Imam Pengganti Untuk Chayra

Imam Pengganti Untuk Chayra
Terbuka


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Selepas waktu isya, Alif dan Chayra melakukan perjalanan ke pondok pesantren Al Hidayah untuk menghadiri acara tasyakuran pernikahan Rizqi dan Nadhira. Chayra enggan membuka suara semenjak berangkat dari rumah. Perasaan marah, kecewa, dan dongkol membuatnya malas berbincang dengan suaminya, meski sedari tadi Alif berusaha mencairkan suasana dengan candaan receh.


"Yang, kamu masih marah ya?" Alif meraih tangan Chayra untuk dibawanya ke dalam genggaman. Namun Chayra segera menepis.


"Maaf, ya Yang. Jangan marah terlalu lama. Mas Alif kangen ceriamu dan canda tawamu," lanjutnya dengan memasang raut wajah sendu.


Chayra menghembus nafas kasar kemudian membuka suara seraya meluapkan isi hati. "Berkali-kali kamu mengucap kata maaf, Mas. Tapi kamu selalu membuatku marah, kecewa, dongkol. Sebenarnya, kamu menganggapku apa? Selirmu? Seorang selir yang hanya kamu jadikan pelampiasan hasrat. Aku jadi ragu dengan semua kata manismu tentang cinta. Jika kamu benar-benar mencintaiku, tidak mungkin menorehkan luka yang terlalu dalam dan membuatku sangsi. Kamu bukan Mas Alif yang aku kenal dulu. Mas Alif yang selalu terbuka dan tidak pernah menyimpan rahasia --"


Alif menepikan mobil yang dilajukannya. Mobil yang ditungganginya bersama Chayra saat ini merupakan hadiah pernikahan dari pasangan Rangga dan Khanza yang dikirim tadi siang. Mereka berdua adalah om dan tante Chayra. Rangga seorang owner Go-Success, sedangkan Khanza seorang dokter obgyn. Kisah cinta mereka terukir di novel yang berjudul "Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)"


Setelah mematikan mesin mobil, Alif menatap lekat wajah Chayra yang terlihat bermuram durja. Ia putar tubuh wanita yang sangat dicintainya itu hingga kini mereka saling berhadapan.


"Sayang, kesalahan mas Alif teramat besar hingga membuatmu seperti ini. Selain kata maaf, apa yang bisa membuat kamu sudi untuk memaafkan mas Alif. Mas Alif sudah mengatakan yang sebenarnya. Mas Alif mengaku salah, karena tidak mengatakannya sebelum mengucap kalimah kabul. Jujur, saat itu mas Alif dilema. Mas Alif tidak ingin membuat bunda Kiran kecewa --" Alif menjeda sejenak ucapannya dan mengusap lembut pipi Chayra.


"Saat itu, mas Alif tidak sanggup melihatmu hancur karena pengkhianatan Damar. Mas Alif ingin membawamu ke dalam dekapan dan mengobati laramu. Namun saat itu, kita belum halal. Kamu bukan seorang selir, Yang. Tapi kamu Ratu di hatiku, satu-satunya istri mas Alif yang sah. Sedangkan Elmira hanya istri siri mas Alif. Mas Alif menikahinya karena terpaksa. Karena janji yang terlanjur mas Alif ucapkan --" lanjutnya tanpa mengalihkan tatapan.


"Kamu tidak sanggup melihatku hancur karena pengkhianatan Damar, tapi kamu malah semakin menghancurkan aku, Mas. Aku berusaha menguatkan hati dan menerima kenyataan pahit kala mengetahui kamu sudah mempunyai istri selain aku. Tapi ketidak jujuranmu tadi siang, membuat aku semakin sangsi. Seharusnya, tidak ada lagi yang kamu tutupi dari aku. Sebagai pasangan suami istri, kita harus saling terbuka. Tidak ada yang kita tutupi --" Lolos sudah titik-titik air dari sudut jendela hatinya. Chayra sungguh tidak sanggup menahan dera yang menyiksa batin.


Alif merengkuh tubuh Chayra dan membawanya ke dalam pelukan. Diusapnya dengan penuh kelembutan punggung istrinya itu seraya memberi rasa tenang seiring kecupan dalam yang ia labuhkan di pucuk kepala.


"Maaf Sayang, maaf. Mulai saat ini, mas Alif akan terbuka padamu. Tadi siang, Zidan memberi tahu bahwa dia sudah bertemu dengan keluarga Elmira. Mas Alif berniat untuk memperbaiki hubungan Elmira dengan keluarganya. Meski, ternyata ... Elmira hanya anak angkat. Zidan juga memberitahu, dia sudah menemukan tempat tinggal pria yang telah menghamili Elmira. Mas Alif berharap, pria itu mau bertanggung jawab, sehingga mas Alif bisa melepas Elmira dan memperbaiki hubungan kita --"


"Lantas, kenapa tadi siang mas Alif tidak langsung memberitahu aku?"

__ADS_1


"Tadi siang, Sayang malah berlalu pergi dulu sambil merengut. Setelah itu, nggak mau bicara sama mas Alif --"


"Salahmu, Mas. Kenapa di saat serius malah bercanda --"


"Maaf ya Sayang --"


"Heem. Mas, kata-katamu tadi ... bisa aku percaya 'kan?"


"Iya Sayang. Bertahanlah sebentar saja! Tetaplah berada di sisiku! Kita lewati ujian ini berdua. Semoga Allah memberi kemudahan --"


"Iya Mas. Aamiin --" Alif mengeratkan pelukan dan Chayra menyambutnya. Kedua Adam dan Hawa itu saling berpeluk, menumpahkan segenap kerinduan.


Suara jeritan benda pipih yang berada di dalam tas Chayra mengalihkan atensi, sehingga dengan berat hati keduanya melerai pelukan. Dengan tergesa, Chayra mengambil benda pipih dari dalam tasnya setelah menyeka jejak air mata dengan jemari lentiknya, kemudian menerima panggilan telephone dari sang papa, Keanu Putra Abimanyu.


"Assalamu'alaikum Pa --"


"Kami sedang dalam perjalanan. Insya Allah, setengah jam lagi kami tiba di sana."


"Oke, Ra. Minta suami kamu untuk mengemudikan mobil dengan hati-hati. Jalan menuju pondok pesantren Al Hidayah licin, karena ada tumpahan oli."


"Iya Pa. Nanti Chayra sampaikan pada Mas Alif."


"Assalamu'alikum --"


"Wa'allaikumsalam Papa --"


Setelah percakapannya dengan sang papa berakhir, Chayra menyimpan kembali benda pipih kesayangannya.

__ADS_1


"Mas, papa berpesan ... hati-hati mengemudikan mobilnya. Jalan menuju pondok pesantren Al Hidayah licin karena ada tumpahan oli."


"Siap Ratuku. Mas Alif akan mengemudikan mobil dengan hati-hati. Senyum dong, Yang!"


Chayra mengulas senyum lalu menyandarkan kepalanya di bahu Alif.


Alif kembali menyalakan mesin mobil dan melanjutkan perjalanan, membelah jalanan kota Jogja yang cukup padat di malam ini.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf jika bertebaran typo 😊🙏


Semangat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ya Kakak-kakak ter love 😘


Dukung dan semangati author dengan selalu meninggalkan jejak like 👍


Beri komentar


Tabok ❤ untuk favoritkan karya


Tabok juga ⭐⭐⭐⭐⭐


Beri gift atau vote seikhlasnya


Trimakasih dan banyak cinta 💞

__ADS_1


__ADS_2