Imam Pengganti Untuk Chayra

Imam Pengganti Untuk Chayra
Boncap 3


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Setiap pagi, para bunda selalu riweh dengan pekerjaannya. Namun tidak bagi Chayra dan para bunda yang memiliki suami pengertian. Sebab Alif dan para suami itu, selalu membantu menyelesaikan pekerjaan rumah.


Mereka membantu istrinya dengan keikhlasan dan kesadaran, tanpa diminta ataupun merasa terpaksa.


Para suami itu tidak tega jika melihat wanita yang mereka cintai kepayahan. Mereka sangat paham, kegiatan seorang istri bukan hanya ongkang-ongkang kaki di rumah. Tetapi mengurus dan menjaga buah hati mereka, serta menyelesaikan semua pekerjaan rumah. Sampai terkadang, lelah tak dirasa.


Di pagi hari, Alif dan Chayra selalu berbagi tugas. Chayra memandikan baby Alcha. Sementara Alif menyalurkan bakatnya sebagai seorang chef. Bukan chef sembarang chef. Melainkan chef khusus untuk keluarga kecilnya, Chayra dan Alcha.


Usai dimandikan, baby Alcha selalu meminta jatah asi. Bayi berusia dua bulan itu tidur di pangkuan sang bunda setelah perutnya terisi penuh.


"Bobok yang tenang ya Sayang. Anak pinter nggak boleh rewel," ucap Chayra diiringi senyum. Dikecupnya kening baby Alcha lalu dibaringkannya di baby cot.


Kemudian, ia pun segera menyusul Alif ke dapur setelah memastikan buah hatinya itu terlelap.


Ayunan tungkai Chayra terhenti tepat di belakang Alif yang masih asik memainkan spatula.


"Wowww, masak apa pagi ini Pak Dokter?" sapa Chayra disertai senyum yang terkembang dan binar di mata indahnya. Kedua tangannya melingkar di perut Alif dan dagunya bersandar di bahu suami handsome-nya itu.


Alif mematikan kompor dan meletakkan spatula kala mendengar suara merdu Chayra yang berde-sah bak semilir angin dari surga dan sentuhan tangan yang melingkar di perutnya.


Lalu dirotasikan tubuh hingga berhadapan dengan wanita yang selalu menjadi ratu di hatinya itu.


"Putri kita sudah tidur, Bund?" Bukannya menjawab pertanyaan yang dilisankan oleh Chayra, Alif malah ganti bertanya.

__ADS_1


"Sudah Yah," jawabnya singkat tanpa memudar senyum.


"Sudah minum asi?"


"Heem, sudah."


Alif mengacuhkan jawaban Chayra dengan manggut-manggut dan mengulas senyum tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


"Ayah belum menjawab pertanyaan bunda." Chayra mencebikkan bibir dan memasang raut wajah cemberut. Lantas dilepasnya tautan tangan yang melingkar di perut Alif.


"Jangan cemberut, Bund!" pintanya sembari mencuri kecupan di bibir ranum bidadari hatinya.


Chayra terkesiap. Tubuhnya seketika meremang saat Alif mencuri satu kecupan di bibir. Meski berdurasi singkat. Namun sukses menabuh jantung Chayra hingga terdengar bertalu-talu.


"Ayah memasak menu sarapan pagi sederhana. Tetapi ditaburi bumbu cinta, Bund. Bubur ayam ala dokter Alif. Bubur ayam dengan kuah kari dan dilengkapi sayur serta suwiran ayam," sambungnya diikuti usapan lembut yang berlabuh di pipi merona Chayra.


Suara Chayra tercekat saat Alif kembali mencuri kecupan di bibir. Bukan hanya sekali. Tetapi berkali-kali.


Meski sudah lebih dari satu tahun keduanya berstatus sebagai pasangan halal. Namun terkadang, Chayra masih malu-malu khoceng saat diperlakukan sweet oleh suaminya. Sama seperti penulis kisah ini. Meski sudah sembilan tahun menikah, tetapi serasa masih pacaran dan malu-malu khoceng ketika mendapat perlakuan sweet dari paksu ☺


Okey, abaikan authornya yang suka curhat. Kita kembali ke cerita 😉


Alif tersenyum dan memandu Chayra untuk mendaratkan bobot tubuhnya di kursi. Usai melafazkan doa, keduanya mulai menikmati bubur ayam khas chef Alif. Bubur ayam bertabur bumbu cinta.


"Bund, semalam Bunda mimpi apa? Kog senyam senyum?" tanya Alif setelah keduanya menandaskan satu porsi bubur ayam dan segelas air putih hangat.


"Ehem, kasih tau nggak ya?" Chayra tersenyum nyengir. Sebenarnya, ia sangat malu untuk bercerita tentang mimpinya semalam. Karena bagi Chayra, mimpinya itu sangat memalukan bin menggelikan.

__ADS_1


"Kasih tahu lah, Bund! Ayah penasaran dengan mimpi Bunda semalam," tuntut Alif memaksa.


"Mmmm, baiklah Yah. Tapi janji, jangan menertawakan bunda ya!"


"Iya, Bund. Ayah janji." Alif mengulurkan jari kelingking kemudian ditautkannya dengan jari kelingking Chayra.


"Mmm, semalam bunda bermimpi --"


Owe ... owee ....


Suara tangisan baby Alcha yang melengking mengalihkan atensi Alif dan Chayra. Sehingga obrolan mereka pun terpangkas dan Chayra urung menceritakan mimpinya kepada Alif.


"Yah, bunda ke kamar dulu! Sudah pukul tujuh. Lebih baik, Ayah bersiap-siap ke rumah sakit. Pasti, mas Zidan, rekan dokter yang lain, dan para pasien sudah menunggu," tutur Chayra sambil beranjak dari posisi duduk dan diikuti oleh Alif.


"Iya Bund. Nanti malam, ayah akan menagih Bunda untuk bercerita mengenai mimpi Bunda semalam --"


"Iya Yah. Nanti malam tagih aja. Tapi, jangan tagih yang lain! Hayati lelah, Bang." Chayra mengambil langkah seribu setelah menyahut ucapan Alif dan mencuri kecupan di bibir suami handsome-nya itu.


Senyuman terlukis di wajah Alif. Jantungnya berdenyut merdu saat sensasi lembut--kecupan singkat yang dilabuhkan oleh Chayra masih terasa.


Andai jarum jam di dinding belum menunjuk angka tujuh, pria berparas rupawan itu ingin sekali menyusul Chayra dan kembali mereguk kenikmatan surga dunia seperti semalam ....


Betapa bahagianya sepasang kekasih halal. Mereka dapat dengan bebas menyalurkan ha-srat dengan menyatukan raga tanpa terbebani oleh dosa. 😉


🌹🌹🌹🌹


Ehem, sebenarnya Chayra mimpi apa ya? Sampai membuatnya senyam senyum saat masih terlelap? Ada yang penasaran kah? Jika iya, tunggu boncap selanjutnya 😉

__ADS_1


Mon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo 😊🙏


Terima kasih dan banyak cinta untuk Kakak-kakak ter love yang masih setia mengawal kisah cinta ALCHA, Alif & Chayra 😘😘😘


__ADS_2