Imam Pengganti Untuk Chayra

Imam Pengganti Untuk Chayra
Keputusan Elmira


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Daging yang bersemayam di dalam da-da Chayra bagai teriris sembilu saat melihat kepala Alif tanpa rikma sehelai pun. Diusapnya kepala sang suami yang berbalut perban dengan sangat hati-hati disertai raut wajah yang menyiratkan kesenduan.


"Mas, kenapa rambutmu dicukur semua? Di film-film, kalau pemerannya mengalami cedera di kepala dan harus menjalani operasi, rambut mereka nggak dicukur. Tapi kenapa rambutmu dicukur semua, Mas? Nggak disisakan sehelai pun. Jadi gundul begini. Yaa Allah yaa Robbi, sedih melihat kamu seperti ini Mas," ucap Chayra sendu.


Ucapan Chayra sukses menggelitik indra pendengaran sehingga Alif terkikik geli kala mendengarnya.


"Yang, dunia film dan real life itu berbeda. Rambut digunduli atau enggak, tergantung si pemeran. Biasanya, kalau artis profesional, dia bersedia rambutnya digunduli asal menerima bayaran yang sepadan. Jadi nggak semua artis bersedia rambutnya digunduli. Nanti berkurang handsome-nya seperti mas Alif. Di dunia nyata, pasien yang mengalami cedera di kepala, rambutnya memang harus digunduli untuk mengetahui semua luka dan jangan sampai ada yang terlewat. Karena bisa berakibat fatal Yang," ujar Alif menerangkan sembari menahan tawa.


"Aku baru tau setelah kamu mengalami cedera di kepala, Mas. Yang sering aku lihat di televisi, rambut mereka sama sekali nggak dipotong apalagi dicukur dan hanya dibalut perban. Lucunya, yang dibalut bukan lukanya. Tapi, bagian yang lain --" ucapnya polos.


Alif kembali terkikik geli dan menggeleng kepalanya pelan. Ucapan istrinya yang teramat polos itu membuatnya gemas.


"Mas --"


"Ada apa, Sayang?"


"Aku kira, Mas Alif akan kehilangan ingatan karena cedera di kepala. Jika Mas Alif lupa sama aku, entah apa yang akan aku lakukan. Tetap bertahan berada di sisimu atau benar-benar mengalah dan pergi --" Chayra kembali berucap sendu.


Alif mengulas senyum dan menarik tangan Chayra hingga kepala istrinya itu rebah di dada bidangnya. "Yang, tidak semua orang yang mengalami cedera di kepala akan kehilangan ingatan. Alhamdulillah, berkat kasih sayang Allah, cedera di kepala mas Alif nggak terlalu parah. Insya Allah tiga atau empat hari lagi, mas Alif sudah bisa pulang."


"Alhamdulillah yaa Allah. Aku lega mendengarnya, Mas."

__ADS_1


Perlahan, Chayra mengangkat kepalanya. Lantas ditatapnya wajah rupawan sang kekasih hati dengan tatapan yang menyiratkan rasa cinta. Begitu pun Alif. Netra sepasang Adam dan Hawa itu saling mengunci.


"Mas, aku mencintaimu." Chayra menerbitkan senyum lalu mendaratkan kecupan di bibir Alif.


Niat hati hanya sekedar mengecup singkat. Namun tangan Alif mengunci tubuhnya. Sehingga Chayra tidak bisa bergerak.


Dari kecupan berubah menjadi pagutan yang menuntut. Hampir saja keduanya terlena dan terlupa.


"Ehemmm." Suara deheman merusak suasana romantis yang tengah tercipta. Alif dan Chayra terkesiap. Seketika mereka melepas pagutan bibir.


"Zi-dan, El-mira --" Alif tergagap. Sementara Chayra menundukkan wajah karena malu dan tak enak hati pada Elmira.


"Kalian berdua menodai mata kami. Lain kali kalau mau begituan, tirai jendelanya ditutup rapat. Pintunya dikunci," cibir Zidan yang membuat Chayra semakin diselimuti oleh rasa malu.


Alif memilih bungkam, sebab jika dia menimpali cibiran Zidan dengan selorohan, ada hati yang masih harus dijaga. Hati Elmira. Wanita yang masih berstatus sebagai istri pertamanya.


"Alhamdulillah, Zi. Hanya tinggal pemulihan. Insya Allah, tiga atau empat hari lagi, aku sudah diperbolehkan pulang."


"Alhamdulillah, aku ikut senang dan bersyukur. Itu tandanya, aku tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menghalalkan Elmira."


Ucapan Zidan sukses mengejutkan Alif dan Chayra. Keduanya menatap Zidan dengan tatapan yang mengisyaratkan tanya.


"Jangan menatapku seperti itu!" ujarnya diikuti lengkungan bibir yang membentuk senyuman menawan khas seorang Zidan.


"Jelaskan pada kami, sebenarnya apa maksud ucapanmu, Zi!"

__ADS_1


"Begini, Bro. Alhamdulillah, Elmira bersedia membebaskanmu karena kalian berdua berhak bahagia, begitu juga dengan calon istriku ini. Ceraikan Elmira, Lif! Setelah kamu menceraikan Elmira, aku akan segera menikahinya. Kamu tidak pernah menggauli Elmira. Jadi, tidak berlaku masa idah untuk Elmira," tutur Zidan seraya menjelaskan.


"Kamu serius?"


"Sangat serius. Kalau kamu nggak percaya, tanyakan langsung pada calon istriku ini!" Zidan tersenyum dan melirik Elmira dengan ekor matanya.


Alif mengalihkan pandangan netranya. Ia tatap lekat wajah Elmira yang sedikit menunduk.


"El --" Ucapan Alif terpangkas saat Elmira menengadahkan wajah dan membalas tatapannya.


"Lif, aku membebaskanmu. Ceraikan aku! Aku sadar, cinta tidak bisa dipaksakan. Kamu sangat mencintai Chayra dan cintamu itu tidak bisa terbagi. Trimakasih karena telah mengorbankan masa depan dan kebahagiaanmu demi menyelamatkan nyawaku. Trimakasih karena kamu rela tertekan dan tersiksa demi memenuhi janjimu kepadaku. Trimakasih atas kasih sayang yang kamu curahkan untuk putriku. Benar kata Zidan. Kita berhak bahagia. Kamu bisa hidup bahagia bersama Chayra tanpa aku yang menjadi dinding pemisah. Dan aku akan merengkuh bahagiaku dengan membuka lembaran baru bersama Zidan. Aku berdoa, semoga rumah tangga kalian senantiasa sakinah, mawadah, warahmah. Begitu juga rumah tangga kami kelak," ucap Elmira tulus dari hati.


Alif bergeming dan suasana menjadi hening. Hanya terdengar hembusan nafas berat Elmira yang menyiratkan beban di hati.


"Zi, aku ingin kita bicara berdua." Ucapan Alif memecah hening.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Maaf segini dulu ya Kakak-Kakak UP nya. 🙏🙏🙏


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo. 😊🙏🙏


Dari tadi yang UP, tapi belum lolos review. 🥺 Maaf ya Kakak-Kakak, UP nya jadi terlambat banget 😔

__ADS_1


Trimakasih dan banyak cinta 😘😘😘


__ADS_2