Imam Pengganti Untuk Chayra

Imam Pengganti Untuk Chayra
Tentang Masa Lalu


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Elmira meminta waktu untuk mempertimbangkan keputusan setelah mengetahui masa lalu Zidan. Dengan berat hati, Zidan menuruti permintaan wanita yang dicintainya itu.


Zidan pasrah dan berserah, apapun keputusan Elmira--dia akan menerimanya dengan berlapang dada.


Selama tiga hari berturut-turut, Elmira menunaikan ibadah sholat sunah istikharah. Ia memohon ampunan dan petunjuk kepada Illahi Robbi. Ia juga memohon supaya Illahi menghilangkan keresahan yang menyelimuti jiwanya.


Seperti rutinitasnya setiap pagi, Elmira memandikan Dzikra sebelum membantu Chayra memasak menu sarapan.


Atas permintaan Chayra, Elmira dan Dzikra tinggal bersamanya di rumah Alif. Sementara Alif memilih untuk tinggal di apartemen.


"Assalamu'alaikum." Terdengar ucapan salam mengalihkan atensi Elmira dan Chayra yang tengah asik berbincang sambil menata menu sarapan pagi di atas meja.


"Wa'alaikumsalam --" balas keduanya kompak.


Rupanya Alif yang datang. Chayra lantas menyambut Alif dengan mengulas senyum dan mencium punggung tangan suaminya itu.


Sebenarnya, Alif ingin melepas rindu dengan memeluk erat tubuh Chayra dan melabuhkan kecupan mesra. Namun karena ada Elmira, ia berusaha menahannya.


Meski ia dan Elmira sudah tidak memiliki hubungan apapun, Alif merasa tidak enak hati jika bermesraan di depan mantan istri sirinya itu.


"Mas, ayo kita sarapan! Pagi ini, Mbak Elmira mengajariku memasak berbagai macam makanan khas Mesir. Ada konafah, halwa, dukkah, grilled Kofta, roti fatir, dan roti isyh," ujar Chayra sambil memandu Alif untuk duduk di kursi.


"Wahh ... banyak sekali. Mas Alif jadi nggak sabar ingin segera menikmatinya."


"Aku juga Mas. Dari tadi perutku kruyuk-kruyuk." Chayra mengelus perutnya dan melebarkan senyum.


"Hai, El. Apa kabar si kecil Dzikra dan Mamanya?" Alif menyapa Elmira untuk menghilangkan kecanggungan di antara mereka berdua.


"Alhamdulillah, kabar kami baik Lif," jawabnya diikuti sebaris senyuman yang membingkai wajah.

__ADS_1


"Syukur Alhamdulillah. Mengenai masa lalu Zidan, aku benar-benar tidak mengetahuinya sebelum Bu Laras bercerita, El. Meski kami sudah lama bersahabat, Zidan tidak pernah bercerita tentang masa lalunya yang ternyata kelam. Aku minta maaf atas nama diriku sendiri dan Zidan karena telah membuatmu kecewa --" tuturnya dengan sedikit menundukkan kepala. Kentara sekali, Alif merasa teramat bersalah kepada Elmira.


"Tidak ada yang perlu dimaafkan, Lif. Lagi pula, masa lalu adalah pelengkap hidup. Baik atau buruknya masa lalu seseorang bukanlah patokan karakter jati diri orang itu. Di mataku, Zidan tetaplah sosok pria yang perhatian dan penyayang --"


Perlahan, Alif mengangkat kepalanya kemudian menatap wajah Elmira dengan intens. Ia tidak menyangka, Elmira bisa berpikiran dan bertutur kata bijak.


"Itu berarti, kamu menerima Zidan sebagai calon imam kamu, El?"


Seutas senyum kembali terbit menghiasi wajah cantik Elmira. Ia pun menjawab pertanyaan yang dilisankan oleh Alif tanpa ragu. "Iya Lif. Aku menerima Zidan sebagai calon imam. Setelah menunaikan sholat sunah istikharah selama tiga hari berturut-turut, aku meyakini bahwa Zidan adalah calon imam yang terbaik untuk aku dan Dzikra. Dia menerima aku tanpa memperdulikan masa laluku. Dan aku pun semestinya menerima Zidan tanpa memperdulikan masa lalunya."


