
Happy reading 😘😘😘
Chayra bergeming dan berusaha menelaah ucapan Alif. Ia butuh waktu untuk berpikir dan menentukan langkah. Saat ini, mungkin ia masih bisa bertahan--berada di sisi Alif. Namun entah kelak ....
Seolah mengerti apa yang tengah dipikirkan oleh Chayra, Alif pun melisankan tanya. "Yang, kamu masih ragu untuk menentukan langkah?"
Chayra menghela nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan sedikit kasar. "Iya Mas. Aku masih ragu. Aku butuh waktu untuk berpikir dengan jernih. Aku belum yakin, bisa bertahan atau memilih untuk berpisah. Hubungan kita seperti benang yang kusut. Entah, bagaimana kita bisa mengurainya --"
"Iya Yang, aku mengerti. Aku mohon, bertahanlah sebentar saja! Tetap berada di sisiku! Percayalah, mas Alif sudah berikhtiyar untuk mengurainya. Insya Allah, benang yang kusut itu akan segera terurai --" ujarnya memohon.
"Baiklah Mas. Aku akan berada di sisimu. Namun jika suatu saat nanti, aku sudah tidak sanggup. Ijinkan aku pergi dari kehidupanmu dan juga Elmira --"
Hening
Lidah Alif serasa kelu untuk sekedar membalas ucapan Chayra. Bagaimana bisa, dia merelakan wanita yang dicintainya itu pergi dari kehidupannya. Alif hanya bisa melangitkan pinta di dalam hati, semoga ikhtiyarnya segera membuahkan hasil.
"Yang, aku sangat lapar. Tolong, ambilkan nasi dan lauk untuk mas Alif ya! Tapi sedikit saja. Sekalian, ambil nasi dan lauk untuk kamu. Kita makan di sini. Mas Alif belum kuat berjalan --" Alif memecah hening dan mengalihkan pembicaraan. Untuk saat ini, dia tidak ingin membicarakan permasalahan rumah tangga mereka yang membuat asam lambungnya kian naik.
"Iya Mas. Sebentar, aku ambilkan." Chayra beranjak dari posisi duduk lantas mengayun tungkai menuju dapur untuk mengambil nasi dan lauk sesuai dengan permintaan Alif.
Tanpa menunggu waktu lama, Chayra kembali ke kamar dengan membawa nampan berisi dua piring nasi dan lauk serta dua cangkir air putih.
"Mau aku suapi atau makan sendiri, Mas?" tanya yang terlisan setelah meletakkan nampan di atas nakas.
__ADS_1
"Suapin ya Yang!" jawabnya diikuti seutas senyum.
Chayra mengangguk dan mulai menyuapi Alif. Suapan demi suapan ia nikmati tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah cantik Chayra, hingga tanpa terasa ... makanan di dalam piring tandas tak bersisa.
"Sudah habis, Mas. Mau nambah?"
"Nggak Yang. Sudah cukup. Sekarang, gantian mas Alif yang menyuapi Sayang --"
"Nggak usah, Mas. Lebih baik, Mas Alif istirahat supaya segera sembuh. Sehingga nanti malam kita bisa menghadiri ... tasyakuran pernikahan mas Rizqi dan mbak Nadhira," tolaknya dengan halus.
"Tapi, mas Alif ingin menyuapi kamu Yang. Please ya, mas Alif mohon!" Dipasangnya wajah sendu untuk meluluhkan hati sang istri.
Chayra mengalah. Ia mengabulkan permintaan Alif yang terkesan sederhana. Namun mampu melukis senyum dan binar di manik mata teduh suaminya itu.
Drrtt ... drtttt ....
"Assalamu'alikum, Zidan. Ada apa?"
"...."
"Syukur, Alhamdulillah. Insya Allah dua minggu lagi, aku kembali ke Kairo bersama istriku."
".... "
"Trimakasih atas bantuanmu, Bro."
__ADS_1
"...."
"Wa'allaikumsalam."
Setelah percakapannya dengan Zidan berakhir, Alif kembali meletakkan benda pipihnya di atas nakas. Ia menerbitkan senyum dan menatap wajah istrinya dengan tatapan yang menyiratkan makna.
"Telephone dari siapa, Mas?" tanyanya penuh selidik.
"Dari Zidan. Dia sahabatku, Yang."
"Apa katanya, Mas? Kenapa, Mas Alif terlihat senang?"
"Ada dech. Mau tau aja atau mau tau banget?" Alif menaik turunkan kedua alisnya seraya menggoda Chayra.
"Seterah --" Chayra merengut lantas beranjak dari posisi duduk dan berlalu pergi dari hadapan Alif dengan membawa nampan yang berisi piring kotor. Ia berjalan menuju dapur dengan perasaan dongkol.
Bertahanlah, Ra. Insya Allah, sebentar lagi benang yang kusut itu akan terurai ...
🌹🌹🌹🌹
Bersambung ....
Note: Alif bertemu dengan Elmira dan menikahinya secara siri setelah Elmira melahirkan bayi (baby Dzikra).
Mohon maaf bila ada salah kata serta khilah, sebab author bukanlah seorang ahli agama, melainkan insan biasa yang masih harus banyak belajar mengenai ilmu agama. 😊🙏
__ADS_1
Trimakasih atas dukungan Kakak-kakak ter love 🥰🙏
Selamat menanti waktu berbuka puasa. 😉