Imam Pengganti Untuk Chayra

Imam Pengganti Untuk Chayra
Lara Hati


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


"Mas, jangan pergi ya! Temani aku --" lirihnya seraya memohon.


"Mas Alif nggak akan pergi, Yang. Mas Alif akan menemani Sayang." Alif menerbitkan senyum dan membelai rikma Chayra.


"Mas, aku butuh kamu --" Chayra menghambur ke pelukan Alif dan membenamkan kepalanya di dada bidang suaminya itu.


Tangan yang semula menjuntai, diulurkannya untuk membalas pelukan Chayra. Keduanya berpeluk erat, seolah tak ingin terpisah.


"Sayang, mas Alif juga membutuhkanmu. Kita lewati ujian ini berdua dengan mengeratkan tautan cinta. Apapun yang akan terjadi nanti, tetaplah di sisiku --" Alif melabuhkan kecupan dalam di pucuk kepala Chayra dan menghirup aroma rikma yang mampu menentramkan jiwa.


"Mas, temani aku tidur malam ini!" pintanya sembari merenggang pelukan. Ditatapnya manik mata teduh yang selalu memancarkan binar cinta.


Andai boleh meminta, Chayra menginginkan Alif seutuhnya tanpa berbagi. Namun hati kecilnya berbisik, dia tidak boleh egois. Masih ada Elmira dan anaknya yang membutuhkan kehadiran Alif. Jika tidak bisa memiliki Alif seutuhnya, Chayra menginginkan kehadiran seorang malaikat kecil sebagai pengganti Alif. Chayra sungguh tidak ingin kesepian apabila perpisahan benar-benar terjadi.


"Mas, aku menginginkanmu --" bisiknya lantas menyentuhkan bibir. Kedua bibir yang bersentuhan saling berpagut ... menyesap manis, menghantarkan keduanya ke dunia penuh cinta kasih. Menyatukan raga, mereguk kenikmatan surga dunia.


Seusai menyatukan raga, Chayra kembali memeluk Alif dengan sangat erat. Ia hirup dalam-dalam aroma maskulin yang mungkin--esok tak lagi bisa dihirup olehnya.


"Aku sangat mencintaimu, Ayunda Chayra Putri --"


"Aku pun sama. Kamu berhasil membuatku jatuh cinta, Mas. Kamu berhasil menyingkirkan nama Damar dari hatiku dan menggantinya dengan namamu --"


"Sayang --" Keduanya kembali memagutkan bibir dan mengulang ritual yang membuat candu.


Malam ini, Alif dan Chayra tidur di ranjang yang sama. Keduanya berpeluk hingga tiba waktu subuh.


"Assalamu'alaikum istri salehanya, mas Alif --" Alif menyapa Chayra yang baru saja membuka kelopak mata diikuti kecupan dalam yang berlabuh di kening.


"Wa'allaikumsalam, Mas --" Chayra mengulas senyum dan mengusap lembut pipi suaminya.


"Kita mandi yuk, Yang! Setelah mandi, kita tunaikan sholat subuh."

__ADS_1


"Iya Mas."


Alif merengkuh tubuh Chayra lalu menggendongnya ala bridal style. Sementara Chayra mengalungkan tangannya di leher Alif dan menatap wajah rupawan suaminya itu untuk disimpan ke dalam memory.


Keduanya mandi bersama tanpa mengulang ritual semalam. Alif khawatir, Chayra kelelahan dan akan jatuh sakit.


Seusai mandi serta mensucikan diri, Alif dan Chayra menunaikan ibadah sholat subuh dua rakaat. Sepasang Adam dan Hawa itu terlihat sangat khusyu'.


Setelah mengucap dua salam, Alif dan Chayra menengadahkan kedua telapak tangan seraya memanjatkan pinta pada Sang Maha Cinta.


Alif memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan Chayra. Keduanya saling melempar tatap dan senyum.


Chayra meraih tangan Alif dan mencium punggung tangan suaminya itu dengan takzim. Sementara Alif melabuhkan kecupan di kening.


Sungguh teramat indah jika rumah tangga Alif dan Chayra senantiasa sakinah, mawadah, warohmah. Namun karena terlanjur ada Elmira yang berada di antara mereka, keindahan itu terasa semu. Harapan untuk meraih sakinah, mawadah, warohmah, seakan hanya impian semata.


Suara alunan lagu yang berasal dari benda pipih milik Alif, mengalihkan atensi keduanya. Alif segera meraih benda pipih miliknya yang tergeletak di atas nakas. Rupanya ada panggilan telephone dari seseorang. Setelah membaca nama si penelephone, binar di wajah Alif terlihat meredup dan ia merasa gamang untuk menerima panggilan telephone itu.


"Mas, telepon dari siapa? Kog nggak diangkat?"


"Angkatlah Mas! Siapa tau, ada hal penting yang ingin dia sampaikan," ucapnya seiring bibir yang dipaksa tersenyum. Chayra berusaha menahan rasa sesak ketika Alif mengucap nama Elmira. Sebagai seorang istri, Chayra memiliki rasa cemburu. Ulu hatinya serasa teriris jika mendengar nama wanita lain disebut oleh pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu.


"Tapi, Yang --"


"Angkatlah Mas!"


Alif mengangguk samar dan menuruti permintaan Chayra.


"Assalammu'alaikum, El --"


"Wa'allaikumsalam, Lif. Kapan kamu kembali?"


"Insya Allah, minggu depan --"


"Lif, segeralah pulang ke Kairo! Dzikra opname. Tadi putriku demam dan kejang --"

__ADS_1


"Innalillah --. Baiklah El, aku akan segera pulang ke Kairo. Jangan panik! Insya Allah, Dzikra akan segera sembuh."


"Iya Lif. Mm ... aku minta maaf --"


"Kenapa minta maaf, El?"


"Karena terlalu panik, aku menghubungi Zidan. Aku memintanya untuk mengantar kami ke rumah sakit. Maaf, karena aku belum ijin dulu padamu --"


"Iya, El. Tidak apa-apa. Yang terpenting keselamatan Dzikra --"


" .... "


Karena tidak sanggup mendengar percakapan Alif dan Elmira, Chayra segera beranjak dari atas sajadah. Setelah melepas mukena dan menyimpannya, Chayra berlalu pergi dari hadapan Alif. Ia ingin menumpahkan lara hati yang memaksa titik-titik embun membingkai pelupuk mata.


"Ya Allah, kenapa sesakit ini?" Chayra meluruhkan tubuh dan meremas dad*nya yang terasa sangat nyeri. Ia menangis tanpa bersuara, berharap tidak ada yang mendengarnya kecuali Illahi Robbi ....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


UP nya segini dulu ya Kakak-kakak ter love. Insya Allah jika nanti ada waktu, author sambung lagi 😉


Mohon maaf jika bertebaran typo 😊🙏


Semangat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ya Kakak-kakak ter love 😘


Dukung dan semangati author dengan selalu meninggalkan jejak like 👍


Beri komentar


Tabok ❤ untuk favoritkan karya


Beri gift atau vote seikhlasnya


Trimakasih dan banyak cinta 💞

__ADS_1


__ADS_2