
Happy reading 😘😘😘
"Assalamu'alaikum --" Elmira mengucap salam setelah membuka pintu ruang perawatan, tempat Alif dirawat inap.
Alif mengulas senyum dan membalas ucapan salam Elmira. Lalu, ia mempersilahkan wanita yang masih berstatus sebagai istrinya itu untuk masuk ke dalam.
"Duduklah, El!" titahnya kemudian.
Elmira mengangguk dan menerbitkan senyum. Lantas ia daratkan bobot tubuhnya di sisi ranjang.
Alif meraup udara dalam-dalam sebelum berlisan kata. "El, maaf. Selama kita menikah, aku tidak pernah bertanya tentang kisah hidupmu yang ternyata sangat kelam. Aku menyesal. Mengapa baru sekarang--aku mengetahuinya. Itu pun karena Zidan yang menceritakannya kepadaku. Aku benar-benar seorang suami yang buruk. Yang tidak pernah memperlakukanmu selayaknya seorang istri --" ucapnya dipenuhi oleh rasa sesal.
"Kamu sama sekali tidak bersalah, Lif. Lagi pula, kamu menikahi aku karena terpaksa. Demi menyelamatkan nyawaku dan demi janji yang terlanjur kamu ucap. Justru, aku-lah yang bersalah dan seharusnya meminta maaf. Jika bukan karena kebodohanku saat itu, kamu tidak akan terbebani, tertekan, dan tersiksa. Sudah tiba saatnya, aku membebaskanmu. Rengkuhlah kebahagiaan bersama Chayra. Lepaskan aku, Lif --"
"Kamu ikhlas, El?" Alif melisankan tanya dan menatap lekat wajah Elmira.
Elmira sejenak memejamkan mata dan menghela nafas. Kentara sekali--ia tengah berusaha menghempas rasa yang berkecamuk di dalam dada. Meski bibir bisa berkata ikhlas. Namun hati yang masih mencinta terasa berat untuk melepas.
"Insya Allah, aku ikhlas Lif," jawabnya dengan nada suara yang terdengar berat.
"Trimakasih, El."
Elmira mengangguk tanpa berucap sepatah kata pun.
"Elmira Najwa Syahla, aku mentalakmu. Mulai saat ini, kamu bukan lagi istriku!"
Kalimat talak yang diucapkan oleh Alif bagaikan sebongkah batu raksasa yang menghantam dada.
Elmira menundukkan wajahnya yang terbingkai sendu dan meremas da-danya yang terasa sangat sakit.
Mau tidak mau, suka tidak suka, ikhlas tidak ikhlas, ia harus menerima kalimat talak yang diucapkan oleh Alif, malaikat penolong yang berhasil membuatnya jatuh hati.
__ADS_1
"El, aku sudah mentalakmu. Aku mohon, terimalah Zidan sebagai imam pengganti dengan sepenuh hati! Dia lebih baik dariku. Dan yang pasti, dia tulus mencintaimu." Alif berucap lirih.
"Iya Lif. Aku akan menerima Zidan sebagai imam pengganti dengan sepenuh hati --" pita suara Elmira tercekat sehingga ia tidak kuasa melanjutkan ucapannya.
Setelah sejenak terdiam, Elmira kembali melisankan kata. "Maaf Lif. Aku harus segera kembali ke ruang perawatan, tempat Dzikra dirawat inap. Pasti, Dzikra sudah menungguku."
Elmira beranjak dari posisi duduk dengan menunduk, menyembunyikan titik-titik air yang sudah menganak di kelopak mata.
"Iya, El. Salam rindu untuk Dzikra, ya! Maaf, aku belum bisa menemaninya bermain."
"Insya Allah, nanti aku sampaikan. Cepatlah sembuh, Lif. Assalamu'alaikum --"
"Wa'allaikumsalam --"
Elmira memutar tumit lantas berjalan dengan langkah lebar. Ia ingin segera keluar dari ruangan itu untuk menumpahkan lara hati.
Rupanya selama Alif dan Elmira berbincang, Zidan menunggu dengan setia di luar ruangan. Sayup-sayup ia mendengar pembicaraan Alif dan calon istrinya itu.
"El --" Zidan menghentikan langkah Elmira dengan menahan bahu wanita yang dicintainya itu.
"Maaf Zi, aku ingin ke toilet." Elmira berkilah dan masih menundukkan wajahnya.
"Aku tau, El. Pasti ... kamu ingin menumpahkan lara hatimu 'kan? Tumpahkanlah sekarang El!"
"Zi, Alif mentalakku. Kami sudah bercerai --" Elmira tak mampu lagi menahan lara hati sehingga titik-titik air yang semula menganak di kelopak mata, kini jatuh tertumpah.
"Ikhlas ya El! Insya Allah, inilah yang terbaik untuk kalian. Aku akan segera meminta restu ayah dan bundaku agar kita bisa secepatnya menikah," tutur Zidan sembari menenangkan Elmira dengan mengusap lembut punggung calon istrinya itu.
Elmira mengangguk samar dan menangis tergugu sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
Ingin rasanya, ia membenamkan wajahnya yang basah di dada bidang Zidan. Namun Elmira ragu, karena mereka belum menjadi sepasang kekasih halal.
....
__ADS_1
Berjuta fatwa cinta yang ada
Mengantarku pada kenyataan
Hatiku memeluk bayang bayang
Ingin denganmu tapi tak bisa
Aku ikhlaskan segalanya
Walau cintaku lebam membiru
Sakit namun aku bahagia
Ku terima sgala takdir cinta
Sepenggal lirik lagu yang dilantunkan oleh Rossa, seolah mewakili kata-kata yang terlisan di dalam kalbu Elmira.
Ada orang yang berkata bahwa, "cinta itu tidak harus memiliki. Cinta akan hadir disetiap hati seseorang, walau sekecil apapun itu. Dan cinta adalah sebuah keikhlasan agar orang yang kita cintai merasa bahagia meski dia tak memilih kita."
Lebih baik dicintai, dari pada mencintai seseorang yang sama sekali tidak pernah bisa membalas perasaan kita ... 😌
🌹🌹🌹🌹
Bersambung ....
Maaf baru bisa UP dan hanya sedikit sekali. Efek capek keliling, badan si othor jadi loyo 😅🙏
Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo.
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak dukungan, Kakak-kakak ter love 😘
Trimakasih dan banyak cinta 😘😘😘💖
__ADS_1