Imam Pengganti Untuk Chayra

Imam Pengganti Untuk Chayra
Hikmah Asam Lambung


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Masih dalam posisi yang sama, Alif meremas perutnya yang serasa teramat nyeri disertai sensasi terbakar di dadanya. Ia berusaha menahan hingga keringat dingin bercucuran membasahi wajah rupawannya yang kini terlihat pias.


"Astaghfirullah --" lirihnya yang didengar oleh Chayra. Seketika Chayra mengalihkan pandangan netranya. Ia terkesiap saat melihat tubuh Alif bergetar hebat.


Chayra meluruhkan tubuh dan menangkup wajah Alif dengan kedua telapak tangan. Ditatapnya wajah pias itu dengan tatapan yang menyiratkan kecemasan. "Yaa Allah, Mas. Kamu kenapa? Jangan-jangan, penyakit asam lambungmu kambuh. Kita ke rumah sakit, ya?"


Alif menggeleng dan membungkukkan tubuhnya seraya menahan sensasi rasa nyeri yang semakin menjadi.


"Mas, kamu masih sanggup berdiri 'kan?"


"I-iya, Yang."


Chayra mengalungkan tangan Alif di bahunya dan satu tangannya melingkar di pinggang suaminya itu. Kemudian ia membantu Alif untuk bangkit dan memapahnya menuju ranjang.


Perlahan, Chayra merebahkan tubuh Alif di atas ranjang lantas mengambil obat di dalam nakas. Obat tersebut berbentuk tablet kunyah yang berfungsi untuk menetralkan asam lambung.


"Diminum dulu obatnya, Mas!" titahnya setelah mendaratkan bobot tubuh di atas ranjang dan menyerahkan obat penetral asam lambung kepada Alif.


Alif mengangguk patuh dan menerima obat itu lalu segera memasukkannya ke dalam mulut.


"Mas, aku buatkan bubur teratai ya?" tawarnya sembari mengusap keringat dingin yang membasahi wajah Alif dengan menggunakan tisu.


"Nggak usah, Yang. Aku maunya kamu tetap di sini --" pintanya diiringi lengkungan bibir. Hati Alif menghangat dan berbunga-bunga karena curahan perhatian dari Chayra. Asam lambung yang menyakitkan menjadi terasa nikmat karena ada hikmah yang tengah Allah selipkan.

__ADS_1


Meski masih marah dan kecewa pada Alif, Chayra sungguh tidak bisa mengabaikan keadaan suaminya saat ini. Bahkan, ia terlihat sangat cemas.


"Sebentar saja, Mas. Dari kemarin siang, kamu nggak makan --"


"Kamu juga nggak makan dari kemarin siang, Yang. Makanya, tadi seusai menunaikan sholat subuh, mas Alif sengaja memasak makanan spesial untuk kamu. Dijamin enak, karena ditaburi bumbu cinta. Tapi kamu-nya nggak mau mencicipi sedikit pun --" ujarnya lirih dan memasang raut wajah sendu.


"Selera makan-ku hilang gara-gara kamu, Mas. Kamu tega banget dan jahat. Setelah berhasil mendapatkan hati dan ragaku, kamu memporak-porandakan hidupku. Sampai-sampai, aku nggak tau harus bagaimana. Jika kita bercerai, akan menyakiti hati keluarga kita, terutama oma. Oma pasti akan merasa teramat bersalah, karena beliau-lah yang memintamu untuk menikahi aku. Dan mama, beliau pasti akan teramat sangat bersedih. Putri sulungnya menjadi janda sebelum memberikannya cucu. Namun jika kita tidak bercerai, bagaimana dengan istri pertama kamu? Sanggup nggak dia berbagi suami? Sementara aku sendiri, nggak sanggup jika harus berbagi suami. Aku wanita yang mudah terbakar api cemburu. Aku takut, tidak akan kuat melihatmu dengan dia, Mas. Menurut kamu, aku harus bagaimana?" Chayra mencurahkan isi hati yang membuatnya dilema untuk menentukan langkah. Bertahan atau mengakhiri hubungannya dengan Alif disaat benih-benih cinta sudah mulai tumbuh di taman hati.


