Imam Pengganti Untuk Chayra

Imam Pengganti Untuk Chayra
Pergi


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Elmira menggamit lengan Chayra dan membawanya ke taman. Keduanya mendaratkan bobot tubuh di bangku taman sebelum memulai perbincangan.


Kedua wanita berparas cantik itu awalnya berbincang mengenai keindahan kota Kairo dan kondisi kesehatan baby Dzikra. Namun lama-kelamaan topik perbincangan mereka beralih. Sebab Elmira yang memulainya.


Elmira memuji Alif di depan Chayra. Istri sah Muhammad Alif Firdaus, sekaligus wanita yang sangat dicintai oleh pria itu.


"Alif seorang suami yang sangat penyayang dan perhatian. Dia tidak pernah berkata kasar dan selalu bersikap manis. Ya ... meski sampai saat ini belum pernah memberi nafkah batin, dia tetap pria terbaik yang aku kenal. Dia beda dengan semua mantan kekasihku, Ra. Aku yakin, perlahan tapi pasti hatinya akan terbuka untuk aku. Dan jika hatinya sudah terbuka, dia akan selalu memintaku untuk melayaninya. Wajahku cantik dan bentuk tubuhku tidak mengecewakan. Menurut kamu, bagaimana Ra? Fisikku sempurna 'kan?" Elmira melontarkan tanya di akhir ucapannya dan Chayra hanya menanggapi dengan mengulas senyum setipis kertas.


"Sepertinya, Alif tidak suka wanita yang terlalu agresif, meski telah berstatus sebagai istrinya. Aku sering mengenakan pakaian tipis ketika berada di rumah. Namun Alif sama sekali tidak melirikku. Dia selalu menundukkan pandangan. Dan terkesan sengaja menghindariku. Aku juga pernah mengenakan lingerie. Tetapi lagi-lagi, Alif malah menundukkan pandangan. Aku heran, di jaman sekarang, masih ada pria seperti Alif. Dia pria yang unik dan langka --" Elmira menjeda sejenak ucapannya dan menerbitkan senyum.


"Aku merasa cemburu saat dia menyebut nama seorang wanita di setiap doanya. Doa yang ia langitkan di sepertiga malam. Dan sekarang aku baru tau siapa wanita itu. Dia ... kamu Ra. Andai Alif tidak terlanjur mencintai kamu, aku yakin--dia pasti membuka pintu hatinya lebar-lebar untukku. Dan kami akan hidup bahagia dengan saling mencintai."


Elmira kembali menjeda ucapannya dan mengalihkan pandangan netranya yang semula tertuju pada keindahan bunga lotus ke arah Chayra. Ditatapnya manik mata teduh Chayra dengan intens lantas melanjutkan ucapan yang sejenak terjeda.


"Aku merasa lega, saat Alif menerima undangan pernikahan darimu. Aku berpikir, mungkin setelah kamu menikah, kami bisa memulai kisah cinta yang indah. Namun ternyata, aku keliru. Pernikahanmu gagal sehingga Alif yang diminta oleh oma kamu untuk menjadi imam pengganti. Hatiku teramat hancur saat Alif menelepon dan memberitahu bahwa dia menikahi kamu."


"Aku terpaksa menerima kenyataan, suamiku menikah lagi tanpa ijin dulu dariku. Dia memang menikahi aku karena terpaksa, tapi aku tetap istrinya, meski hanya istri siri. Bukankah seorang suami yang ingin menikah lagi, harus meminta ijin kepada istri pertamanya dulu? Tanpa kamu sadari, kamu menjadikan Alif seorang suami yang zalim. Dan bukan hanya dia saja yang menanggung dosanya. Tetapi kamu. Sebagai seorang wanita saleha, seharusnya kamu tau itu. Seharusnya kamu menyadarkan Alif untuk tidak berlaku zalim kepadaku, bukan malah diam dan tetap berada di sisinya. Ra, aku membutuhkan sosok suami seperti Alif. Dan anakku pun membutuhkan sosok papa seperti Alif. Jujur, aku bukan wanita yang ikhlas berbagi. Jadi aku mohon dengan sangat, tinggalkan Alif. Berikan Alif untuk kami. Aku yakin, kamu wanita yang berhati mulia dan bijak --"


Chayra bergeming dan menelan ludahnya yang terasa sangat pahit. Setelah sejenak terdiam, ia berlisan kata dengan nada suaranya yang terdengar bergetar. "Baiklah, aku akan pergi. Aku titip mas Alif. Penyakit asam lambungnya sering kambuh jika dia telat makan dan stres --" Suara Chayra tercekat. Rasa sesak di dalam dada membuatnya tak bisa kembali melisankan kata-kata.


