
Happy reading πππ
"Assalamu'alaikum, Chayra sayang." Alif setengah berteriak dan berjalan dengan langkah lebar menuju kamar yang berada di lantai dua.
Lalu dibukanya pintu kamar itu dengan perlahan dan diedarkan pandangan netra ke segala arah.
"Chayra --" panggilnya setengah berteriak.
Alif terkesiap ketika indra penglihatannya menangkap sosok yang dicari tengah meringkuk di sudut kamar sambil menutupi wajah dan terisak.
Alif pun bergegas masuk ke dalam kamar dan berjalan mendekat ke arah Chayra.
Ia luruhkan tubuh lantas merengkuh tubuh wanita yang teramat dicintainya itu dan dibawanya ke dalam pelukan.
"Sayang, pasti kamu seperti ini karena mas Alif. Mas Alif minta maaf ya. Sayang jangan menangis lagi!" tutur Alif sembari mengusap punggung Chayra dengan gerakan naik turun seraya memberi rasa tenang.
"Mas, kamu kog lama banget? Kenapa telepon dan vidio call dari-ku nggak diangkat? Bahkan semua pesan yang aku kirim, satu pun nggak kamu balas --" Chayra masih terisak. Tangan yang semula menjuntai diangkatnya untuk membalas pelukan Alif.
__ADS_1
"Maaf Sayang. Tadi, handhphone mas Alif ketinggalan di mobil --" sesalnya.
"Aku khawatir kamu kenapa-napa Mas," sahut Chayra mencurahkan isi hati.
"Alhamdulillah, mas Alif baik-baik saja, Yang. Mas Alif berusaha mencari penjual onde-onde dan getuk lindri. Mas Alif nggak ingin membuat Sayang kecewa dan bersedih jika pulang dengan tangan hampa. Disaat mas Alif mulai frustasi dan hampir menyerah, Allah mempertemukan mas Alif dengan seorang bocah kecil yang sedang berjualan kacang dan jagung rebus. Rupanya, dia berjualan hingga larut malam untuk mencari nafkah demi ibu dan adiknya. Bocah kecil itu bernama Nakula, Yang. Dia seorang anak yang hebat dan tegar --" Alif menjeda sejenak ucapannya dan sedikit merenggang pelukan. Lalu disekanya jejak air mata yang membingkai wajah cantik Chayra dengan jemari tangan.
"Yang, dari pertemuan mas Alif dengan Nakula, mas Alif bisa mewujudkan keinginan Sayang. Onde-onde berdiameter 3cm dengan taburan wijen 99 biji. Serta getuk lindri berwarna obar-abir seperti pelangi dan ditaburi parutan keju," lanjutnya diiringi senyum khas yang mencetak lesung di kedua pipi.
"Mas, maaf. Maaf karena telah menyusahkan kamu --"
"Mas Alif nggak merasa disusahkan. Justru karena keinginan Sayang itu, banyak hikmah yang bisa mas Alif petik --" Alif pun lantas menceritakan kisah Nakula beserta ibu dan adiknya.
"Mas Alif akan berusaha membantu mereka, Yang. Dengan memberi modal usaha dan membiayai seluruh pengobatan bu Maria," tutur Alif kemudian, sembari mengusap wajah Chayra yang basah.
Netra Chayra berbinar seiring senyum yang terlukis indah di wajah cantiknya. "Masya Allah. Aku bangga padamu, Mas. Kamu memang sosok Adam yang berhati malaikat. Mengulurkan tangan tanpa memandang perbedaan dan mampu membenahi pola pikir Nakula tentang seorang muslim serta menerangkan kepadanya mengenai ajaran agama kita yang benar. Hablum minallah, hablum minannas, danΒ hablum minal 'alam."
Keduanya saling melempar senyum kemudian kembali berpeluk.
"Yang, onde-onde dan getuk lindrinya sudah nggak sabar ingin dinikmati oleh bumil cantik," ujar Alif setelah mereka melerai pelukan.
__ADS_1
"Onde-onde dan getuk lindrinya sesuai dengan permintaanku 'kan, Mas?"
"Tentu Sayang. Kalau Sayang nggak percaya, diukur dulu ukurannya dan dihitung taburan wijennya --" Namun sebelum Alif menyelesaikan ucapannya, Chayra bergegas meraih kotak makan yang tergeletak di atas nakas.
Tanpa sabar, ia membuka kotak makan itu.
Netra Chayra membola dan berbinar saat tersaji pemandangan yang membuatnya menelan saliva.
Usai membaca doa sebelum makan, Chayra mulai menikmati onde-onde dan getuk lindri olahan tangan Maria.
Netra Alif berkaca-kaca tatkala menyaksikan Chayra--sang istri tercinta menikmati onde-onde dan getuk lindri dengan sangat lahap tanpa mengukur dan menghitung jumlah wijennya. Bahkan, Chayra juga terlupa untuk menawari suaminya ....
Seseorang berkata bahwa, "Istri yang paling beruntung adalah dia yang dikaruniai Allah seorang suami yang penyabar dan penyayang, penuh kehangatan dan kelembutan, suka menolong, dan berhati tulus. Jika dia pergi, istri merindu dan mencemaskan. Jika dia ada, istri ingin terus berdekatan." Dan kata-kata itu berlaku bagi Chayra serta para istri yang merasa dirinya beruntung, tak terkecuali penulis kisah ini.
πΉπΉπΉπΉ
Bersambung ....
Mohon maaf Kakak-kakak ter love, UP nya sedikit dulu ya. πππ
__ADS_1
Mohon maaf jika ada salah kata atau bertebaran typo. Terima kasih dan banyak cinta. πππ