Imam Pengganti Untuk Chayra

Imam Pengganti Untuk Chayra
Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Setelah tangis Chayra mereda, Zidan kembali berlisan kata. Ia memohon pada Chayra dengan kesungguhan hati demi Alif, sahabat terbaiknya. "Ra, sebagai sahabat Alif, aku mohon dengan sangat, jangan pergi dan tetaplah berada di sisi Alif! Dia sangat membutuhkanmu. Tidak ada yang bisa menguatkan Alif disaat dia terpuruk selain kamu. Alif sangat mencintai kamu. Wanita yang selama ini disebutnya dalam setiap doa."


Chayra mengusap jejak air mata dan menghela nafas. Kemudian ia membalas ucapan Zidan dengan suaranya yang terdengar lirih dan berat. "Iya Mas. Aku akan tetap berada di sisi mas Alif. Karena aku juga membutuhkannya. Dulu semasa kami masih remaja, mas Alif selalu ada disaat aku membutuhkannya. Dia selalu menjaga dan melindungi aku. Sampai saat ini pun dia masih setia menjaga dan melindungiku. Dia mengorbankan nyawa untuk aku --" Suara Chayra tercekat. Dadanya serasa sesak kala terbayang pengorbanan Alif hingga suaminya itu kini harus berjuang di meja operasi.


Mata hati Chayra semakin terbuka lebar. Ia mengakui bahwa ucapan omanya sangatlah benar. Alif adalah imam terbaik untuknya. Meski suaminya itu pernah melakukan kekhilafan terbesar.


Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.


Satu kesalahan saja, dapat memusnahkan seribu kebaikan, karena kesalahan lebih berkesan dibanding kebaikan yang pernah dilakukan sepanjang hidup. Sama seperti yang menimpa Alif saat ini. Segala kebaikan yang dia lakukan, tidak akan nampak hanya karena suatu kesalahan yang ia perbuat.


Suasana sejenak hening, hanya terdengar bunyi detak mesin waktu yang melingkar di pergelangan tangan Zidan.


"Aku sangat berhutang budi pada Alif, Ra. Karena Alif, aku bisa lulus kuliah. Dia menjual mobil pemberian kedua orang tua angkatnya untuk membiayai kuliahku. Dia orang yang paling berjasa dibalik kesuksessanku saat ini. Aku bisa menjadi seorang dokter berkat kemuliaan hati Muhammad Alif Firdaus, suami yang sangat mencintai kamu. Aku berjanji, apapun akan aku lakukan untuk membantu Alif. Tak terkecuali melepas beban yang membelenggunya --" tutur Zidan memecah hening.


Ucapan Zidan semakin menyadarkan Chayra, bahwa Alif benar-benar sosok Adam yang berhati emas. Bukan hanya sekali dia rela menjual barang kesayangannya untuk membantu sesama.


Dulu semasa masih remaja, Alif rela menjual sepeda motor kesayangannya demi membantu salah seorang teman sekolahnya yang membutuhkan uang untuk membiayai operasi sang bunda. Alif ikhlas. Dia tidak pernah meminta balasan.

__ADS_1


Dua jam berlalu. Ruang operasi masih tertutup rapat. Kecemasan semakin meraja hingga Chayra berulang kali menghela nafas untuk mengusir rasa yang menyiksa.


Suara lantunan lagu yang berasal dari gawai milik Zidan mengalihkan atensi keduanya.


Zidan hanya menatap layar gawainya dan enggan menerima panggilan telepon yang ternyata dari Elmira.


"Kog nggak diterima, Mas?"


"Males, Ra. Aku yakin, tadi kamu pergi karena Elmira 'kan? Dia itu memang berparas cantik, tapi tidak diimbangi dengan kecantikkan hatinya. Padahal, Alif sudah meminta umi Maryam untuk membenahi akhlak Elmira --"


"Untuk membenahi akhlak seseorang tidak bisa instant, Mas. Butuh proses. Kadang prosesnya cepat terkadang juga lama."


"Kamu benar, Ra. Aku ingin sekali membantu membenahi akhlak Elmira dengan cara menggantikan posisi Alif --" Zidan menggantung ucapannya sehingga membuat Chayra penasaran dan melisankan tanya.


"Aku ingin menjadi imam pengganti untuk Elmira. Kamu, Alif, dan Elmira berhak bahagia. Menurutku, hanya ada dua cara agar kalian bisa merengkuh bahagia. Elmira harus membebaskan Alif dan ikhlas menerimaku sebagai imam pengganti," ujarnya diikuti lengkungan bibir yang membentuk sabit.


Suara lantunan lagu yang berasal dari gawai milik Zidan kembali terdengar. Karena paksaan dari Chayra, Zidan pun menggeser layar gawainya dan menerima panggilan telepon dari Elmira.


"Ada apa, El?"


"Zi, dari tadi Alif susah dihubungi. Kamu tau, dia di mana?"

__ADS_1


"Alif mengalami musibah kecelakaan El. Saat ini, dia masih berada di ruang operasi --"


"Apa? Alif kecelakaan?"


"Iya. Aku sedang menunggunya di depan ruang operasi --"


"Baiklah, aku akan ke sana sekarang."


Zidan menghembus nafas kasar setelah Elmira mengakhiri sambungan teleponnya. Seolah ia bisa menebak apa yang akan dilakukan oleh Elmira jika mengetahui--Chayra tengah menunggu Alif di depan ruang operasi bersamanya.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


UP nya segini dulu ya Kakak-kakak. Badan othornya baru lemes. Insya Allah jika ada waktu, nanti disambung lagi. 😉


Sebentar lagi, kita sampai di penghujung Ramadhan. Tetap semangat menunaikan ibadah di bulan yang penuh berkah ini. Semoga Allah meridhoi dan menerima segala amal ibadah kita serta melebur dosa-dosa kita. Aamiin allohumma aamiin 😇


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak dukungan. Insya Allah sebelum lebaran tiba, konflik Al-Cha selesai. Mohon doanya semoga author diberi kemudahan dan kelancaran untuk melanjutkan kisah mereka 🥰🙏


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo. 😊🙏

__ADS_1


Trimakasih dan banyak cinta 😘💖


__ADS_2