Bibir Chayra melengkung disertai binar kekaguman yang terpancar di manik matanya kala mendengar kata-kata bijak yang diucapkan oleh Elmira. "Masya Allah. Jujur, aku semakin salut setelah mendengar kata-katamu yang sangat bijak, Mbak. Aku yakin, Mbak Elmira tidak akan menyesal menerima mas Zidan sebagai calon imam. Lebih baik, tidak usah terus menerus membahas tentang masa lalu. Karena jika kita terus menerus membahasnya, kapan kita bisa melangkah ke masa depan. Sebaik-baiknya seseorang, pasti mempunyai masa lalu. Entah baik atau buruk. Dan seburuk-buruknya seseorang, pasti mempunyai masa depan."


"Aku pun semakin salut padamu, Ra. Kamu memang seorang adik yang berhati mulia dan pandai berkata bijak. Pantas saja, Alif tidak bisa berpaling dari kamu."


"Isshhh, Mbak El bisa aja. Kata-kataku yang bijak itu, sebenarnya mengutip komenan Kak Najwa Aini--kemarin."


"Dan kata-kataku yang bijak tadi, mengutip komenan Nyai Nofi Kahza," sahut Elmira dan disambut tawa yang mengudara dari keduanya.


Obrolan mereka terpangkas saat terdengar suara lantunan lagu yang berasal dari benda pipih yang tersimpan di saku kemeja Alif.


"Assalamu'alaikum --"


"Wa'alaikumsalam Lif."


"Ada apa, Fa?"


"Alhamdulillah, ada info terbaru mengenai orang tua kandung Elmira, Lif. Kita harus segera bertemu. Dua curut sudah aku amankan di gudang."


"Baiklah, aku segera ke sana."


"Okey, aku tunggu Lif. GPL!!"


"Hmmmm --"

__ADS_1


Setelah mengucap salam dan mematikan sambungan telepon, Alif kembali menyimpan benda pipih miliknya di saku kemeja. Kemudian ia beranjak dari posisi duduk dengan tergesa.


"Mas, tadi telepon dari siapa?"


"Dari Rafa. Mas Alif harus segera menemuinya. Ada hal penting yang harus kami selesaikan, Ra."


"Tapi, Mas Alif 'kan belum sarapan?"


"Nggak pa-pa. Nanti, mas Alif bisa sarapan di jalan."


"Baiklah. Tunggu sebentar ya Mas! Aku siapkan bekal untuk kamu dan untuk mas Rafa. Mungkin, mas Rafa juga belum sarapan."


"Iya, Ra. Makasih ya."


"Heem, Mas." Chayra mengangguk lalu bergegas menyiapkan bekal makanan untuk suaminya dan Rafa.


Menit berikutnya, Chayra telah selesai menyiapkan bekal. Ia lantas mengantar Alif sampai di depan pintu.


"Hati-hati ya, Mas! Jangan lupa, dimakan bekalnya!" pesan Chayra sambil menyerahkan dua kotak makan dan Alif menerimanya dengan melisankan kata terima kasih.


"Assalamu'alaikum, Ra --" ucapnya sembari melabuhkan kecupan di kening Chayra sebelum melangkah pergi.


"Wa'alaikumsalam." Suara Chayra terdengar lirih. Entah mengapa, kali ini ia merasa berat untuk melepas suaminya pergi.


Yaa Allah, Yaa Robb. Lindungilah suami hamba di manapun dia berada .... Sepenggal doa yang terlisan di dalam kalbu sebelum Chayra menutup pintu dan kembali berbaur dengan Elmira beserta sang putri.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo. 😉🙏


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak dukungan berupa like, komentar, vote, dan gift untuk menyemangati author.

__ADS_1


Trimakasih dan banyak cinta 😘💝


__ADS_2