Imam Pengganti Untuk Chayra

Imam Pengganti Untuk Chayra
Boncap 2


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Rupanya, baby Alcha menangis karena pipis dan pup. Dengan telaten, Alif membersihkannya dengan air hangat lalu mengganti popok putrinya itu.


"Anak manis, jangan menangis ya! Ayah bangunkan Bunda dulu," tutur Alif sambil mendaratkan kecupan di pipi putrinya.


Seolah mengerti ucapan sang ayah, baby Alcha seketika berhenti menangis dan mengerjapkan mata seperti boneka Susan.


Boneka Susan adalah boneka yang sangat terkenal di tahun 90-an karena pandai bernyanyi dan berceloteh. Bukan karena boneka itu ajaib. Tetapi karena pemiliknya yang sangat kreatif dan pandai menirukan suara anak kecil.


Okey, lanjut ke cerita 😘


"Bund, bangun! Sepertinya, putri kita minta minum." Diusap pipi Chayra agar terbangun dari tidur lelapnya. Namun yang dibangunkan enggan membuka mata karena terbuai mimpi indah. Bahkan, sesekali senyum terbit menghiasi wajah Chayra sehingga membuat Alif kembali dihinggapi pikiran yang malah membuatnya tersiksa oleh rasa cemburu.


Alif berpikir, Chayra tengah memimpikan Damar--mantan kekasih sekaligus cinta pertama istrinya itu.


"Bund, sebenarnya kamu mimpi apa? Apa mungkin, kamu memimpikan Damar? Ah, semoga bukan. Tapi jika iya, kenapa di alam mimpi, dia bisa membuatmu tersenyum." Alif bermonolog lirih dan menatap wajah damai istrinya dengan tatapan sendu.


"Kata orang, cinta pertama akan selalu hidup dan akan hidup selamanya di hati. Sekeras apa pun kamu mencoba untuk melupakan, dia nggak akan pernah pergi dari hatimu. Mungkinkah ucapan orang itu benar, nama Damar masih ada di hatimu? Jika benar, apa arti kehadiranku di hidupmu, Ra?" sambungnya diikuti helaan nafas berat.


Lagi-lagi tangisan baby Alcha menyadarkan Alif dan mengalihkan perhatian. Sehingga pria bermata teduh itu segera meraih tubuh baby Alcha kemudian dibawanya ke dalam gendongan.


Chayra menggeliat dan membuka kelopak matanya perlahan saat tangisan baby Alcha semakin menjadi.


"Yah, kenapa putri kita menangis? Alcha minta minum ya?" cecar Chayra dengan suaranya yang terdengar sedikit serak khas bangun tidur.


"Iya. Alcha minta minum," jawabnya sedikit ketus tanpa disertai seutas senyum. Rasa cemburu yang mendominasi, membuat Alif kepayahan menahan emosi yang meraja.


Chayra mengerjap-ngerjapkan netra dan beranjak dari posisi berbaring. Ia sandarkan punggungnya pada heardboard dan mengulurkan tangan untuk meraih tubuh mungil sang putri.


"Sayang, minum yang banyak ya!" ucap Chayra setelah membuka kancing bajunya dan mengeluarkan sumber kehidupan baby Alcha.

__ADS_1


Bayi berusia dua bulan itu sudah tidak sabar untuk melepas rasa dahaga. Dihisap pu-ting bundanya dengan kuat sehingga air asi yang keluar sangat deras.


Alif tampak tercenung--memperhatikan putrinya yang tengah menikmati kesegaran asi. Sesekali ia menelan saliva saat pandangan netranya tertuju pada sumber kehidupan baby Alcha yang selalu membuatnya candu.


Sepuluh menit berlalu. Baby Alcha tertidur setelah perutnya terisi penuh.


Chayra mengulas senyum dan mencium pipi baby Alcha sebelum membaringkan putri kecilnya itu di baby cot.


"Ra, kamu milikku." Alif berbisik tepat di telinga Chayra yang bersiap membaringkan tubuhnya kembali.


"Yah --" Suara Chayra tercekat saat Alif tiba-tiba menyambar bibir ranumnya.


