Imam Pengganti Untuk Chayra

Imam Pengganti Untuk Chayra
Ikatan Tanpa Cinta


__ADS_3


WARNING!!! Part mewek, kuatkan hati dan siapkan tisu.


Happy reading 😘😘😘


Lantunan senandung kerinduan Illahi terdengar merdu, membangunkan setiap jiwa yang mencinta dan merindu bertemu dengan Tuhannya.


Sepasang kelopak netra terbuka perlahan seiring lisan yang berucap kalimah syukur atas karunia Illahi yang telah memberi nikmat hidup. Diulurkan jemari tangan untuk mengusap lembut pipi seraya membangunkan sang belahan jiwa yang masih terbuai mimpi semu.


"Assalammu'alaikum istri saleha-nya mas Alif? Bangun Sayang! Sholat subuh yuk!" bisiknya tepat di telinga istri tercinta.


Chayra hanya menggeliat sehingga membuat Alif menjadi geli dan gemas. Ia lantas menghujani wajah istrinya itu dengan kecupan, tak terkecuali bibir. Bukannya membuka kelopak netra, Chayra malah menyambut bibir yang berlabuh dan mengalungkan tangannya di leher Alif.


Netra Chayra terbuka seiring nafas yang kian menderu dan gejolak hasrat tak mampu tertahan. "Bie --" Chayra melenguh saat kecupan Alif berpindah di ceruk lehernya.


"Sayang, kamu membangunkannya. Mas Alif ingin --"


"Lakukanlah Bie, aku juga ingin --"


Sentuhan demi sentuhan membawa keduanya kembali tenggelam ke dalam asmaraloka, menyatukan dua raga hingga bermandi peluh, merengkuh puncak kenikmatan surga dunia.


Usai menyudahi ritual penyatuan raga, Alif dan Chayra membersihkan tubuh mereka dengan mandi janabah kemudian berwudhu.


Raut wajah sepasang Adam dan Hawa itu nampak dihiasi binar-binar cinta ketika keduanya keluar dari kamar mandi.


Setelah berpakaian dan menutup seluruh aurat, Chayra membentangkan dua sajadah untuknya dan untuk sang kekasih halal.


Dua rokaat sholat subuh mulai ditunaikan dengan khusyuk diiringi lantunan kalam cinta yang terdengar merdu.


Seusai mengucap dua salam, Alif dan Chayra melangitkan pinta kepada Illahi semoga rumah tangga mereka senantiasa sakinah, mawadah, warahmah.


Pukul delapan pagi, keduanya check out dari hotel lantas melakukan perjalanan pulang dengan menggunakan jasa taxi online.


Tanpa terasa, tiga jam berlalu. Alif dan Chayra telah sampai di rumah dengan selamat.


Setelah beristirahat sejenak, Alif duduk santai di balkon sambil menikmati pemandangan yang tersuguh. Kegagahan Gunung Merapi dan hamparan sawah menghijau. Sementara Chayra tengah meracik wedang secang untuknya dan untuk Alif.

__ADS_1


Menit berikutnya, Chayra berjalan menghampiri Alif dengan membawa nampan yang berisi dua cangkir wedang secang. Lantas menaruh nampan itu di atas meja dan mendaratkan bobot tubuhnya di kursi.


"Bie, diminum dulu wedang secangnya!"


"Iya Yang, trimakasih ya!"


"Kembali kasih, Bie."


Berteman wedang secang, keduanya mulai berbincang. Alif berharap, saat ini-lah waktu yang tepat untuk membuka tabir. Ia memantapkan hati untuk berkata jujur. Sepahit apapun kejujuran, akan lebih baik dari pada menyembunyikan rahasia terlalu lama.


Dengan mengumpulkan segenap keberanian dan hati yang lapang, Alif mulai membuka tabir ....


"Sayang, di Kairo ... mas Alif bukan hanya berjualan tahu dan tempe. Tapi, mas Alif juga berprofesi sebagai seorang dokter. Mas Alif bekerja di salah satu rumah sakit swasta --" Alif menjeda ceritanya dan menggenggam erat tangan Chayra. Ia tatap lekat manik mata yang memancarkan binar kekaguman dengan tatapan yang menyiratkan sendu.