Alif menatap manik mata yang selalu membuatnya jatuh cinta seiring lisan bertutur dengan kesungguhan hati. "Tetaplah berada di sisiku, Yang! Aku berjanji, akan memperjuangkanmu. Aku juga berjanji, akan mempertahankan keutuhan rumah tangga kita --"


"Lalu, bagaimana dengan Elmira dan anaknya? Mereka membutuhkan kamu, Mas. Aku yakin, Elmira pasti akan sangat terluka jika dia mengetahui, kamu menikahi aku. Kamu nggak khawatir, dia nekat bunuh diri lagi?"


Alif tersenyum dan mengusap lembut pipi Chayra. "Mas Alif sudah memberitahunya, Yang. Alhamdulillah, dia bisa menerima. Kamu jangan terlalu mengkhawatirkan Elmira dan anaknya. Insya Allah, Elmira bukan lagi seorang wanita yang rapuh. Dia sudah belajar ilmu agama dari umi Maryam. Beliau seorang ustadzah. Kebetulan, rumah umi Maryam bersebelahan dengan rumah kita. Asal kamu tau, Yang ... sebelum menikahi Elmira, mas Alif sudah berterus terang padanya. Mas Alif tidak bisa menjamah dan menggaulinya, sehingga Elmira berpikir ... mas Alif menderita impotensi. Yang sebenarnya, tubuh mas Alif hanya bereaksi bila berada di dekat kamu, satu-satunya wanita yang mas Alif cinta. Jika ada orang yang berkata 'mustahil' selama satu tahun hidup bersama seorang wanita yang sudah sah menjadi istrinya tetapi tidak pernah menjamah dan menggaulinya, maka jawabannya hanya Allah yang Maha Tahu. Dia yang Maha Berkehendak. Mas Alif benar-benar tidak bisa menjamah seorang wanita selain kamu --" ucapnya berterus terang.


Chayra menatap lekat manik mata Alif untuk mencari kebohongan yang tersirat dari setiap untaian kata yang terlisan. Namun yang ditemukan olehnya, kejujuran dan kesungguhan, hingga membuat hati Chayra sedikit melunak.


"Jujur, aku heran dengan Elmira, Mas. Kenapa, dia bersedia menikah denganmu dan bertahan menjadi istrimu jika tidak mendapat nafkah batin? Apa alasan dan tujuan dia sebenarnya?"


"Tapi, Mas --"


"Sayang keberatan?"


"Jujur, iya. Aku keberatan, Mas."


"Sayang keberatan karena tinggal satu atap dengan Elmira?"


"Iya Mas."

__ADS_1


"Baiklah, selama berada di Kairo, mas Alif akan menyewa apartemen untuk kita. Dan Elmira, dia tetap tinggal di rumah --" tuturnya bijak dan Chayra langsung menyetujuinya.


"Jika diminta untuk memilih, mas Alif akan memilihku atau Elmira? Kalau boleh berkata jujur, sebenarnya ... hatiku belum bisa ikhlas jika harus berbagi suami, meski mas Alif tidak pernah menjamahnya --"


"Jika mas Alif boleh memilih, mas Alif sudah pasti akan memilih Ayunda Chayra Putri. Namun, mas Alif sudah terikat janji dengannya. Mas Alif terlanjur berjanji akan menerima, melindungi, dan menjaga Elmira. Sebagai seorang pria sejati, mas Alif tidak bisa melanggar janji yang terlanjur terlisan --"


"Itu artinya, mas Alif tidak bisa melepasku atau pun melepasnya?"


"Untuk saat ini, iya Yang. Mas Alif tidak bisa melepas salah satu di antara kalian. Bukan berarti mas Alif ingin serakah dengan memiliki dua istri. Sama sekali bukan. Mas Alif hanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk melepas --"


Chayra bergeming dan berusaha menelaah ucapan Alif. Ia butuh waktu untuk berpikir dan menentukan langkah. Saat ini, mungkin ia masih bisa bertahan--berada di sisi Alif. Namun entah kelak ....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf jika bertebaran typo 😊🙏


Semangat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ya Kakak-kakak ter love 😘


Dukung dan semangati author dengan selalu meninggalkan jejak like 👍


Beri komentar


Tabok ❤ untuk favoritkan karya


Tabok juga ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Beri gift atau vote seikhlasnya


Trimakasih dan banyak cinta 💞


__ADS_2