Alif yang biasanya lembut, malam ini sangat berbeda. Ia luapkan rasa cemburunya dengan bermain agre-sif di atas ranjang.


Nada-nada merdu yang keluar dari bibir Chayra membuat Alif semakin menjadi dan enggan menyudahi ritual penyatuan raga.


Alif mendekap erat tubuh Chayra usai menghujamkan batangnya berkali-kali. Ia kecup seluruh wajah istrinya dan berulang kali membisikkan kata, "kamu milikku seutuhnya, Sayang. Hanya milikku."


"Iya Yah, aku milikmu seutuhnya," sahut Chayra lirih.


Kata-kata yang terlisan dari bibir Alif sukses membuat Chayra melongo dan bertanya-tanya. "Maksud Ayah apa? Kenapa Ayah cemburu? Siapa yang harus bunda lupakan?"


"Damar. Lupakan cinta pertama Bunda! Meski sulit, tapi berusahalah untuk melupakannya!"


"Yah, sudah sejak lama bunda melupakan Damar. Bagi bunda, Damar bukan lagi orang yang spesial --"


"Jika Bunda sudah melupakannya, kenapa Bunda memangil Damar dengan sebutan Beb?"


"Kapan bunda memanggilnya Beb? Ayah pasti salah dengar."


"Nggak. Ayah nggak salah dengar. Orang yang semalam menelepon Bunda ... Damar 'kan? Di kontak tertulis nama 'Beb-D'. Siapa lagi jika bukan Damar?"


"Allohumma. Jadi, ayah mengira 'Beb-D' itu Damar?" Chayra tergelak setelah mengetahui penyebab suaminya cemburu.

__ADS_1


"Kalau bukan Damar, lalu siapa?"


"Dia ... Dita Nofiya. Sahabat bunda yang saat ini bekerja di Taiwan, Yah. Dia seorang penulis yang sangat berbakat. Darinya, bunda belajar mengenai ilmu literasi," terang Chayra yang disambut Alif dengan helaan nafas lega.


"Insya Allah, bunda akan mulai menulis. Bunda akan menulis kisah nyata. Tentang perjalanan hidup seorang gadis desa yang berderai air mata. Bunda ingin mengapresiasi ketabahan dan ketegarannya melalui tulisan."


"Siapa gadis desa yang menjadi inspirasi Bunda?"


"Dia ... Derana. Sahabat Mas Rafa. Meski bunda bukanlah seorang penulis yang pandai merangkai kata. Namun dengan mengucap 'Bismillah' semoga Allah memudahkan jari-jari bunda untuk menorehkan kisah Derana."


"Aamiin yaa Allah. Semoga Allah meridhoi dan mengijabah --"


Alif kembali merengkuh tubuh Chayra dan membawanya ke dalam dekapan. Dikecup lama kening istrinya itu seraya mencurahkan besarnya rasa cinta.


"Maaf --" bisiknya penuh rasa sesal.


"Maaf?" Chayra mengernyitkan dahi sehingga kedua pangkal alisnya saling bertaut.


"Hehem. Maaf karena telah salah mengira dan cemburu berlebihan. Sehingga ayah kurang lembut memperlakukan Bunda --"


"Dan agre-sif." Chayra menyahut ucapan suaminya diikuti tawa yang mengudara.


"Yuk Bund, kita ulangi lagi! Ayah janji, kali ini ... ayah akan memanjakan Bunda," ujarnya sambil mengerling mata.


"No no no. Lelah hayati, Bang. Bunda ngantuk. Bunda mau istirahat."


"Sebentar aja, Bund. Nggak sampai satu jam durasinya." Alif tetap memaksa sehingga Chayra tak kuasa menolak, sebab ia pun terlanjur candu dengan sentuhan suaminya.


Keduanya pun kembali menyatukan raga, melewati malam panjang dengan disaksikan Sang Dewi Malam.


🌹🌹🌹🌹


Lanjut nggak nich boncapnya? 😁

__ADS_1


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak dukungan ya Kakak-kakak ter love. Dan tetap stay di Imam Pengganti Untuk Chayra hingga rilis karya baru. 😉


Terima kasih dan love love sekebon 😘😘😘


__ADS_2