
Happy reading 😘😘😘
Senyum penuh kesyukuran membingkai wajah Alif saat keluar dari ruang operasi. Dokter muda itu berhasil menyelamatkan nyawa seorang pasien yang mengalami cedera dan pendarahan di kepala akibat terjatuh dari tangga.
Sambil menunggu waktu makan siang tiba, Alif duduk santai di bangku panjang yang berada di rooftop rumah sakit seusai menunaikan tugasnya. Lantas ia pun menghubungi sang kekasih hati. Siapa lagi jika bukan Ayunda Chayra Putri ....
Meski baru setengah hari berpisah, Alif rindu dengan Chayra dan putri mereka. Sehingga ia menyempatkan waktu untuk mengobati rasa rindunya melalui vidio call.
Di sela-sela obrolan asiknya dengan Chayra yang berada di seberang sana, Alif dikejutkan oleh suara tangisan seorang gadis.
Alif pun buru-buru mengucap salam seraya mengakhiri obrolannya dengan sang istri tercinta. Lantas ia menyimpan kembali gawainya di saku kemeja.
Gegas, Alif beranjak dari posisi duduk tatkala pandangan netranya terfokus pada objek yang mengalihkan atensi--seorang gadis belia yang berjalan dengan langkah gontai sembari menangis tersedu-sedu.
Lalu dibawanya tubuh untuk menghampiri si gadis yang ternyata ingin melompat dari rooftop rumah sakit.
__ADS_1
Alif merasa dejavu. Kejadian yang dialaminya saat ini sama persis dengan kejadian beberapa tahun silam. Ketika ia berusaha menyelamatkan nyawa Elmira dan berujung melakukan khilaf terbesar.
Akankah Alif kembali melakukan khilaf yang sama? Semoga tidak!!!
"Jangan bertindak bodoh, Nona!" ujar Alif meninggikan intonasi suara sembari mencengkram lengan si gadis dengan sangat kuat. Alif berusaha mencegah si gadis yang sudah bersiap untuk melompat dari rooftop.
"Lepaskan gue! Gue mau bertindak bodoh bukan urusan lu. Gue pingin mati. Gue pingin bunuh diri --" Gadis itu memberontak dan berusaha melepas cengkraman tangan Alif. Namun Alif semakin mengeratkan cengkraman tangannya sehingga gadis itu merintih dan memukul-mukul lengan Alif.
"Memang bukan urusan saya. Terserah anda mau bertindak bodoh--memanggil malaikat maut dengan cara melompat dari rooftop rumah sakit. Namun asal anda tahu! Pertama, saya mencegah anda untuk bunuh diri karena alasan kemanusiaan. Kedua, saya tidak ingin citra rumah sakit yang dibangun oleh ayah Abim dan bunda Kiran ini, tercoreng karena tindakan bodoh anda itu." Nada suara Alif terdengar penuh penekanan seiring raut wajah yang tampak dingin.
"Silahkan anda bunuh diri, tapi jangan di sini!" sambungnya dengan nada yang sama.
Tiada sahutan dari gadis itu. Hanya tatapan nanar yang menyiratkan luka.
Alif membuang pandang seraya memutus tatapan yang saling bertaut dan melepas cengkraman tangannya.
"Di dunia ini, nggak ada yang sayang sama gue. Mereka merusak masa depan gue. Kemudian membuang gue setelah tahu gue hamil. Gue pingin mati. Di alam sana, gue nggak bakal merasakan sakit yang luar biasa seperti saat ini --"
__ADS_1
"Anda salah. Justru setelah anda bunuh diri, sakit yang akan anda rasa di alam sana berkali-kali lipat bila dibandingkan dengan sakit yang anda rasa saat ini. Bahkan rasa sakit itu akan kekal abadi. Bunuh diri bukanlah solusi untuk menyelesaikan permasalahan apapun. Mungkin anda akan merasa beruntung jika setelah melompat dari rooftop, nyawa anda langsung melayang. Namun jika tidak? Bisa anda bayangkan! Anda akan cacat seumur hidup. Lalu, siapa yang akan peduli dengan kondisi anda?" Alif menarik salah satu sudut bibirnya dan melipat tangan di depan dada.
"Jika tidak ada satu orang pun di dunia ini yang menyayangi anda, masih ada Tuhan dan diri anda sendiri. Syukurilah nikmat hidup yang Dia beri. Karena rasa sayang dan kasih-Nya lebih besar bila dibandingkan dengan rasa sayang yang tercurah dari semua makhluk yang Dia cipta. Mulai detik ini, belajarlah untuk menyayangi diri anda sendiri! Jika anda tidak bisa menyayangi diri anda sendiri, bagaimana orang lain bisa menyayangi anda?" imbuhnya lantas berlalu pergi.
"Hei, nama lu siapa?" teriak gadis itu berharap mendapat jawaban dari Alif. Namun Alif tak acuh. Ia tetap melangkah, tanpa menengok ke belakang.
"Nama lu siapa?" lirih gadis itu kemudian dan meluruhkan tubuhnya ....
🌹🌹🌹🌹
Maaf Kakak-kakak ter love, boncapnya segini dulu ya. Authornya sedang riweh di RL. Jadi belum bisa ngetik panjang kali lebar.
Tentang mimpi Chayra, insya Allah di boncap selanjutnya. 🙏🙏🙏
Mohon maaf jika ada salah kata dan typo. Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak dukungan.
Terima kasih dan love love sekebon 😘😘😘
__ADS_1