
Happy reading 😘😘😘
Rupanya, Sinta mengalami preeklamsia, sehingga para medis segera menanganinya. Mereka khawatir, jika pasien tidak segera ditangani, maka akan berakibat fatal pada ibu dan bayinya.
"Sin, kamu harus kuat. Demi bayimu." Chayra berbisik dan menggenggam erat tangan Sinta seraya memberi kekuatan.
"Iya Ra. Tetaplah berada di sisiku sampai bayiku terlahir ke dunia. Jangan lepaskan tanganmu! Aku ingin, kamu menemani aku. Aku mohon Ra!" pinta Sinta mengiba.
"Baiklah, Sin. Aku akan menemanimu."
"Trimakasih Chayra --" Sinta mengulas senyum dan bersiap untuk menjalani induksi persalinan.
Namun karena kondisi Sinta yang semakin drop, dokter menyarankan agar Sinta segera menjalani operasi caesar.
Alif dan Chayra lantas menyetujuinya. Mereka meminta supaya dokter melakukan yang terbaik untuk Sinta dan bayi yang sebentar lagi akan dilahirkannya.
Meski Sinta bukanlah kerabat mereka. Namun Alif dan Chayra sangat mencemaskan keadaan wanita yang masih berstatus sebagai istri Damar itu.
"Sin, bertahanlah --" Dengan terpaksa, Chayra melepas genggaman tangannya ketika para medis membawa Sinta ke dalam ruang operasi.
"Sayang, jangan terlalu mencemaskan Sinta ya! Kita berdoa, semoga operasinya berjalan dengan lancar. Sinta dan bayinya bisa terselamatkan," tutur Alif seraya menenangkan Chayra.
__ADS_1
"Aamiin yaa Allah. Semoga Allah mengijabah, Mas. Aku benar-benar sangat mencemaskan Sinta. Seharusnya, dia ditemani oleh Damar dan keluarganya."
Alif mengulas senyum dan mengusap pipi Chayra dengan lembut. "Tenanglah Sayang! Ayah Abi sudah memerintahkan om Jo beserta anak buahnya untuk segera menemukan Damar. Semoga saja, Damar segera ditemukan sehingga ia akan tau bagaimana perjuangan istrinya pada saat melahirkan bayi mereka."
"Iya Mas," jawabnya singkat sembari mendaratkan bobot tubuh di kursi tunggu dan disusul oleh Alif.
Satu jam berlalu, terlihat pintu terbuka dan seorang dokter keluar dari ruang operasi dengan wajah yang menyiratkan sendu.
Alif dan Chayra yang semula duduk di kursi, segera membawa tubuh mereka untuk berdiri. Kemudian keduanya berjalan menghampiri sang dokter.
"Dokter, bagaimana operasinya? Berhasil 'kan? Sinta dan bayinya selamat 'kan?" Chayra mencecar dokter itu dengan kalimat tanya.
"Maaf --" Bukannya menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Chayra, dokter itu menunduk dan mengucap kata 'maaf'.
"A-apa maksud Dokter?"
"Maaf, karena kami tidak bisa menyelamatkan ibu dan juga bayinya," jawabnya dengan nada suara yang terdengar berat.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un," ucap Alif dan Chayra bersamaan.
Tubuh Chayra seketika lemas dan hampir luruh. Namun dengan sigap, Alif menopang tubuh istrinya itu. Lalu memandunya untuk duduk.
"Alif, Chayra, apa yang terjadi? Bagaimana keadaan Sinta dan bayinya?" cecar Keanu yang baru saja tiba bersama Raina, Abimana, dan Kirana.
__ADS_1
Sebenarnya--tadi mereka ingin ikut mengantar Sinta ke rumah sakit. Namun karena ada kerabat yang datang mendadak, Keanu meminta Alif dan Chayra agar terlebih dahulu mengantar Sinta ke rumah sakit kemudian mereka akan menyusul.
"Sinta dan bayinya ... meninggal, Pa."
Keanu, Raina, Abimana, dan Kirana terkesiap kala mendengar jawaban yang diucapkan oleh Alif. Seketika mereka pun melisankan kalimat istirja' ,"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un."
Chayra tak mampu lagi membendung air matanya yang kini tertumpah. Ia merasa teramat berduka. Chayra sungguh tidak menyangka, hidup Sinta akan berakhir setragis ini.
Sinta yang sejak kecil bergelimang harta dan dengan mudah mendapatkan apa yang dia inginkan, sekarang ... dia pergi setelah semua yang dimilikinya itu hilang tak tersisa.
Harta dan segala yang dimilikinya telah diminta kembali oleh Illahi, begitu juga ... nyawanya.
Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan semuanya akan kembali pada Allah SWT.
🌹🌹🌹🌹
Bersambung ....
Alhamdulillah, bisa double UP meski pendek dulu, Kakak-kakak ter love 😁
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak dukungan. Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo. 😉🙏
Terima kasih dan love love sekebon 😘😘😘
__ADS_1
Yuk mampir di karya author dan para sahabat 😉