Dengan sisa-sisa ketegaran, Chayra beranjak dari posisi duduk. Lantas berlalu pergi dari hadapan Elmira.


Please, kuatlah wahai hati! Chayra terus melangkah dan menepuk-nepuk dadanya yang terasa sangat nyeri.

__ADS_1


....


Setelah Chayra berlalu pergi, Elmira kembali ke ruangan tempat putrinya dirawat. Bibirnya melengkung saat indra penglihatannya menangkap pemandangan yang membuat hatinya menghangat. Nampak Alif dan baby Dzikra tengah bercanda diiringi tawa yang mengudara.


"El, di mana Chayra? Kenapa, kamu kembali tanpa dia?" tanya yang terlisan dari bibir Alif ketika Elmira mendaratkan bobot tubuh di sebelahnya.


"Entahlah, Lif. Aku tidak tau dia ke mana --" jawabnya berdusta.


Alif menyerahkan baby Dzikra kepada Elmira dan membawa tubuhnya beranjak dari sofa.


"Lif, kamu mau ke mana?"


"Mencari Chayra, El. Aku mengkhawatirkannya. Sudah satu jam lebih, Chayra tidak kembali --"


"Kamu selalu mengkhawatirkan Chayra tapi tidak pernah mengkhawatirkan aku dan Dzikra," tukasnya dengan intonasi suara yang meninggi.


"Dan perlu kamu ingat, El. Jika aku tidak mengkhawatirkan Dzikra, aku tidak mungkin tergesa-gesa terbang ke Kairo --"


"Kamu lupa, setiap Dzikra sakit ... aku langsung bertindak. Aku selalu terbangun ketika Dzikra rewel, sementara kamu masih terlelap." Alif membuang nafas kasar kemudian melangkah pergi.


Langkah kaki Alif terhenti saat gawai yang berada di dalam saku kemejanya bergetar. Ia lantas membuka pesan yang dikirim oleh Chayra.


Mas, maaf aku sudah tidak sanggup berada di sisimu. Lepaskan aku dan berbahagialah dengan keluarga kecilmu! Jangan pernah mencariku! -Chayra-


"Chayra --" lirihnya. Berulang kali Alif menghubungi nomor Chayra. Namun keputus asaan yang dia dapat. Nomor wanita yang sangat dicintainya itu tidak bisa dihubungi.


"Ra, kamu ke mana Sayang? Aku mohon, jangan pergi!"

__ADS_1


Alif berlari menuju ruangan Zidan. Beruntung, sahabatnya itu berada di ruangannya.


"Zi, aku pinjam mobilmu."


"Kamu mau ke mana, Lif?"


"Mengejar Chayra. Aku yakin, dia masih berada di Kairo --"


"Ada apa dengan Chayra? Dia pergi?"


"Iya Zi. Dia pergi. Dia memintaku untuk melepasnya. Kamu tau 'kan, Zi. Aku tidak bisa hidup tanpa Chayra. Dia separuh nyawaku Zi. Karena dia lah, aku bisa seperti sekarang ini --"


Tanpa berpikir lama, Zidan menyerahkan kunci mobilnya kepada Alif. "Kejar Chayra, Lif! Perjuangkan cintamu! Jangan terlalu memikirkan Elmira dan Dzikra! Biar aku yang akan mengurus mereka."


Alif mengangguk dan menerima kunci mobil dari tangan sahabatnya. "Trimakasih, Zi."


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo. 😊🙏


Nggak terasa Bulan Ramadhan sudah hampir di penghujung. Semoga othornya bisa segera menyelesaikan konflik si Al-Cha 😁


Semangat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ya Kakak-kakak ter love 😘


Dukung dan semangati author dengan selalu meninggalkan jejak. 😘

__ADS_1


Trimakasih dan banyak cinta 💞


__ADS_2