
Happy reading 😘😘😘
Nathalie adalah seorang gadis belia berumur 18 tahun. Ketika usianya menginjak 15 tahun, kedua orang tuanya meninggal karena mengalami musibah kecelakaan. Mobil yang mereka tumpangi meledak setelah jatuh ke jurang.
Sejak papa dan mamanya meninggal, Nathalie tinggal bersama dengan keluarga sang paman di rumah mewah peninggalan kedua orang tuanya itu.
Perusahaan dan semua harta kekayaan yang diwariskan oleh kedua orang tua Nathalie, diambil alih oleh sang paman dengan alasan ingin membantu mengelolanya dan akan menyerahkan kembali pada Nathalie ketika gadis itu telah lulus kuliah.
Namun kenyataannya, hanya alibi. Doni mengambil alih perusahaan dan semua harta peninggalan kedua orang tua Nathalie, untuk dinikmati bersama keluarganya. Sementara Nathalie, diperlakukan selayaknya seorang pembantu.
Di usianya yang masih sangat belia, Nathalie memiliki seorang kekasih. Dia bernama Erdward--pemuda berdarah campuran Indonesia dan Inggris.
Karena terbuai rayuan Erdward, Nathalie rela menyerahkan kesucian demi kekasihnya itu. Ia pun hamil setelah beberapa kali keduanya melakukan ritual terlarang.
"Nikahi gue, Erd! Lu harus tanggung jawab!" ucapnya waktu itu--meminta pertanggung jawaban dari Erward.
"Sorry Lie, gue nggak bisa. Gue masih pingin kuliah. Lebih baik, lu gugurkan janin kepa-rat itu!"
__ADS_1
"Tapi Erd, janin yang gue kandung ini nggak salah. Dia buah cinta kita. Kalau lu bener-bener sayang dan cinta sama gue, harusnya lu mau tanggung jawab. Lu masih bisa kuliah setelah kita nikah nanti. Gue nggak bakal menghalangi. Gue akan kerja, biar lu nggak terbebani nafkah. Jadi lu tetep bisa fokus kuliah --" Erdward memangkas ucapan Nathalie dengan mengibaskan tangan ke udara.
"Gue bener-bener nggak bisa. Asal lu tahu, gue nggak cinta dan nggak sayang sama lu. Gue hanya mau merasakan kenikmatan surga dunia yang banyak orang ceritain. Dan gue udah puas. Sebenarnya, bukan tubuh lu aja yang gue nikmati.Tapi Hani--saudara lu, anak paman Doni, tubuhnya pun udah gue nikmati. Kalau gue harus memilih, gue bakal memilih Hani. semua harta kekayaan lu udah pindah ke tangan keluarga Hani. Lu hanya seonggok sampah yang seharusnya dibuang. Gue nggak butuh lu lagi."
Ucapan Erdward yang terakhir kali ... bagaikan gelegar petir yang menyambar, hingga membuat tubuh Nathalie seketika lunglai, lemah seolah nyawanya tercabut dari raga. Dan seonggok daging yang bersemayam di dalam dada, hancur berderai ....
Kemalangan seakan sedang ingin berkawan dengannya. Doni dan istrinya mengusir Nathalie dari rumah setelah mengetahui bahwa gadis malang itu hamil.
Nathalie melangkah tanpa arah tujuan. Semangatnya untuk hidup semakin terkikis saat dua orang pemuda menyesap madunya lalu membuang gadis malang itu ke pantai selatan.
Beruntung, salah seorang nelayan datang menolong sebelum tubuh Nathalie tenggelam. Kemudian nelayan yang berhati mulia itu membawa Nathalie ke rumah sakit ICPA. Rumah sakit yang dibangun oleh Abimana dan Kirana sebagai persembahan cinta mereka kepada semua orang yang membutuhkan uluran tangan.
Nathalie merasa dunianya hancur. Ia pun berniat untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri--melompat dari rooftop rumah sakit.
Sejak pertemuannya dengan Alif, Nathalie berusaha mencari informasi mengenai jati diri malaikat penolongnya itu. Ia pun bertanya kepada para perawat yang bekerja di rumah sakit ICPA dan para dokter--rekan Alif.
"Jangan berniat menjadi pelakor jika tidak ingin berhadapan dengan IWANKOR!!!" ancam Khas Khabibah setelah membeberkan jati diri Alif.
"IWANKOR?'' Nathalie bertanya heran disertai tautan kedua pangkal alisnya.
__ADS_1
"Ikatan Wanita Anti Pelakor," sahut rekan Khas Khabibah yang mengenakan name tag Vayyeit.
"Kami para perawat yang tergabung dalam IWANKOR, akan menendang siapa saja yang berniat menjadi pelakor," timpal Ida Khanza dan mendapat dukungan dari Umaymay Sifa serta rekan perawat yang lain.
Nathalie mengulas senyum dan mengapresiasi para perawat yang menyatakan diri mereka sebagai IWANKOR dengan mengangkat dua jari jempol. "Keren," satu kata yang mengiringi kedua jari jempolnya itu.
"Gue nggak ada niat untuk menjadi pelakor. Gue hanya pingin berterima kasih pada dokter Alif. Jika diperbolehkan, gue berkeinginan untuk menemui beliau dan juga istrinya yang saleha. Gue tertarik mengenal Islam dan mempelajari ajarannya. Dari cerita yang Kakak-kakak sampaikan, gue yakin ... dokter Alif dan Kak Chayra bisa mengajarkan tentang Islam dan membantu gue untuk berbenah," tutur Nathalie mengutarakan keinginan.
"Baiklah, jika kamu benar-benar nggak berniat menjadi seorang pelakor--perusak rumah tangga orang, kami akan mengantarmu untuk bertemu dengan dokter Alif dan istrinya. Kebetulan, saat ini nyonya Chayra berada di rumah sakit untuk mengunjungi opanya yang sedang sakit. Beliau Tuan Abimana, pemilik sekaligus pendiri rumah sakit ini," sahut perawat dengan name tag Iqlima seraya menerangkan.
"Terima kasih. Bisa antar gue sekarang, Sus?"
"Tentu saja." Iqlima mengangguk dan tersenyum. Lantas ia pun memandu Nathalie. Keduanya berjalan beriringan menuju ruangan--tempat Alif dan Chayra berada saat ini ....
🌹🌹🌹🌹
Segini dulu ya UP boncapnya. Insya Allah, author lanjut besok. 😉
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak dukungan. Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo 😊🙏
__ADS_1
Terima kasih dan banyak cinta untuk Kakak-kakak ter love yang masih setia mengawal kisah cinta ALCHA, Alif dan Chayra. 😘🙏
Jaga kesehatan dan selalu tebar kebaikan ... sampai jumpa di boncap selanjutnya. Pay Pay .... 👋👋👋