Imam Pengganti Untuk Chayra

Imam Pengganti Untuk Chayra
Pernikahan Zidan & Nayla


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Hari yang ditunggu oleh Zidan dan Nayla telah tiba. Keduanya saat ini bersanding di hadapan penghulu untuk mengucap ikrar suci, janji yang disaksikan oleh Illahi serta penduduk langit dan bumi.


Satu minggu yang lalu, Nayla memutuskan untuk membuka tabir tentang masa lalu Zidan dan Sarah ketika keduanya menjalin cinta di bangku SMA.


Adnan teramat murka begitu juga dengan Ameer dan Nafira ketika mengetahui kesalahan Zidan di masa lalu. Sehingga mereka hampir saja mencabut restu untuk Zidan dan Nayla.


Namun berkat kegigihan Nayla meyakinkan keluarganya bahwa Zidan telah berubah dan teramat tulus kepadanya, ditambah kata-kata yang terlisan dari bibir Sarah--bahwa ia telah ikhlas memaafkan kesalahan Zidan, perlahan ... Adnan dan kedua orang tuanya pun luluh.


Nayla dan Sarah berlutut seraya menunjukkan kesungguhan mereka untuk memohon ampunan bagi Zidan.


Demi adik dan juga istri yang tengah mengandung calon bayinya, Adnan pun bersedia memaafkan Zidan. Namun dengan syarat, Zidan harus mampu membahagiakan Nayla.


Jika suatu saat nanti Zidan menorehkan luka sehingga Nayla menangis dan berkawan duka, maka Adnan dan kedua orang tuanya tidak akan segan-segan menghukum Zidan dengan hukuman yang tak akan terlupa seumur hidup.


"Qobiltu Nikahaha wa TazwijahaΒ Adzkiya Nayla Taleetha binti Muhammad Ameer alal Mahril Madzkuur wa Radhiitu bihi, Wallahu Waliyut Taufiq." Zidan mengucap kalimat kabul dengan tegas dan tanpa ragu.


Aku terima nikah dan kawinnya Adzkiya Nayla Taleetha binti Muhammad Ameer dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah.


Alhamdulillah SAH. Zidan dan Nayla kini telah menjadi sepasang kekasih halal.


Tangis haru memenuhi ruang. Luapan bahagia terlangitkan dengan untaian kalimat doa.

__ADS_1


Baik Zidan maupun Nayla, mengucap syukur atas kasih sayang Illahi yang telah memberi keridhoan.


Malam setelah acara resepsi usai, Zidan dan Nayla bermalam di villa. Keduanya ingin menghabiskan malam pertama dengan suasana syahdu dan romantis, tanpa adanya gangguan dari siapapun.


Sepasang pengantin baru itu merasa lega sebab baby Dzikra tidak rewel dan berada dalam penjagaan opa dan omanya.


Rembulan nampak malu-malu saat menyaksikan dua insan yang tengah menatapnya dengan binar menyerupai gemerlap bintang.


Puas menatap kecantikan rupa sang dewi malam, Zidan memandu Nayla untuk masuk ke dalam kamar mandi lalu mereka mengambil air wudhu.


Usai berwudhu, keduanya menunaikan sholat sunah dua rakaat dengan khusyu'.


Setelah mengucap dua salam, Zidan dan Nayla menengadahkan kedua telapak tangan seraya melangitkan pinta.


"Robbi hab lii mil ladungka zurriyyatang thoyyibah, innaka samii'ud-du'aaa'. Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa."


Lalu, diterbitkannya senyum khas yang teramat menawan seiring uluran tangan mengangkat dagu sang belahan jiwa.


Kedua netra mereka pun saling beradu. Menyelami samudra cinta yang terlukis indah di kedua bola mata.


"Sayang, bolehkah?" Zidan melisankan tanya dan mengusap lembut bibir ranum wanita yang kini telah sah disentuh olehnya.


Degup jantung Nayla terdengar bertalu-talu disertai rona merah yang terlukis samar di kedua pipi saat Zidan menatapnya dengan intens.


"Nay, bolehkah?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Zi, untuk apa kamu bertanya seperti itu? Bukankah, aku sudah menjadi milikmu seutuhnya. Jadi, kamu berhak menyentuh tubuh dan menunaikan hak-mu sebagai seorang suami --"


Ucapan Nayla terpangkas saat Zidan melabuhkan bibirnya tanpa aba-aba.


Nayla memejamkan netra, menyelami getaran rasa yang menjalar hingga ke seluruh tubuh kala Zidan memperdalam ciu-mannya.


Zidan menerbitkan senyum dan mengusap saliva yang membasahi bibir ranum istrinya setelah mengakhiri ciu-man.


Disentuhnya pucuk kepala Nayla dan dilantunkannya doa sebelum bersenggama sebelum memulai ritual yang telah dinanti.


Nayla mengalungkan tangan di leher Zidan saat merasakan tubuhnya melayang.


Dengan sangat hati-hati, Zidan membaringkan tubuh ramping Nayla di atas ranjang yang bertabur kelopak bunga mawar. Lalu dilepasnya mukena yang masih membalut tubuh ramping istrinya itu.


SKIP


Authornya semedi dulu sebelum mengetik ritual sepasang insan yang tengah tenggelam ke dalam asmaraloka. Harap maklum, authornya masih bocil πŸ™Š


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Maaf baru bisa Up Kakak-kakak ter love. Insya Allah, beberapa episode lagi Imam Pengganti Untuk Chayra end.


Tetap stay dan dukung ALCHA dengan meninggalkan jejak like, komentar, gift, serta vote. Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo πŸ˜‰πŸ™

__ADS_1


Terima kasih dan banyak cinta 😘😘😘


__ADS_2