Imam Pengganti Untuk Chayra

Imam Pengganti Untuk Chayra
Ikhlaskan


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Johan dan kedua anak buahnya berhasil menemukan Damar yang ternyata tengah bersenang-senang dengan seorang wanita di salah satu kamar hotel.


Damar dan partner ranjangnya terkesiap saat pintu kamar mereka di dobrak dari luar.


Kedua pasangan zi-na itu segera menutupi tubuh polos mereka dengan selimut tebal ketika Johan dan anak buahnya masuk ke dalam kamar.


"Siapa kalian?" Damar meninggikan intonasi suara dan menatap tajam ke arah tiga orang yang tidak dikenalnya.


Johan tak acuh. Ia melipat kedua tangannya di depan dada dan memerintahkan kedua anak buahnya untuk menyeret Damar.


"Lepaskan aku! Lepas!" Damar berusaha memberontak. Namun kedua anak buah Johan semakin mengeratkan cengkraman tangan mereka dan menyeret Damar keluar.


Sebagai pemilik hotel, Birru memerintahkan salah seorang karyawannya untuk memandu Johan dan kedua anak buahnya melewati jalan pintas menuju tempat parkir yang berada di lantai paling dasar dengan tujuan menghindari para pengunjung hotel.


Selama di perjalanan, Damar terus meronta. Ia memohon agar Johan melepasnya.


Johan tetap saja tak acuh. Ia meminta Viki, salah seorang anak buahnya untuk menutupi aurat Damar dengan kain apa saja yang ada di dalam mobil.


Karena Viki tidak menemukan selembar kain pun, ia berinisiatif melepas jaket yang digunakannya untuk menutupi aurat Damar.


Setibanya di rumah Keanu, Viki dan rekannya yang bernama Vino, kembali menyeret Damar. Mereka menghempaskan tubuh Damar tepat di samping jenazah Sinta dan bayi mereka.

__ADS_1


"Lihatlah, siapa yang terbujur kaku di hadapanmu itu, Dam!" titah Johan. Nada suaranya terdengar penuh penekanan.


Perlahan, Damar mengangkat kepalanya dan menatap dua jenazah yang terbujur kaku di hadapannya. Ia sangat terkejut saat menyadari salah satu jenazah yang terbaring di hadapannya itu adalah Sinta, wanita yang masih berstatus sebagai istrinya.


"Sin-Sinta --"


Damar mendekati jenazah Sinta dan menatap lekat wajah wanita yang sudah tak bernyawa itu.


"Damar, aku tidak menyangka ... ternyata kamu seorang pria yang sangat jahat." Ucapan Chayra mengalihkan atensi Damar, sehingga pria itu seketika menoleh.


"Chayra?" Netra Damar membola. Ia terkesiap saat indra penglihatannya menangkap objek yang sangat familiar.


"Ra, a-aku --" Damar tergagap. Ia tidak bisa berkata apapun untuk membela diri ketika Chayra menatapnya dengan tatapan menghunus.


"Lihatlah Sinta dan bayimu yang kini terbaring tanpa nyawa! Tak adakah setitik saja rasa belas kasihmu untuk mereka?"


"Tidak-kah kamu merasa bersalah kepada mereka? Terutama pada Sinta. Sinta berjuang demi melahirkan buah hati kalian hingga kehilangan nyawa --" Chayra menjeda sejenak ucapannya dan meraup udara dalam-dalam sebelum kembali berlisan kata.


"Sebagai seorang suami, seharusnya kamu berada di sisi Sinta. Menguatkan dan menjaga dia. Bukan malah meninggalkan dia --"


"Ra, a-aku --"


"Aku terlupa untuk mengucapkan kata terima kasih kepada Sinta. Karena dia telah menyelamatkan aku dari jerat cintamu yang semu. Seandainya Sinta tidak datang di waktu yang tepat, mungkin saat ini--aku yang berada di posisinya --" pita suara Chayra tercekat. Rasa sesak yang memenuhi relung rasa, menyumbat tenggorokan sehingga ia tak mampu lagi melanjutkan kata-kata.


"Ra, ma-af --" Damar berucap lirih dan menundukkan wajahnya.

__ADS_1


"Semestinya, kata maafmu itu kamu tujukan kepada Sinta, bukan aku!"


Chayra melenggang pergi. Ia sungguh tidak ingin lagi melihat wajah Damar.


"Sayang tunggu!" Alif bergegas menyusul Chayra yang berjalan dengan langkah lebar menuju kamar.


Sesampainya di dalam kamar, Chayra meluruhkan tubuhnya di atas sofa dan disusul oleh Alif.


"Mas --"


"Sayang --" Alif merengkuh tubuh Chayra dan membawanya ke dalam dekapan.


Di dalam dekapan Alif, Chayra menumpahkan titik-titik embun yang sedari tadi ditahannya.


"Sayang, jangan seperti ini! Kasihan calon bayi kita jika bundanya terlalu bersedih. Ikhlaskan kepergian Sinta dan jangan lagi mengingat masa lalu yang akan kembali membuatmu terluka. Lupakan semua tentang Damar! Anggaplah dia tidak pernah berada di hidupmu," tutur Alif sembari mengecup lama pucuk kepala Chayra dan mengusap punggung istrinya itu dengan gerakan naik turun seraya memberi rasa tenang.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Maaf Kakak-kakak ter love, UP nya sedikit dulu ya. Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo 😉🙏🙏


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak dukungan berupa like, komentar, gift atau vote agar author semakin bersemangat berkarya 😘


Yuk mampir ke karya kolaborasi kami. Lima author gesrek yang tergabung menjadi satu di dalam satu karya 'chat story'. Klik profil Penulis Jelata dan dukung karya kami 😘

__ADS_1



Terima kasih dan love love sekebon 😘😘😘


__ADS_2