan kebencian Sarah terhadap Zidan membunuh rasa cintanya yang teramat besar. Sarah pergi dari rumah kami dan tidak pernah kembali. Selama ini, kami sudah berusaha mencari keberadaan Sarah. Namun nihil. Sarah seperti ditelan bumi --" pita suara Laras tercekat sehingga ia tidak mampu lagi melanjutkan kata-katanya.


"Zi, benarkah? Benarkah kamu melakukan kekhilafan itu?" Nada suara Elmira bergetar. Ia berusaha menahan air mata yang hampir tertumpah.


Zidan mengangguk samar. Ia tidak berani menatap wajah wanita yang dicintainya itu.


"Benar, El. Aku pernah melakukan kekhilafan itu. Dan aku sangat menyesalinya. Itulah alasannya, aku tidak pernah menjalin hubungan lagi dengan seorang wanita setelah berpisah dengan Sarah. Namun semenjak mengenalmu dan mengetahui kisah masa lalumu yang teramat kelam, pintu hatiku yang telah lama tertutup--terbuka kembali. Aku tulus mencintaimu, El --" tutur Zidan dengan kesungguhan hati.


"Zi, jika suatu saat nanti Sarah datang kembali, bagaimana dengan aku? Kamu mempertahankan aku atau memilih kembali padanya?"


Zidan menengadahkan wajah lantas memberanikan diri untuk menatap manik mata Elmira yang terbingkai kaca-kaca. "Aku pasti mempertahankanmu, El. Karena kamu masa depanku. Sementara Sarah, masa laluku."

__ADS_1


"Lalu, bagaimana caranya--kamu menebus dosa dan kekhilafan yang pernah kamu lakukan terhadap Sarah?"


"Aku akan memberi dan melakukan apa saja yang dia minta. Terkecuali, memberi hatiku dan menikahinya. Aku tidak akan memberi hatiku untuknya, El. Aku juga tidak akan menikahinya. Karena di dalam hatiku ini sudah tertulis namamu dan aku hanya ingin memiliki satu istri. Kamu-Elmira Najwa Syahla. Satu-satunya wanita yang ingin kujadikan seorang istri --"


"Haruskah aku mempercayai ucapanmu, Zi?"


"Iya El. Kamu harus mempercayai ucapanku. Aku menerima kamu tanpa memperdulikan masa lalumu. Dan aku berharap, kamu pun menerima aku tanpa memperdulikan masa laluku. Aku ingin membuka lembaran baru bersamamu, tanpa menoleh ke masa yang telah lalu."


Hening ....


Hanya terdengar suara jarum mesin waktu yang berdetak diiringi hembusan nafas berat.


Elmira meraup udara dalam-dalam sebelum melisankan keputusan ....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung .....


Seperti yang pernah author sampaikan. Novel yang author tulis kali ini, berbeda dengan novel yang author tulis sebelumnya. Di sini, author menonjolkan ketidak sempurnaan para tokohnya.


Jadi, jika ada Kakak-kakak ter love yang kurang berkenan, author menghaturkan maaf yang tulus dari dalam hati.


Bukan berarti author ingin membenarkan atau mendukung kekhilafan yang Alif dan Zidan lakukan. Author hanya menulis pesan dari kisah ini yang ingin author sampaikan. 🙏🙏🙏


Jeannette Walls berkata bahwa, "tidak ada seorangpun yang sempurna. Kita semua hanya selangkah dari binatang buas dan satu langkah dari para malaikat."

__ADS_1


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo.


Trimakasih dan banyak cinta 😘😘😘


__ADS_2