"Bie, aku kagum dan bangga padamu. Di usiamu yang masih sangat muda, kamu sudah menjadi seorang dokter. Oma memang tidak salah memilih Hubby menjadi imam pengganti untuk aku --"


"Yang, jangan kagum dan jangan bangga pada mas Alif! Sebenarnya, mas Alif bukanlah seorang imam yang baik. Yang mampu membalut luka dan meringankan bebanmu. Mas Alif --" Suara Alif tercekat. Dadanya serasa sesak saat terbayang amarah dan kekecewaan Chayra jika tabir yang tertutup rapat benar-benar terbuka lebar.


"Lanjutkan Bie! Aku sudah sangat siap mendengarnya. Jika yang ingin Hubby sampaikan adalah kenyataan menyakitkan, semoga Allah menguatkan hatiku --"


JEGLER


Ucapan Alif bagaikan suara gelegar petir yang menyambar dan meremukkan segumpal daging yang bersemayam di dalam dada, hingga membuat tubuh Chayra seketika lunglai.


"Wanita itu bernama Elmira --"


flashback on


Langit berselimut mendung hitam disaat Alif duduk bersantai di rooftop rumah sakit. Kedatangan seorang wanita berpakaian khas pasien rumah sakit mengalihkan atensinya.


Wanita itu berjalan dengan langkah gontai lantas menaiki pagar dan bersiap melompat. Dengan sigap, Alif menangkap tubuhnya.


Wanita itu menangis dan memberontak, meminta Alif untuk melepaskannya.


"Lepasin saya! Saya hanyalah aib keluarga. Saya tidak pantas hidup. Saya ingin mati --"


"Nona, jangan seperti ini! Ingat, orang yang meninggal karena bunuh diri, maka akan selamanya tinggal di neraka. Bahkan Allah mengharamkannya masuk ke dalam surga."

__ADS_1


"Lebih baik tinggal di neraka, dari pada menjadi aib keluarga. Saya hamil dan kekasih saya malah pergi entah ke mana. Tidak ada yang menerima dan peduli pada saya. Untuk apa saya hidup --"


Wanita itu berhasil melepaskan diri dan kembali melompat. Beruntung, Alif berhasil meraih tangannya.


"Lepaskan saya! Lebih baik saya mati. Tidak ada yang mau menerima dan peduli pada saya. Apalagi melindungi dan menjaga saya. Lepaskan --"


"Demi Allah, jangan melakukan hal bodoh ini! Saya bersedia menerima kamu. Saya yang akan menjaga dan melindungi kamu --" Sumpah demi apapun, Alif terpaksa melisankan janji itu untuk menyelamatkan seorang wanita yang ingin menjemput maut dengan cara mengenaskan.


Wanita itu pun terdiam dan tak lagi memberontak, sehingga Alif berhasil menariknya ke atas.


Demi menyelamatkan nyawa seorang wanita, Alif mengorbankan harapan dan impian indah yang ia sematkan di setiap untain doa. Dunianya hancur ketika janji yang terlisan membelenggunya dengan ikatan tanpa cinta ....


Flashback off


Tubuh Chayra berguncang hebat seiring tangisan lara membasahi wajah cantiknya. Rasa sakit yang ia rasa saat ini, berkali-kali lipat dari rasa sakit yang ia rasa sebelumnya.


"Sayang, maafkan mas Alif. Maaf ...." Alif memeluk erat tubuh istrinya dan menumpahkan tangis. Bukan hanya Chayra yang hancur. Alif pun sama hancurnya. Andai boleh meminta pada Illahi, ia hanya ingin menikahi seorang wanita saja. Menikahi Ayunda Chayra Putri, bukan wanita lain.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf jika bertebaran typo 😊🙏


Semangat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ya Kakak-kakak ter love 😘


Dukung dan semangati author dengan selalu meninggalkan jejak like 👍


Beri komentar


Tabok ❤ untuk favoritkan karya


Tabok juga ⭐⭐⭐⭐⭐


Beri gift atau vote seikhlasnya


Trimakasih dan banyak cinta 💞

__ADS_1


__ADS_2